<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842</id><updated>2012-02-16T17:50:52.459-08:00</updated><category term='Ramadhan'/><title type='text'>ISLAMIC BLOG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-8175232554160564682</id><published>2009-09-03T23:53:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T00:04:21.390-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR SURAT AL KAUTSAR</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kautsar AYAT 1 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1)&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Orang-orang musyrik di Mekah dan Orang-orang  munafik di Madinah mencemoohkan dan mencaci-maki Nabi sebagai berikut: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;a. Pengikut-pengikut Muhammad terdiri dari orang-orang  biasa yang tidak mempunyai kedudukan, kalau agama yang dibawanya itu benar tentu  yang menjadi pengikutnya pengikut-pengikutnya orang-orang mulia yang  berkedudukan di antara mereka. Ucapan ini bukanlah suatu keanehan, karena kaum  Nuh juga dahulu kala telah menyatakan yang demikian kepada nabi Nuh A.S.  sebagaimana firman Allah: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;  &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   فقال الملأ الذين كفروا من قومه ما نراك إلا بشرا مثلنا وما نراك اتبعك إلا الذين    هم أراذلنا بادي الرأي وما نرى لكم علينا من فضل بل نظنكم كاذبين  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans"&gt;Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari  kaumnnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa)  seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan  orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami  tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan 'kami  yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta". &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Q.S. (Hud): 27. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Sunatullah yang berlaku di antara hamba-hamba-Nya, bahwa  mereka yang cepat menerima panggilan para rasul adalah orang-orang biasa, orang  lemah karena mereka tidak takut kehilangan, karena mereka tidak mempunyai  pangkat atau kedudukan yang ditakuti hilang. Dari itu pertentangan terus-menerus  terjadi antara mereka dengan para rasul, tetapi Allah senantiasa membantu para  rasul Nya dan menunjang dakwah mereka. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Begitulah sikap penduduk Mekah terhadap dakwah Nabi SAW.  pembesar-pembesar dan orang-orang yang berkedudukan tidak mau mengikuti Nabi  karena benci kepada beliau dan terhadap orang-orang biasa yang menjadi pengikut  beliau. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;b. Orang-orang Mekah bila melihat anak-anak Nabi  meninggal dunia, mereka berkata, "Sebutan Muhammad akan lenyap dan dia akan mati  punah". Mereka mengira bahwa kematian itu suatu kekurangan lalu mereka mengejek  Nabi dan berusaha menjauhkan manusia dari Nabi SAW. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;C. Orang-orang Mekah bila melihat suatu musibah atau  kesulitan yang menimpa pengikut-pengikut Nabi, mereka bergembira dan bersenang  hati serta menunggu kehancuran mereka dan lenyapnya sebutan mereka, lalu  kembalilah kepada mereka kedudukan mereka yang semula, yang telah diguncangkan  oleh agama baru itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Maka pada surah itu Allah menyampaikan kepada Rasul-Nya,  bahwa tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik itu adalah suatu  purbasangka yang tidak ada artinya sama sekali. Namun semua itu adalah untuk  membersihkan jiwa-jiwa yang masih dapat dipengaruhi oleh isyu-isyu tersebut dan  untuk mematahkan tipu daya orang-orang musyrik, agar mereka mengetahui bahwa  perjuangan Nabi SAW., pasti akan menang dan pengikut-pengikut beliau pasti akan  bertambah banyak. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah memberi  Nabi-Nya nikmat dan anugerah yang tidak dapat dihitung banyaknya dan tidak dapat  dinilai tinggi mutunya, walaupun (orang musyrik) memandang hina dan tidak  menghargai pemberian itu disebabkan kekurangan akal dan pengertian mereka.  Pemberian itu berupa kenabian, agama yang benar, petunjuk-petunjuk dan jalan  yang lurus yang membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;        &lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kautsar AYAT 2 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi-Nya  agar mengerjakan salat dan menyembelih hewan korban karena Allah semata-mata,  karena Dia sajalah yang mendidiknya dan melimpahkan karunia-Nya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول    المسلمين  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans"&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya salatku, ibadatku,  hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah. Tuhan semesta alam, tiada sekutu  bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang  yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Q.S. (Al An'am): 162-163.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;  &lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kautsar AYAT 3 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;h3&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Sesudah Allah menghibur dan menggembirakan  Rasul-Nya serta memerintahkan supaya mensyukuri anugerah-anugerah-Nya dan  sebagai kesempurnaan nikmat-Nya, maka Allah menjadikan musuh-musuh Nabi itu hina  dan tidak percaya. Siapa saja yang membenci dan mencaci Nabi akan hilang  pengaruhnya dan tidak ada kebahagiaan baginya di dunia dan di akhirat. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Adapun Nabi dan pengikut-pengikutnya sebutan dan basil  perjuangannya akan tetap jaya sampai Hari Kiamat. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Orang-orang yang mencaci Nabi, bukanlah mereka tidak  senang kepada pribadi Nabi, tetapi yang mereka benci dan tidak senang adalah  petunjuk dan hikmah yang dibawa beliau, karena beliau mencela kebodohan mereka  dan mencaci berhala-berhala yang mereka sembah serta mengajak mereka untuk  meninggalkan penyembahan berhala-berhala itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Sungguh Allah telah menepati janji-Nya dengan  menghinakan dan menjatuhkan martabat orang-orang yang mencaci Nabi, sehingga  nama mereka hanya diingat ketika membicarakan orang-orang jahat dan  kejahatannya. Adapun kedudukan Nabi SAW. dan orang-orang yang menerima petunjuk  beliau serta nama harum mereka diangkat setinggi-tingginya oleh Allah sepanjang  masa. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-8175232554160564682?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/8175232554160564682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=8175232554160564682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/8175232554160564682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/8175232554160564682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/tafsir-surat-al-kautsar.html' title='TAFSIR SURAT AL KAUTSAR'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-2504078695568547712</id><published>2009-09-03T23:51:00.001-07:00</published><updated>2009-09-04T00:04:21.399-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR SURAT AL FALAQ</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Falaq ayat 1 - 2 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dalam ayat-ayat berikut ini Allah memerintahkan  kepada Nabi-Nya termasuk juga seluruh kaum muslimin supaya selalu berlindung  kepada Tuhan Pencipta semua makhluk agar terpelihara dari segala macam kejahatan  atau akibat kejahatan yang ditimbulkan oleh makhluk-makhluk yang telah  diciptakan-Nya.&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Falaq ayat 3 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Kemudian dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa  sebagian makhluk-makhluk-Nya sering menimbulkan kejahatan pada waktu malam bila  segala sesuatu telah diliputi oleh kegelapan. Dalam pada itu keadaan malam bila  telah gelap gulita menyebabkan kita takut dan gelisah, seakan-akan ada sesuatu  yang tersembunyi dalam kegelapannya yang akan menyakiti kita sebagai pembantu  musuh-musuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Falaq ayat 4 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dalam ayat ini Allah menambah bagian makhluk  yang diminta agar kita terlindung dari kejahatan tukang sihir yang meniupkan  mantera-mantera dengan maksud memutuskan tali kasih sayang dan mengoyak-ngoyak  ikatan persaudaraan; seperti ikatan nikah dan lain-lain. Perbuatan sihir itu  dapat mengubah kasih sayang antara dua teman yang akrab menjadi permusuhan.  Penghasut membawa berita yang nampaknya benar dan sulit mendustakannya,  sebagaimana dilakukan oleh tukang sihir dalam usahanya memisahkan suami istri. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Syekh Muhammad 'Abduh berkata: "Berkenaan dengan  keterangan tersebut di atas, telah diriwayatkan hadis tentang Nabi SAW. yang  disihir oleh Labid bin A'sam, yang sangat mengesankan pada pribadi Nabi;  sehingga seakan-akan beliau mengerjakan sesuatu padahal beliau tidak  mengerjakannya, atau mengambil sesuatu padahal beliau tidak mengambilnya. Lalu  Allah memberitahukan kepadanya tentang tukang sihir itu. Kemudian dikeluarkan  sihir itu dalam hatinya, lalu Nabi SAW. menjadi sehat kembali, lalu turunlah  surah ini. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Nabi SAW. kena sihir sehingga menyentuh akal yang  berhubungan langsung dengan jiwa beliau, karena itu orang-orang musyrik berkata,  sebagaimana firman Allah. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   إن تتبعون إلا رجلا مسحورا  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans" size="4"&gt;"Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang  laki-laki yang kena sihir". &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;(Q.S. Al Isra': 47). &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Yang wajib kita itikadkan bahwa Alquran adalah mutawatir  dan menyangkal bahwa Nabi SAW. kena sihir, karena yang menyatakan demikian itu  adalah orang-orang musyrik, Alquran mencela ucapan mereka itu. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Hadis tersebut seandainya termasuk di antara hadis-hadis  sahih, tetapi dia tergolong hadis ahad yang tidak cukup untuk dijadikan dasar  dalam akidah. Sedangkan kemaksuman nabi-nabi adalah merupakan akidah yang telah  dipegangi dengan yakin. Terhindarnya Nabi SAW. dari sihir bukanlah berarti  mematikan sihir secara keseluruhan. Mungkin seseorang yang kena sihir menjadi  gila akan tetapi mustahil terjadinya bagi Nabi SAW. karena Allah menjaga dan  melindunginya. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dijelaskan bahwa surai Al Falaq ini adalah surah  Makkiyah yang diturunkan sebelum hijrah menurut pernyataan "Ata", Hasan dan  Jabir, sedang yang mereka tuduhkan bahwa Nabi SAW. kena sihir di Madinah, maka  sangat lema untuk berpegang pada hadis tersebut dan untuk menyatakan hadis  sahih. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Kita harus berpegang pada nas Alquran dan tidak perlu  berpegang kepada hadis ahad tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Falaq ayat 5 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dalam ayat ini Allah SWT menyebutkan bagi  makhluk yang lain yang kita disuruh berlindung kepada-Nya, yaitu: "Kami  berlindung kepada Engkau Ya Tuhan kami dari kejahatan orang-orang yang dengki  bila ia melaksanakan kedengkiannya dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk  menghilangkan nikmat orang yang dijadikan obyek kedengkiannya dengan  bermacam-macam cara dan dengan mengadakan perangkap-perangkap untuk menjebak  orang yang didengkinya jatuh ke dalam kemudaratan. Tipu muslihat yang  dijalankannya itu adalah sangat licik sehingga sulit mengetahuinya. Tiada jalan  untuk menghindarinya dan tidak ada jalan kecuali dengan memohon bantuan kepada  Allah Maha Pencipta karena Dia-lah yang dapat menolak tipu dayanya, menghindari  kejahatannya atau menggagalkan usahanya. &lt;/font&gt;             &lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-2504078695568547712?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/2504078695568547712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=2504078695568547712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2504078695568547712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2504078695568547712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/tafsir-surat-al-falaq.html' title='TAFSIR SURAT AL FALAQ'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-4767079107069010152</id><published>2009-09-03T23:50:00.001-07:00</published><updated>2009-09-04T00:04:21.406-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR SURAT AN NAAS</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas ayat 1 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan  Rasul-Nya termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohonkan perlindungan  kepada Tuhan yang menjadikan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan dan menjaga  kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi  peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt;&lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt; Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas ayat 2  &lt;/font&gt;&lt;div dir="rtl" class="sc_quran" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt; مَلِكِ النَّاسِ (2) &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/h3&gt;&lt;/center&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt; Allah SWT menjelaskan bahwa Tuhan yang mendidik manusia itu adalah yang memiliki dan yang mengatur semua syariat, dan yang membuat undang-undang, dan yang membuat peraturan-peraturan dan hukum-hukum agama. Barangsiapa mematuhinya akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas ayat 3 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   إِلَهِ النَّاسِ (3)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Allah SWT menambah keterangan tentang Tuhan  pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kehesaran-Nya. Mereka  tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk  kepada-Nya dengan sepenuh hatinya dan mereka tidak mengetahui bagaimana  datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh  jiwa raga mereka. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Mendahulukan kata "RABB" (pendidik) dari kata "Malik"  dan dari kata "Ilah" karena didikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan  terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata "Malik" (Raja)  karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan  berakal. Kemudian diikuti dengan kata "Ilah" (sembahan), karena manusia sesudah  berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia  saja yang berhak untuk disembah. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Allah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja  manusia, Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala  sesuatu. Tetapi di lain pihak manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan  dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka  mengadakan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan  itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang  mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh  mereka lakukan. Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya  dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat lain yang hampir sama artinya Allah  berfirman: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;   &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون الله والمسيح ابن مريم وما أمروا إلا    ليعبدوا إلها واحدا لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans"&gt;Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan  rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan)  Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha  Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa  yang mereka persekutukan. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;(Q.S. At Taubah: 31) &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dan firman-Nya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;   &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   ولا يأمركم أن تتخذوا الملائكة والنبيين أربابا أيأمركم بالكفر بعد إذ أنتم    مسلمون  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans"&gt;Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu  menjadikan malaikat dan para Nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) Dia menyuruhmu  berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam!. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;(Q.S. Ali Imran: 80). &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Maksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa  Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka  berfikir dan Dia raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka,  maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka  padahal mereka manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;   &lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas ayat 4 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar  berlindung kepada Allah Rabbul Alamin dari kejahatan bisikan setan yang  senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Bisikan dan was-was yang berasal dari godaan setan itu  bila dihadapkan kepada akal yang sehat mesti kalah dan orang yang tergoda  menjadi sadar kembali, karena semua bisikan dan was-was setan yang akan  menyakiti mausia itu akan menjadi hampa bila jiwa sadar kembali kepada  perintah-perintah agama. Begitu pula bila seorang menggoda temannya yang lain  untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi temannya itu berpegang kuat dengan  perintah-perintah agama niscaya ia akan berhenti menggoda dan merasa kecewa  karena godaannya itu tidak berhasil namun ia tetap menunggu kesempatan yang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Naas ayat 5 - 6 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan tentang  godaan tersebut, iaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam  dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam  ayat lain yang hampir sama maksudnya Allah berfirman: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans"&gt;"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi  itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin". &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Q.S. (Al An'am): 112. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu  keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia  menampakkan dirinya sebagai penasehat yang ikhlas, tetapi bila engkau  menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan  godaannya secara berlebih-lebihan. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Dalam hal ini Nabi SAW. telah bersabda: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_hadith"&gt;ان الله تجاوز لأمتي عما حدثت أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم  به "رواه أبو هريرة وخرجه مسلم &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_hadithmean"&gt;Sesungguhnya Allah SWT memaafkan dari umatku bisikan  Jiwanya, selama ia belum mengamalkan atau mengucapkannya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;HR. Bukhari dari Abu Hurairah. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Syekh Muhammad Abduh berpendapat bahwa yang menyebabkan  bisikan itu ada dua macam: &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;1. Dari jin yaitu sebangsa makhluk yang halus yang  tersembunyi yang tidak dapat dikenal tetapi hanya dapat dirasakan bekas  bisikannya dalam diri kita. Bagi setiap manusia ada setannya, yaitu kekuatan  batin yang mendorong dia berbuat jahat, yang membisikkan ke dalam jiwanya  bisikan-bisakan jahat. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;2. Dari setan manusia; godaan manusia ini dapat kita  saksikan dengan jelas, dengan melihat dan mendengarnya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Tersebut dalam beberapa hadis tentang adanya belalai  setan, hidung setan, paruh setan yang melekat di dada manusia atau di hati, itu  semua adalah gambaran dan perumpamaan saja. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Surah ini dimulai dengan kata "Pendidik", karena itu  Tuhan sebagai Pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan  bisikannya dari manusia. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="sc_inddra"&gt;Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia  memohon pertolongan hanya kepada Allah saja sebagaimana Dia telah memberi  petunjuk yang serupa dalam surah Al Ftihah, bahwa dasar yang terpenting dalam  agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam  ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala  godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;                &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-4767079107069010152?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/4767079107069010152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=4767079107069010152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4767079107069010152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4767079107069010152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/tafsir-surat-naas.html' title='TAFSIR SURAT AN NAAS'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-2344619225507579147</id><published>2009-09-03T23:49:00.001-07:00</published><updated>2009-09-04T00:04:21.412-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR SURAT AL IKHLAS</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash ayat 1 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dahhak meriwayatkan bahwa orang-orang musyrik  mengutus kepada Nabi Muhammad SAW Amir bin Tufail, menyampaikan amanah mereka  kepada Nabi, ia berkata: "Engkau telah memecah belahkan keutuhan kami,  memaki-maki "tuhan" kami, berubah agama nenek moyangmu. Jika engkau miskin dan  mau kaya kami berikan engkau harta. Jika engkau gila kami obati. Jika engkau  ingin wanita cantik akan kami kawinkan engkau dengannya". Nabi menjawab: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_hadith" size="4"&gt;لست بفقير ولا مجنون ولا هويت امرأة أنا رسول الله أدعوكم  من عبادة الأصنام إلى عبادته. فأرسلوه ثانية وقالوا: قل له بين لنا جنس معبودك. امن  ذهب أو من فضة؟ فأنزل الله هذه السورة. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_hadithmean" size="4"&gt;"Aku tidak miskin, tidak gila, tidak ingin kepada  wanita. Aku adalah Rasul Allah, mengajak kamu meninggalkan penyembahan berhala  dan mulai menyembah Allah Yang Maha Esa", kemudian mereka mengutus utusannya  yang kedua kalinya dan bertanya kepada Rasulullah. Terangkanlah kepada kami  macam Tuhan yang engkau sembeh itu. Apakah Dia dari emas atau perak?", lalu  Allah menurunkan surah ini. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;&lt;font class="sc_b"&gt;(HR. Dahhak) &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari  risalah Nabi SAW. iaitu mentauhidkan Allah dan menyucikan-Nya serta meletakkan  pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang  jahat, menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit  sampai dengan menerima balasannya berupa pahala atau dosa. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Telah diriwayatkan dalam hadis, "Bahwa surah ini  sebanding dengan sepertiga Alquran," karena barang siapa menyelami artinya  dengan bertafakur yang mendalam, niscaya jelaslah kepadanya bahwa semua  penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian  Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi-Nya menjawab  pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah  Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam  susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain,  sedang Allah sama sekali tidak memerlukan sesuatu apapun. Tegasnya keesaan Allah  itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada zat-Nya, Maha Esa pada sifat-Nya dan  Maha Esa pada afal-Nya. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun  dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu  sifat makhlukpun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada af'al-Nya berarti hanya  Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans" size="4"&gt;Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki  sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;(Q.S. Yasin: 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash ayat 2 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   اللَّهُ الصَّمَدُ (2)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Pada ayat ini Allah menambahkan penjelasan  tentang sifat Tuhan Yang Maha Esa itu, yaitu Dia adalah Tuhan tempat meminta dan  memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash ayat 3 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci  Dia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik  Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah  dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   فاستفتهم ألربك البنات ولهم البنون أم خلقنا الملائكة إناثا وهم شاهدون ألا إنهم    من إفكهم ليقولون ولد الله وإنهم لكاذبون  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_indqrntrans" size="4"&gt;Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka  (orang-orang kafir Mekah) "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk  mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat  berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya  mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: "Allah beranak". Dan  sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;(Q.S. As Saffat: 149-152). &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dan Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya,  Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. Maha suci Allah dari apa yang  tersebut. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Ibnu 'Abbas berkata: "Dia tidak beranak sebagaimana  Maryam melahirkan Isa A.S. dan tidak pula diperanakkan. Ini adalah bantahan  terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan  bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah. &lt;/font&gt;             &lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;center&gt; &lt;h3 class="sc_qbmp"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Ikhlash ayat 4 &lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="sc_quran" dir="rtl" align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)  &lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/center&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa  tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, Sifat dan  perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beriktikad bahwa  ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian  orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Untuk meresapkan arti ketauhidan kepada Allah yang  terkandung dalam surah Al Ikhlas, maka kami mencantumkan pada akhir tafsir surah  ini sebuah munajat kepada Allah yang diamalkan oleh mereka yang tekun  melaksanakan ibadahnya: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_indarabic" size="4"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله حمدا يوافي نعمه  ويكافئ مزيده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن والاه، يا  من لا أرى سواه وإن تعددت المظاهر ولا أناجي إلا إياه وإن كثرت الظواهر ولا أبتغي  إلا جدواه وإن تنوعت المصادر أسألك بحق توحيدك في الوجود وتعدد تجلياتك في الشهود  وبحرمة ظهورك للبصائر واحتجابك عن المشاعر أن تقضي حاجتي إليك.... وإن لا تجعل فيها  معولي إلا عليك وصلى الله على سيدنا (3 kali) محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه" &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Artinya: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha  Penyayang Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sesuai dengan  nikmat-nikmat-Nya dan seimbang nikmat tambahan-Nya. Semoga rahmat dan  keselamatan dilimpahkan kepada Nabi penutup, Muhammad SAW yang tidak ada lagi  Nabi sesudahnya dan kepada sekalian keluarganya, sahabat dan sekalian yang  mencintainya. Ya Allah, Tuhan yang aku tidak melihat (dengan mata hatiku) selain  Dia, walaupun banyak gejala-gejala nampak, dan yang aku tidak bermunajat  melainkan kepada-Nya saja, walaupun banyak wujud-wujud di alam lahir dan yang  aku tidak menginginkan melainkan manfaat-Nya walaupun banyak sumber-sumber  pengambilannya. Aku mohon kepada-Mu dengan tawassul kepada keesaan-Mu di alam  wujud dan berbilangnya tajalli (penampakan kekuasaan-Mu) di alam pancaindera dan  dengan kehormatan nampaknya keagungan-Mu bagi mata hati dan tertutupnya Engkau  dari jangkauan pancaindera, agar kiranya Engkau mengabulkan hajat permohonanku  ini dan agar Engkau tidak membiarkan aku bersandar pada permohonanku ini;  (sebutkan hajat yang dimaksud) apa hanya semata-mata kepada rahmat karunia-Mu  saja dan semoga rahmat keselamatan dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi  Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan kepada sekalian keluarganya dan sahabatnya.  (3x). &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_inddra" size="4"&gt;Munajat ini mengandung pula permohonan dipenuhi segala  hajat keperluan yang direnungkan ketika sampai kepada kalimat: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font class="sc_indarabic" size="4"&gt;أن تقضي حاجتي إليك. &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-2344619225507579147?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/2344619225507579147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=2344619225507579147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2344619225507579147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2344619225507579147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/tafsir-surat-al-ikhlas.html' title='TAFSIR SURAT AL IKHLAS'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-847584917125443591</id><published>2009-09-03T23:45:00.001-07:00</published><updated>2009-09-04T00:04:21.418-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR SURAT AL FATIHAH</title><content type='html'>&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_1"&gt;(1)BISMILLAHIRAMANIRAHIMI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Menyayangi&lt;/font&gt; &lt;!--1-1 --&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Ummu Salamah r.a. berkata, "Rasulullah saw. telah membaca Bismillahirrahmanirrahim       ketika membaca Fatihah dalam salat. (Hadis da'if Riwayat Ibnu Khuzaimah).&lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Abu Hurairah r.a. ketika memberi contoh salat Nabi saw. membaca keras-keras     Bismillahirrahmanirrahim. (HR. an-Nasa'i, Ibn Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Syafii dan al-Hakim meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Muawiyah ketika sembahyang     di Madinah sebagai imam, tidak membaca Bismillahirrahmanirrahim, maka ditegur oleh sahabat     Muhajirin yang hadir, kemudian ketika sembahyang lagi ia membaca Bismillahirrahmanirrahim.     &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Adapun dalam mazhab Imam Malik tidak membaca Basmalah berdasarkan hadis Aisyah r.a.     yang berkata, "Biasa Rasulullah saw. memulai salat dengan takbir dan bacaannya dengan     Alhamdu lillahi rabbil alamin. (HR. Muslim).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Anas r.a. berkata, "Saya sembahyang di belakang Nabi saw., Abu Bakar, Umar, Utsman     dan mereka semuanya memulai bacaannya dengan Alhamdu lillahi rabbil alamin".     (Bukhari, Muslim).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dan sunat membaca Bismillahirrahmanirrahim pada setiap perkataan dan perbuatan. karena     sabda Nabi saw. yang berbunyi:&lt;br /&gt;   "Tiap urusan (perbuatan) yang tidak dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim maka     terputus berkatnya."&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Juga sunat membaca Basmalah ketika wudu, karena sabda Nabi saw.:&lt;br /&gt;   "Tiada sempurna wudu orang yang tidak membaca Bismillah" &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dan sunat juga dibaca ketika menyembelih (membantai) binatang, juga sunat ketika makan,     karena sabda Nabi saw. ke- ada Umar bin Abi Salamah yang berbunyi, "Bacalah Bismil-     lah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat-dekat     kepadamu". (HR. Muslim). Juga membaca Basmalah ketika akan jima' (bersetubuh)     sebagaimana riwayat Ibn Abbas r.a. Rasullah saw. bersabda: Andaikan salah satu kamu jika     akan bersetubuh (jima') de- ngan istrinya membaca, "engan nama Allah, ya Allah     jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan dari rezeki yang Tuhan berikan kepada kami.     Maka jika ditakdirkan mendapat anak dari jima' tidak mudah diganggu oleh setan untuk     selamanya". (HR. Bukhari, Muslim).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;     &lt;/p&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="bismillah"&gt;Bismillah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; ( Dengan nama ALLAH )&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;     &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan nama Allah. Susunan kalimat yang demikian ini dalam bahasa Arab berarti ada       susunan kata-kata yang mendahuluinya yaitu: Aku mulai perbuatan ini dengan nama Allah,       atau: Permulaan dalam perbuatanku ini dengan nama Allah; untuk mendapat berkat dan       pertolongan rahmat Allah sehingga dapat selesai dengan sempurna dan baik. Juga untuk       menyedari kembali sebagai makhluk Allah, bahawa segalanya bergantung kepada rahmat kurnia       Allah. Hidup, mati dan daya upaya semata-semata terserah kepada rahmat kurnia Allah Azza       wa Jalla.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ALLAH"&gt;ALLAH&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Nama Zat Allah Ta'ala. Nama Allah khusus bagi Allah, tidak dinamakan pada zat yang lain       selain Allah. Haram menamakan dengan nama Allah pada zat yang lain selain Allah melainkan       dengan menyandarkan sesuatu seperti Abdullah (hamba Allah) atau Amatullah (hamba perempuan       Allah).&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="Ar-Rahman_Ar-Rahim"&gt;Ar-Rahman Ar-Rahim&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (Yang Maha Murah Yang Maha       Penyayang) &lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Ar-Rahman (Yang Pemurah) yakni yang penuh rahmatNya kepada semua makhluk di dunia hingga       di akhirat, kepada yang mukmin maupun yang kafir. Adapun Ar-Rahim (Yang Penyayang) khusus       rahimNya buat kaum mukmin sahaja.&lt;/font&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Firman Allah: "Arrahman alal arsyi istawa",       untuk menunjukkan bahwa rahmat Allah meliputi (memenuhi) seiuruh Arsy. Dan firman Allah:       "Wa kaana bil mu'miniina rahiima" (Dan terhadap kaum mukminin sangat belas       kasih).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Nama Rahman ini juga khusus bagi Allah, tidak dapat dipakai oleh lain-lainNya. Karena       itu ketika Musailama al-Kadzdzab berani menamakan dirinya Rahmanul Yamamah, maka Allah       membuka kepalsuan dan kedustaannya, sehingga dikenal di tengah-tengah masyarakat       Musailamah al-Khadzdzab bukan sahaja bagi penduduk kota bahkan orang-orang Baduwi juga       menyebutnya Musailamah al-Khadzdzab iaitu Musailamah Yang Pembohong.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kesimpulan di dalam asma (nama-nama) Allah ada yang dapat dipakai oleh lain-Nya dan ada       juga yang tidak dapat dipakai oleh lain-Nya seperti Allah, Ar-Rahman, Al-Khalik, Ar-Razak       dan lain-lainnya. Dan yang boleh seperti Ar-Rahim, As-Sami', Al-Bashir seperti firman       Allah, "Faja'alnaahu samii'an bashiira" (Maka Kami jadikan manusia itu mendengar       lagi melihat).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;       &lt;/p&gt;     &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_2"&gt;(2) ALHAMDU LILLAHIR RABBIL ALAMIN&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  Segala puja dan puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara alam semesta. &lt;/font&gt; &lt;!--1-2 --&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Ibn Jarir berkata, "Alhamdu lillah, syukur yang ikhlas melulu kepada Allah tidak       kepada lain-lain-Nya daripada makhluk-Nya, syukur itu karena nikmat-Nya yang diberikan       kepada hamba dan makhluk-Nya yang tidak dapat dihitung dan tidak terbatas, seperti alat       anggota manusia untuk menunaikan kewajiban taat kepada-Nya, di samping rezeki yang       diberikan kepada semua makhluk manusia, jin dan binatang dari berbagai perlengkapan hidup,       karena itulah maka pujian itu sejak awal hingga akhirnya tetap pada Allah semata-mata.&lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="alhamdullilah"&gt;Alhamdullilah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Pujian Allah pada diri-Nya, yang mengandung tuntunan kepada hamba-Nya supaya mereka       memuji Allah seperti seakan-akan perintah Allah, "Bacalah olehmu Alhamdulillah".&lt;/font&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Alhamd       pujian dengan lidah terhadap sifat-sifat pribadi, maupun sifat yang menjalar kepada orang       lain, sebaliknya syukur itu pujian terhadap sifat yang menjalar, tetapi syukur dapat       dilaksanakan dengan hati, lidah dan anggota badan. Alhamd berarti memuji sifat keberanian,       kecerdasan-Nya atau karena pemberian-Nya. Syukur khusus untuk pemberian-Nya. Alhamd (puji)       lawan kata Adzzam (cela).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ibn Abbas r.a. berkata, Umar r.a. berkata kepada sahabat- sahabat, "Kami telah       mengerti dan mengetahui kalimat Subanallah, laa ilaha illallah dan Allahu Akbar, maka       apakah Alhamdu Lillahi itu?" Jawab Ali r.a., "Suatu yang dipilih oleh Allah       untuk memuji Zat-Nya".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ibn Abbas berkata, 'Alhamdu Lillah kalimat syukur, maka jika seorang membaca Alhamdu       Lillah, Allah menjawab, "HambaKu telah syukur pada-Ku".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Jabir bin Abdullah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda: Seutama-utamanya zikir ialah       "La ilaha illallah", dan seutama-utamanya doa ialah "Alhamdu Lillah".       (HR. at-Tirmidzi, hadis Hasan Gharib). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Anas. bin Malik r.a. berkata, Nabi saw. bersabda: Tiadalah Allah memberi nikmat kepada       seorang hamba- Nya, kemudian hamba itu mengucap "Alhamdu Lillah", melainkan apa       yang diberi itu lebih utama (afdhal) dari yang ia terima. (Yakni ucapan "Alhamdu       Lillah" lebih be- sar nilainya dari nikmat dunia itu). (HR. Ibnu Majah).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Anas r.a. juga meriwayatkan Nabi saw. bersabda, "Andaikan dunia sepenuhnya ini di       tangan seorang dari umatku kemudian ia membaca 'Alhamdu Lillah' maka pasti kalimat Alhamdu       Lillah lebih besar dari dunia yang di tangannya itu". 'Al' dalam kalimat Al-hamdu       berarti segala jenis puja dan puji bagi Allah. Sebagaimana tersebut dalam hadis       "Allahumma lakal hamdu kulluhu walakal mulku kulluhu wa biyadikal khair kullihi wa       ilaika yar ji'ul amru kulluhu" (Ya Allah bagi-Mu segala puji semuanya, dan bagi-Mu       kerajaan semuanya dan di tangan-Mu kebaikan semuanya, dan kepada-Mu kembali segala urusan       semuanya).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="rabb"&gt;Rabb&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Bererti pemilik yang berhak penuh, juga berarti majikan, juga yang memelihara serta       menjamin kebaikan dan perbaikan, dan semua makhluk alam semesta.&lt;/font&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Alam ialah segala       sesuatu selain Allah. Maka Allah Rabb dari semua alam itu sebagai pencipta, yang       mcmelihara, memperbaiki dan menjamin. Sebagaimana tersebut dalam surat asy- Syu'araa       23-24. Fir'aun bertanya, "Apakah rabbul alamin itu?" Jawab Musa, "Tuhan       Pencipta, Pemelihara penjamin langit dan bumi dan apa saja yang di antara keduanya, jika       kalian mahu percaya dan yakin."&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Alam itu juga pecahan dari alamat (tanda) sebab alam ini semua menunjukkan dan       membuktikan kcpada orang yang memperhatikannya sebagai tanda adanya Allah Tuhan yang       menjadikannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_3"&gt;(3) AR-RAHMAN AR-RAHIM&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt; &lt;!--1-3  --&gt;  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. &lt;/font&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ar-rahman"&gt;Ar-Rahman&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;yang memberi nikmat yang sebesar-besarnya seperti nikmat makan, minum, harta benda dan         lain-lain.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ar-rahim"&gt;Ar-Rahim&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;yang memberi nikmat yang halus sehingga tidak terasa, seperti nikmat iman dan islam.         Jika anda akan menghitung nikmat kurnia Allah maka takkan dapat menghitungnya.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_4"&gt;(4) MALIKI YAUMIDIN&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt; &lt;!--1-4--&gt;  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Raja yang memiliki pembalasan&lt;/font&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="maliki"&gt;Maliki&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Dapat dibaca: Maliki (Raja), dan Maaliki (Pemilik - Yang Memiliki). Maaliki sesuai         dengan ayat:&lt;br /&gt;       "Sesungguhnya Kami yang mewarisi bumi dan semua yang di atasnya, dan kepada Kami         mereka akan kembali."&lt;br /&gt;       (Maryam 40).&lt;/font&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maliki sesuai dengan ayat: Katakanlah, "Aku berlindung dengan Tuhannya         manusia. Rajanya manusia".&lt;br /&gt;       (an-Naas 1-2)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;. "Bagi siapakah kerajaan pada hari ini (hari kiamat)? Bagi Allah Yang Esa yang         memaksa (perkasa)."&lt;br /&gt;       (al-Mu'min = Ghafir 16).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kerajaan yang sesungguhnya pada hari itu hanya bagi Ar: Rahman.&lt;br /&gt;       (al-Furqan 26).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ad-din"&gt;Ad-Din&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (Pembalasan dan Perhitungan). &lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Sesuai dengan ayat:&lt;br /&gt;       "Apakah kami akan dibalas (diperhitungkan)". (as-Shafaat 53). &lt;/font&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umar r.a.         berkata, "Andaikan perhitungan bagi dirimu sebelum kamu dihisab (diperhitungkan) dan         pertimbangkan untuk dirimu sebelum kamu ditimbang, dan siap-siaplah untuk menghadapi         perhitungan yang besar, menghadap kepada Tuhan yang tidak tersembunyi pada-Nya sedikit pun         dari amal perbuatanmu. Pada hari kiamat kelak kalian akan dihadapkan kepada Tuhan dan         tidak tersembunyi pada-Nya suatu apa pun." &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_5"&gt;(5) Iyyaka na'budu wa iyyaka nas ta'iin.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;!--1-5 --&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Hanya kepadaMu (Allah) kami mengabdi (menyembah) dan hanya kepada-Mu pula kami minta     pertolongan.&lt;/font&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Adh-Dhahaak dari Ibn Abbas berkata, &lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;"Iyyaka na'budu bermaksud Kepada-Mu kami menyembah mengesakan dan takut dan         berharap, wahai Tuhan tidak ada lain-Mu". Dan Iyyaka nasta'in bermaksud "Kami         minta tolohg kepada-Mu untuk menjalankan taat dan untuk mencapai semua hajat         kepentinganku"&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Qatadah berkata, &lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allah menyuruh supaya tulus ikhlas dalam         melakukan ibadat kepada Allah dan supaya benar-benar mengharap bantuan pertolongan Allah         dalam segala urusan." &lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_6"&gt;(6) Ihdinaas Shiraathal mustaqiim&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;!--1-6 --&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Pimpinlah kami ke jalan yang lurus.&lt;/font&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Shirath dapat dibaca dengan shad, siin dan zai dan tidak berubah arti.&lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Shiraathal mustaqiim, jalan yang lurus yang jelas tidak berliku-liku. Shiraatal       mustaqiim, ialah mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Juga berarti Kitab Allah,       sebagaimana riwayat dari Ali r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda,       "Asshiratul mustaqiim kitabullah'. Juga berarti Islam, sebagai agama Allah yang tidak       akan diterima lainnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;An Nawas bin Sam'aan r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah mengadakan contoh perumpamaan suatu jalan (shirrat) yang lurus, sedang di         kanan-kiri jalan ada dinding dan di pagar ada pintu-pintu terbuka, pada tiap pintu ada         tabir yang menutupi pintu, dan di muka jalan ada suara berseru, "Hai manusia masuklah         ke jalan ini, dan jangan berbelok dan di atas jalanan ada seruan, maka bila ada orang yang         akan membuka pintu dipenngatkan, 'Celaka anda, jangan membuka, sungguh jika anda membuka         pasti akan masuk'. Shiraat itu ialah Islam, dan pagar itu batas-batas hukum Allah dan         pintu yang terbuka ialah yang diharamkan Allah- sedang seruan di muka jalan itu ialah         kitab Allah, dn seruan di atas shiraf ialah seruan nasihat dalam hati tiap orang muslim.&lt;br /&gt;       (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa'i).&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Tujuan ayat ini minta taufik hidayat semoga tetap mengikuti apa yang diridai Allah,         sebab siapa yang mendapat taufik hidayat untuk apa yang diridai Allah maka ia termasuk         golongan mereka yang mendapa nikmat dari Allah daripada Nabi shiddiqin, syuhada dan         shalihin. Dan siapa yang mendapat taufik hidayat sedemikian berarti ia benar-benar Islam         berpegang pada kitab Allah dan sunnaturrasul, menjalankan semua perintah dan meninggalkan         semua larangan syariat agama.&lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Jika ditanya, "Mengapakah seorang mukmin harus minta hidayat, padahal ia bersalat       itu berarti hidayat?"&lt;br /&gt;     Jawabnya, "Seorang memerlukan hidayat itu pada setiap saat dan dalam segala hal       keadaan kepada Allah supaya tetap terus terpimpin oleh hidayat Tuhan itu, karena itulah       Allah menunjukkan jalan kepadanya supaya minta kepada Allah untuk mendapat hidayat taufik       dan pimpinan-Nya. Maka seorang yang bahagia hanyalah orang yang selalu mendapat taufik       hidayat Allah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebagaimana firman Allah dalam ayat 136, surat an-Nisa:&lt;br /&gt;     "Hal orang beriman percayalah kepada Allah dan Rasulullah" (an-Nisa 136).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam ayat ini orang mukmin disuruh beriman, yang maksudnya supaya terus tetap imannya       dan melakukan semua perintah dan menjauhi larangan, jangan berhenti di tengah jalan, yakni       istiqamah hingga mati.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;       &lt;/p&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name="ayat_7"&gt;(7) Shiraathalladzina an'amta alaihim ghairil magh dhubi alaihim     waladh dhaallin&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;!-- 1-7 --&gt; &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Tuhan atas mereka, dan bukan jalan yang     dimurkai Tuhan atas mereka dan bukan jalan orang-orang yang sesat.&lt;/font&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Inilah maksud jalan yang lurus itu, yaitu yang dahulu sudah ditempuh oleh orang-orang         yang mendapat rida dan nikmat dari Allah ialah mereka yang tersebut dalam ayat 69 an-Nisa:       &lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Dan siapa yang taat kepada Allah dan Rasulullah maka mereka akan bersama orang-orang         yang telah diberi nikmat oleh Allah dari para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin, dan         merekalah sebaik-baik kawan. (an-Nisa 69).&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Dilanjutkan oleh Allah dengan ayat: &lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;"Dzalikal fadh lu minallahi wakafa billahi aliimaa" (Itulah kurnia Allah dan         cukup Allah yang Maha Mengetahui.)&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;font size="4"&gt;Ibnu Abbas berkata, "Jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Tuhan kepada mereka         sehingga dapat menjalankan taat ibadat serta istiqamah seperti Malaikat, Nabi-nabi,         Shiddiqin, syuhada dan shalihin.&lt;/font&gt;&lt;/dt&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bukan jalan orang-orang dimurkai atas mereka, yaitu mereka yang telah mengetahui       kebenaran hak tetapi tidak melaksanakannya seperti orang-orang Yahudi, mereka telah       mengetahui kitab Allah, tetapi tidak melaksanakannya, juga bukan jalan orang-orang yang       sesat karena mereka tidak mengetahui. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ady bin Hatim r.a. bertanya kepada Nabi saw., "Siapakah yang dimurkai Allah       itu?" Jawab Nabi saw., "Alyahud (Yahudi)". "Dan siapakah yang sesat       itu?" Jawab Nabi saw. "An-Nashara (Kristen/Nasrani)".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang Yahudi disebut dalam ayat "Man la'anabullahu wa ghadhiba alaihi"(Orang       yang dikutuk (dilaknat) oleh Allah dan dimurkai, sehingga dijadikan di antara mereka kera       dan babi.)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang Nashara disebut dalam ayat "Qad dhallu min qablu, wa adhallu katsiera wa       dhallu an sawaa issabiil" (Mereka yangtelah sesat sejak dahulu, dan menyesatkan orang       banyak, dan tersesat dari jalan yang benar.)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-847584917125443591?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/847584917125443591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=847584917125443591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/847584917125443591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/847584917125443591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/tafsir-surat-al-fatihah.html' title='TAFSIR SURAT AL FATIHAH'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-3845090657047107587</id><published>2009-09-03T23:31:00.002-07:00</published><updated>2009-09-03T23:34:40.632-07:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN SURAT AL FATIHAH</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Surat Al-Fatihah&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Pertama: Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Shalat&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda yang artinya, &lt;em&gt;“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, &lt;em&gt;“Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span id="more-67"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Makna dari &lt;em&gt;khidaaj&lt;/em&gt; adalah kurang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut, &lt;em&gt;“Tidak lengkap”&lt;/em&gt;. Berdasarkan hadits ini dan hadits sebelumnya para imam seperti imam Malik, Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan para sahabatnya, serta mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum membaca Al Fatihah di dalam shalat adalah wajib, tidak sah shalat tanpanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Kedua: Al Fatihah Adalah Surat Paling Agung Dalam Al Quran&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata kepadaku, &lt;em&gt;“Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari, dinukil dari &lt;em&gt;Riyadhush Shalihin&lt;/em&gt; cet. Darus Salam, hal. 270)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan Tentang Bacaan Ta’awwudz dan Basmalah&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna bacaan Ta’awwudz&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maknanya: &lt;em&gt;“Aku berlindung kepada Allah dari kejelekan godaan syaitan agar dia tidak menimpakan bahaya kepadaku dalam urusan agama maupun duniaku.”&lt;/em&gt; Syaitan selalu menempatkan dirinya sebagai musuh bagi kalian. Oleh sebab itu maka jadikanlah diri kalian sebagai musuh baginya. Syaitan bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan umat manusia. Allah menceritakan sumpah syaitan ini di dalam Al Quran,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;“Demi kemuliaan-Mu sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (yang diberi anugerah keikhlasan).”&lt;/em&gt; (QS. Shaad: 82-83)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan demikian tidak ada yang bisa selamat dari jerat-jerat syaitan kecuali orang-orang yang ikhlas.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Isti’adzah/ta’awwudz (meminta perlindungan) adalah ibadah. Oleh sebab itu ia tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. Karena menujukan ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan. Orang yang baik tauhidnya akan senantiasa merasa khawatir kalau-kalau dirinya terjerumus dalam kesyirikan. Sebagaimana Nabi Ibrahim &lt;em&gt;‘alaihis salam&lt;/em&gt; yang demikian takut kepada syirik sampai-sampai beliau berdoa kepada Allah,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;ً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;“Dan jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari penyembahan berhala.”&lt;/em&gt; (QS. Ibrahim: 35)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ini menunjukkan bahwasanya tauhid yang kokoh akan menyisakan kelezatan di dalam hati kaum yang beriman. Yang bisa merasakan kelezatannya hanyalah orang-orang yang benar-benar memahaminya. Syaitan yang berusaha menyesatkan umat manusia ini terdiri dari golongan jin dan manusia. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam ayat yang artinya,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;“Dan demikianlah Kami jadikan musuh bagi setiap Nabi yaitu (musuh yang berupa) syaithan dari golongan manusia dan jin. Sebagian mereka mewahyukan kepada sebagian yang lain ucapan-ucapan yang indah untuk memperdaya (manusia).”&lt;/em&gt; (QS. Al An’aam: 112) (Diringkas dari &lt;em&gt;Syarhu Ma’aani Suuratil Faatihah&lt;/em&gt;, Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alus Syaikh &lt;em&gt;hafizhahullah&lt;/em&gt;).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna bacaan Basmalah&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maknanya; &lt;em&gt;“Aku memulai bacaanku ini seraya meminta barokah dengan menyebut seluruh nama Allah.”&lt;/em&gt; Meminta barokah kepada Allah artinya meminta tambahan dan peningkatan amal kebaikan dan pahalanya. Barokah adalah milik Allah. Allah memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Jadi barokah bukanlah milik manusia, yang bisa mereka berikan kepada siapa saja yang mereka kehendaki (&lt;em&gt;Syarhu Ma’aani Suratil Fatihah&lt;/em&gt;, Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alus Syaikh &lt;em&gt;hafizhahullah&lt;/em&gt;).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak diibadahi dengan disertai rasa cinta, takut dan harap. Segala bentuk ibadah hanya boleh ditujukan kepada-Nya. &lt;em&gt;Ar-Rahman&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Ar-Rahiim&lt;/em&gt; adalah dua nama Allah di antara sekian banyak &lt;em&gt;Asma’ul Husna&lt;/em&gt; yang dimiliki-Nya. Maknanya adalah Allah memiliki kasih sayang yang begitu luas dan agung. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu. Akan tetapi Allah hanya melimpahkan rahmat-Nya yang sempurna kepada hamba-hamba yang bertakwa dan mengikuti ajaran para Nabi dan Rasul. Mereka inilah orang-orang yang akan mendapatkan rahmat yang mutlak yaitu rahmat yang akan mengantarkan mereka menuju kebahagiaan abadi. Adapun orang yang tidak bertakwa dan tidak mengikuti ajaran Nabi maka dia akan terhalangi mendapatkan rahmat yang sempurna ini (lihat &lt;em&gt;Taisir Lathifil Mannaan&lt;/em&gt;, hal. 19).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan Kandungan Surat&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Pertama&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Makna &lt;em&gt;Alhamdu&lt;/em&gt; adalah pujian kepada Allah karena sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Dan juga karena perbuatan-perbuatanNya yang tidak pernah lepas dari sifat memberikan karunia atau menegakkan keadilan. Perbuatan Allah senantiasa mengandung hikmah yang sempurna. Pujian yang diberikan oleh seorang hamba akan semakin bertambah sempurna apabila diiringi dengan rasa cinta dan ketundukkan dalam dirinya kepada Allah. Karena pujian semata yang tidak disertai dengan rasa cinta dan ketundukkan bukanlah pujian yang sempurna.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Makna dari kata &lt;em&gt;Rabb&lt;/em&gt; adalah &lt;em&gt;Murabbi&lt;/em&gt; (yang mentarbiyah; pembimbing dan pemelihara). Allahlah Zat yang memelihara seluruh alam dengan berbagai macam bentuk tarbiyah. Allahlah yang menciptakan mereka, memberikan rezeki kepada mereka, memberikan nikmat kepada mereka, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah bentuk tarbiyah umum yang meliputi seluruh makhluk, yang baik maupun yang jahat. Adapun tarbiyah yang khusus hanya diberikan Allah kepada para Nabi dan pengikut-pengikut mereka. Di samping tarbiyah yang umum itu Allah juga memberikan kepada mereka tarbiyah yang khusus yaitu dengan membimbing keimanan mereka dan menyempurnakannya. Selain itu, Allah juga menolong mereka dengan menyingkirkan segala macam penghalang dan rintangan yang akan menjauhkan mereka dari kebaikan dan kebahagiaan mereka yang abadi. Allah memberikan kepada mereka berbagai kemudahan dan menjaga mereka dari hal-hal yang dibenci oleh syariat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dari sini kita mengetahui betapa besar kebutuhan alam semesta ini kepada Rabbul ‘alamiin karena hanya Dialah yang menguasai itu semua. Allah satu-satunya pengatur, pemberi hidayah dan Allah lah Yang Maha kaya. Oleh sebab itu semua makhluk yang ada di langit dan di bumi ini meminta kepada-Nya. Mereka semua meminta kepada-Nya, baik dengan ucapan lisannya maupun dengan ekspresi dirinya. Kepada-Nya lah mereka mengadu dan meminta tolong di saat-saat genting yang mereka alami (lihat &lt;em&gt;Taisir Lathiifil Mannaan&lt;/em&gt;, hal. 20).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Kedua&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;Ar-Rahman&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Ar-Rahiim&lt;/em&gt; adalah nama Allah. Sebagaimana diyakini oleh Ahlusunnah wal Jama’ah bahwa Allah memiliki nama-nama yang terindah. Allah ta’ala berfirman,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;“Milik Allah nama-nama yang terindah, maka berdo’alah kepada Allah dengan menyebutnya.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt; (QS. Al A’raaf: 180)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Setiap nama Allah mengandung sifat. Oleh sebab itu beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keimanan kepada Allah. Dalam mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah ini kaum muslimin terbagi menjadi 3 golongan yaitu: (1) Musyabbihah, (2) Mu’aththilah dan (3) Ahlusunnah wal Jama’ah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Musyabbihah adalah orang-orang yang menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk. Mereka terlalu mengedepankan sisi penetapan nama dan sifat dan mengabaikan sisi penafian keserupaan sehingga terjerumus dalam tasybih (peyerupaan). Adapun Mu’aththilah adalah orang-orang yang menolak nama atau sifat-sifat Allah. Mereka terlalu mengedepankan sisi penafian sehingga terjerumus dalam ta’thil (penolakan). Ahlusunnah berada di tengah-tengah. Mereka mengimani dalil-dalil yang menetapkan nama dan sifat sekaligus mengimani dalil-dalil yang menafikan keserupaan. Sehingga mereka selamat dari tindakan tasybih maupun ta’thil. Oleh sebab itu mereka menyucikan Allah tanpa menolak nama maupun sifat. Mereka menetapkan nama dan sifat tapi tanpa menyerupakannya dengan makhluk. Inilah akidah yang dipegang oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan para sahabatnya serta para imam dan pengikut mereka yang setia hingga hari ini. Inilah aqidah yang tersimpan dalam ayat yang mulia yang artinya,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”&lt;/em&gt; (QS. Asy Syuura: 11) (silakan baca &lt;em&gt;Al ‘Aqidah Al Wasithiyah&lt;/em&gt; karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan juga &lt;em&gt;‘Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah&lt;/em&gt; karya Syaikh Ibnu Utsaimin &lt;em&gt;rahimahumallahu ta’ala&lt;/em&gt;).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah Maha Mendengar dan juga Maha Melihat. Akan tetapi pendengaran dan penglihatan Allah tidak sama dengan pendengaran dan penglihatan makhluk. Meskipun namanya sama akan tetapi hakikatnya berbeda. Karena Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna sedangkan makhluk adalah sosok yang penuh dengan kekurangan. Sebagaimana sifat makhluk itu terbatas dan penuh kekurangan karena disandarkan kepada diri makhluk yang diliputi sifat kekurangan. Maka demikian pula sifat Allah itu sempurna karena disandarkan kepada sosok yang sempurna. Sehingga orang yang tidak mau mengimani kandungan hakiki nama-nama dan sifat-sifat Allah sebenarnya telah berani melecehkan dan berbuat lancang kepada Allah. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebagaimana semestinya. Lalu adakah tindakan jahat yang lebih tercela daripada tindakan menolak kandungan nama dan sifat Allah ataupun menyerupakannya dengan makhluk? Di dalam ayat ini Allah menamai diri-Nya dengan &lt;em&gt;Ar-Rahman&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Ar-Rahiim&lt;/em&gt;. Di dalamnya terkandung sifat &lt;em&gt;Rahmah&lt;/em&gt; (kasih sayang). Akan tetapi kasih sayang Allah tidak serupa persis dengan kasih sayang makhluk.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Ketiga&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Yang Menguasai pada hari pembalasan.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maalik adalah zat yang memiliki kekuasaan atau penguasa. Penguasa itu berhak untuk memerintah dan melarang orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya. Dia juga yang berhak untuk mengganjar pahala dan menjatuhkan hukuman kepada mereka. Dialah yang berkuasa untuk mengatur segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya menurut kehendaknya sendiri. Bagian awal ayat ini boleh dibaca &lt;em&gt;Maalik&lt;/em&gt; (dengan memanjangkan &lt;em&gt;mim&lt;/em&gt;) atau &lt;em&gt;Malik&lt;/em&gt; (dengan memendekkan &lt;em&gt;mim&lt;/em&gt;). &lt;em&gt;Maalik&lt;/em&gt; maknanya penguasa atau pemilik. Sedangkan &lt;em&gt;Malik&lt;/em&gt; maknanya raja.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;Yaumid diin&lt;/em&gt; adalah hari kiamat. Disebut sebagai hari pembalasan karena pada saat itu seluruh umat manusia akan menerima balasan amal baik maupun buruk yang mereka kerjakan sewaktu di dunia. Pada hari itulah tampak dengan sangat jelas bagi manusia kemahakuasaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya. Pada saat itu akan tampak sekali kesempurnaan dari sifat adil dan hikmah yang dimiliki Allah. Pada saat itu seluruh raja dan penguasa yang dahulunya berkuasa di alam dunia sudah turun dari jabatannya. Hanya tinggal Allah sajalah yang berkuasa. Pada saat itu semuanya setara, baik rakyat maupun rajanya, budak maupun orang merdeka. Mereka semua tunduk di bawah kemuliaan dan kebesaran-Nya. Mereka semua menantikan pembalasan yang akan diberikan oleh-Nya. Mereka sangat mengharapkan pahala kebaikan dari-Nya. Dan mereka sungguh sangat khawatir terhadap siksa dan hukuman yang akan dijatuhkan oleh-Nya. Oleh karena itu di dalam ayat ini hari pembalasan itu disebutkan secara khusus. Allah adalah penguasa hari pembalasan. Meskipun sebenarnya Allah jugalah penguasa atas seluruh hari yang ada. Allah tidak hanya berkuasa atas hari kiamat atau hari pembalasan saja (lihat &lt;em&gt;Taisir Karimir Rahman&lt;/em&gt;, hal. 39).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Keempat&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Hanya kepada-Mu lah Kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah Kami meminta pertolongan.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maknanya: &lt;em&gt;“Kami hanya menujukan ibadah dan isti’anah (permintaan tolong) kepada-Mu.”&lt;/em&gt; Di dalam ayat ini objek kalimat yaitu &lt;em&gt;Iyyaaka&lt;/em&gt; diletakkan di depan. Padahal asalnya adalah &lt;em&gt;na’buduka&lt;/em&gt; yang artinya Kami menyembah-Mu. Dengan mendahulukan objek kalimat yang seharusnya di belakang menunjukkan adanya pembatasan dan pengkhususan. Artinya ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah. Tidak boleh menujukan ibadah kepada selain-Nya. Sehingga makna dari ayat ini adalah, ‘Kami menyembah-Mu dan kami tidak menyembah selain-Mu. Kami meminta tolong kepada-Mu dan kami tidak meminta tolong kepada selain-Mu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Ibadah bisa berupa perkataan maupun perbuatan. Ibadah itu ada yang tampak dan ada juga yang tersembunyi. Kecintaan dan ridha Allah terhadap sesuatu bisa dilihat dari perintah dan larangan-Nya. Apabila Allah memerintahkan sesuatu maka sesuatu itu dicintai dan diridai-Nya. Dan sebaliknya, apabila Allah melarang sesuatu maka itu berarti Allah tidak cinta dan tidak ridha kepadanya. Dengan demikian ibadah itu luas cakupannya. Di antara bentuk ibadah adalah do’a, berkurban, bersedekah, meminta pertolongan atau perlindungan, dan lain sebagainya. Dari pengertian ini maka isti’anah atau meminta pertolongan juga termasuk cakupan dari istilah ibadah. Lalu apakah alasan atau hikmah di balik penyebutan kata isti’anah sesudah disebutkannya kata ibadah di dalam ayat ini?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di &lt;em&gt;rahimahulah&lt;/em&gt; berkata, “Didahulukannya ibadah sebelum isti’anah ini termasuk metode penyebutan sesuatu yang lebih umum sebelum sesuatu yang lebih khusus. Dan juga dalam rangka lebih mengutamakan hak Allah ta’ala di atas hak hamba-Nya….”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Beliau pun berkata, “Mewujudkan ibadah dan isti’anah kepada Allah dengan benar itu merupakan sarana yang akan mengantarkan menuju kebahagiaan yang abadi. Dia adalah sarana menuju keselamatan dari segala bentuk kejelekan. Sehingga tidak ada jalan menuju keselamatan kecuali dengan perantara kedua hal ini. Dan ibadah hanya dianggap benar apabila bersumber dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan ditujukan hanya untuk mengharapkan wajah Allah (ikhlas). Dengan dua perkara inilah sesuatu bisa dinamakan ibadah. Sedangkan penyebutan kata isti’anah setelah kata ibadah padahal isti’anah itu juga bagian dari ibadah maka sebabnya adalah karena hamba begitu membutuhkan pertolongan dari Allah ta’ala di dalam melaksanakan seluruh ibadahnya. Seandainya dia tidak mendapatkan pertolongan dari Allah maka keinginannya untuk melakukan perkara-perkara yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang itu tentu tidak akan bisa tercapai.” (&lt;em&gt;Taisir Karimir Rahman&lt;/em&gt;, hal. 39).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Kelima&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Tunjukilah Kami jalan yang lurus.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maknanya: &lt;em&gt;“Tunjukilah, bimbinglah dan berikanlah taufik kepada kami untuk meniti shirathal mustaqiim yaitu jalan yang lurus.”&lt;/em&gt; Jalan lurus itu adalah jalan yang terang dan jelas serta mengantarkan orang yang berjalan di atasnya untuk sampai kepada Allah dan berhasil menggapai surga-Nya. Hakikat jalan lurus (&lt;em&gt;shirathal mustaqiim&lt;/em&gt;) adalah memahami kebenaran dan mengamalkannya. Oleh karena itu ya Allah, tunjukilah kami menuju jalan tersebut dan ketika kami berjalan di atasnya. Yang dimaksud dengan hidayah menuju jalan lurus yaitu hidayah supaya bisa memeluk erat-erat agama Islam dan meninggalkan seluruh agama yang lainnya. Adapun hidayah di atas jalan lurus ialah hidayah untuk bisa memahami dan mengamalkan rincian-rincian ajaran Islam. Dengan begitu do’a ini merupakan salah satu do’a yang paling lengkap dan merangkum berbagai macam kebaikan dan manfaat bagi diri seorang hamba. Oleh sebab itulah setiap insan wajib memanjatkan do’a ini di dalam setiap rakaat shalat yang dilakukannya. Tidak lain dan tidak bukan karena memang hamba begitu membutuhkan do’a ini (lihat &lt;em&gt;Taisir Karimir Rahman&lt;/em&gt;, hal. 39).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Keenam&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Siapakah orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah? Di dalam ayat yang lain disebutkan bahwa mereka ini adalah para Nabi, orang-orang yang &lt;em&gt;shiddiq&lt;/em&gt;/jujur dan benar, para pejuang Islam yang mati syahid dan orang-orang salih. Termasuk di dalam cakupan ungkapan &lt;em&gt;‘orang yang diberi nikmat’&lt;/em&gt; ialah setiap orang yang diberi anugerah keimanan kepada Allah ta’ala, mengenal-Nya dengan baik, mengetahui apa saja yang dicintai-Nya, mengerti apa saja yang dimurkai-Nya, selain itu dia juga mendapatkan taufik untuk melakukan hal-hal yang dicintai tersebut dan meninggalkan hal-hal yang membuat Allah murka. Jalan inilah yang akan mengantarkan hamba menggapai keridhaan Allah ta’ala. Inilah jalan Islam. Islam yang ditegakkan di atas landasan iman, ilmu, amal dan disertai dengan menjauhi perbuatan-perbuatan syirik dan kemaksiatan. Sehingga dengan ayat ini kita kembali tersadar bahwa Islam yang kita peluk selama ini merupakan anugerah nikmat dari Allah ta’ala. Dan untuk bisa menjalani Islam dengan baik maka kita pun sangat membutuhkan sosok teladan yang bisa dijadikan panutan (lihat &lt;em&gt;Aisarut Tafaasir&lt;/em&gt;, hal. 12).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;ins datetime="2007-01-30T14:24:26+00:00"&gt;Makna Ayat Ketujuh&lt;/ins&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Artinya: &lt;em&gt;“Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.”&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang yang dimurkai adalah orang yang sudah mengetahui kebenaran akan tetapi tidak mau mengamalkannya. Contohnya adalah kaum Yahudi dan semacamnya. Sedangkan orang yang tersesat adalah orang yang tidak mengamalkan kebenaran gara-gara kebodohan dan kesesatan mereka. Contohnya adalah orang-orang Nasrani dan semacamnya. Sehingga di dalam ayat ini tersimpan motivasi dan dorongan kepada kita supaya menempuh jalan kaum yang shalih. Ayat ini juga memperingatkan kepada kita untuk menjauhi jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang sesat dan menyimpang (lihat &lt;em&gt;Aisarut Tafaasir&lt;/em&gt;, hal. 13 dan &lt;em&gt;Taisir Karimir Rahman&lt;/em&gt; hal. 39).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan Isi Surat&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Surat yang demikian ringkas ini sesungguhnya telah merangkum berbagai pelajaran yang tidak terangkum secara terpadu di dalam surat-surat yang lain di dalam Al Quran. Surat ini mengandung intisari ketiga macam tauhid. Di dalam penggalan ayat &lt;em&gt;Rabbil ‘alamiin&lt;/em&gt; terkandung makna tauhid rububiyah. Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatanNya seperti mencipta, memberi rezeki dan lain sebagainya. Di dalam kata &lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Iyyaaka na’budu&lt;/em&gt; terkandung makna tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam bentuk beribadah hanya kepada-Nya. Demikian juga di dalam penggalan ayat &lt;em&gt;Alhamdu&lt;/em&gt;&lt;em&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Maka kewajiban kita adalah mengikuti Allah dan Rasul-Nya dalam menetapkan sifat-sifat kesempurnaan itu benar-benar dimiliki oleh Allah. Kita mengimani ayat ataupun hadits yang berbicara tentang nama dan sifat Allah sebagaimana adanya, tanpa menolak maknanya ataupun menyerupakannya dengan sifat makhluk.&lt;/font&gt; terkandung makna tauhid asma’ wa sifat. Tauhid asma’ wa sifat adalah mengesakan Allah dalam hal nama-nama dan sifat-sifatNya. Allah telah menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi diri-Nya sendiri. Demikian pula Rasul &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Selain itu surat ini juga mencakup intisari masalah kenabian yaitu tersirat dari ayat &lt;em&gt;Ihdinash shirathal mustaqiim&lt;/em&gt;. Sebab jalan yang lurus tidak akan bisa ditempuh oleh hamba apabila tidak ada bimbingan wahyu yang dibawa oleh Rasul. Surat ini juga menetapkan bahwasanya amal-amal hamba itu pasti ada balasannya. Hal ini tampak dari ayat &lt;em&gt;Maaliki yaumid diin&lt;/em&gt;. Karena pada hari kiamat nanti amal hamba akan dibalas. Dari ayat ini juga bisa ditarik kesimpulan bahwa balasan yang diberikan itu berdasarkan prinsip keadilan, karena makna kata diin adalah balasan dengan adil. Bahkan di balik untaian ayat ini terkandung penetapan takdir. Hamba berbuat di bawah naungan takdir, bukan terjadi secara merdeka di luar takdir Allah ta’ala sebagaimana yang diyakini oleh kaum Qadariyah (penentang takdir). Dan menetapkan bahwasanya hamba memang benar-benar pelaku atas perbuatan-perbuatanNya. Hamba tidaklah dipaksa sebagaimana keyakinan kaum Jabriyah. Bahkan di dalam ayat &lt;em&gt;Ihdinash shirathal mustaqiim&lt;/em&gt; itu terdapat intisari bantahan kepada seluruh ahli bid’ah dan penganut ajaran sesat. Karena pada hakikatnya semua pelaku kebid’ahan maupun penganut ajaran sesat itu pasti menyimpang dari jalan yang lurus; yaitu memahami kebenaran dan mengamalkannya. Surat ini juga mengandung makna keharusan untuk mengikhlaskan ketaatan dalam beragama demi Allah ta’ala semata. Ibadah maupun isti’anah, semuanya harus &lt;em&gt;lillaahi ta’aala&lt;/em&gt;. Kandungan ini tersimpan di dalam ayat &lt;em&gt;Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin&lt;/em&gt; (disadur dari &lt;em&gt;Taisir Karimir Rahman&lt;/em&gt;, hal. 40).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;Allaahu akbar&lt;/em&gt;, sungguh menakjubkan isi surat ini. Maka tidak aneh apabila Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menyebutnya sebagai surat paling agung di dalam Al Quran.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ya Allah, karuniakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat. Jauhkanlah kami dari jalan orang yang dimurkai dan sesat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Mengabulkan do’a. &lt;em&gt;Wallahu a’lam bish shawaab.&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-3845090657047107587?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/3845090657047107587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=3845090657047107587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/3845090657047107587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/3845090657047107587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/keutamaan-surat-al-fatihah.html' title='KEUTAMAAN SURAT AL FATIHAH'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-8324880393810986600</id><published>2009-09-03T23:31:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T23:34:40.637-07:00</updated><title type='text'>ASMAUL HUSNA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Asmaul Husna berasal dari kata &lt;em&gt;ismi&lt;/em&gt; (nama) &lt;em&gt;husna&lt;/em&gt;· Artinya nama-nama yang indah. Nama-nama tersebut hanya dimiliki dan disandang oleh Allah SWT, jumlahnya sebanyak 99 (sembilan pUluh sembilan). Menurut Abdullah bin Sani dalam bukunya &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/"&gt;Asmaul Husna&lt;/a&gt; dalam komentar, 76 nama dari Asmaul Husna terdapat dalam Al Qur’an, sedang yang 23 lainnya terdapat dalam hadits.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-205"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adanya Asmaul Husna diterangkan dalam Al Qur’an. “&lt;em&gt;Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki Al Asmaul (nama-nama baik)&lt;/em&gt;“. (QS. Thoha: 8).&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Asmaul Husna merupakan amalan yang bermanfaat dan mempunyai nilai yang tak terhingga tingginya. &lt;em&gt;“Allah memiliki &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/"&gt;Asmaul Husna&lt;/a&gt;, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.”&lt;/em&gt; (QS. Al A’raf: 180) Katakanlah, &lt;em&gt;“serulah Allah atau serulah ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu menyeru-Nya, maka bagi-Nya nama-nama yang baik.&lt;/em&gt;” (QS. Al Isra’: 110).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dijelaskan pula dalam hadits: “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, yaitu&lt;br /&gt;seratus dikurangi satu. Barangsiapa menghafalkannya, akan masuk surga. Sesungguhnya itu witir (tidak genap). Dia menyukai witir itu.”(HR. Imam Baihaqi). Adanya &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/"&gt;Asmaul Husna&lt;/a&gt; secara rinci diterangkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. sebagai berikut:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Allahu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;2. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ar-rahman/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ar Rahman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemurah kepada seluruh mahluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;3. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ar-rahim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ar Rahim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang beriman.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;4. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-malik/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Malik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Kuasa atas alam semesta.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;5. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-quddus/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Quddus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Suci dari segala kekurangan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;6. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/as-salam/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;As Salam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Sejahtera. Dia lah yang mensejahterakan seluruh mahluk-mahluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;7. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-mu%27min/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mu’min&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Mengaruniakan Keamanan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;8. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muhaimin/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muhaimin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memelihara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;9. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-aziz/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al ‘Aziz&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Perkasa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;10. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-jabbar/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Jabbar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Kehendaknya tidak dapat diingkari.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;11. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-mutakabbir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mutakabbir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang memiliki kebesaran.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;12. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-khaliq-al-bari-al-mushawwir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Khaliq&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pencipta.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;13. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-khaliq-al-bari-al-mushawwir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Bari’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Melepaskan. Dzat yang dapat menghasilkan suatu benda dari benda yang lain jenisnya dan penjaga keseimbangan dari segala sesuatu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;14. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-khaliq-al-bari-al-mushawwir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mushawwir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang menciptakan rupa makhluk.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;15. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-ghaffar/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Ghaffar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pengampun.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;16. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qahhar/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Qahhar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Perkasa, mampu memaksa makhluk-Nya untuk menjalankan kehendak-Nya&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;17. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-wahhab/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Wahhab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemberi Karunia.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;18. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ar-razzaq/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Razzaq&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemberi Rejeki.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;19. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-fattah/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Fattah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pembuka (pintu rahmat).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;20. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-alim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Alim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mengetahui Segalanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;21. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qabidh-al-basith/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Qabidh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menyempitkan Kenikmatan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;22. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qabidh-al-basith/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Basith&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Melapangkan Rezeki dan Kemudahan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;23. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-khafidh-ar-rafi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Khafidh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Merendahkan Martabat makhluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;24. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-khafidh-ar-rafi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ar Rafi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Meninggikan Martabat mahluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;25. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muizzu-al-mudzillu/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mu’izzu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memuliakan makhluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;26. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muizzu-al-mudzillu/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mudzillu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menghinakan makhluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;27. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/as-sami/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;As Sami’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mendengar Segala Suara, tidak kecuali suara hati.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;28. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-bashir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Bashir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Melihat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;29. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hakam/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hakam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menetapkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;30. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-adl/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al ‘Adl&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Adil.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;31. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-lathif/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Lathif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Penyantun.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;32. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-khabir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Khabir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mengetahui Segala Rahasia.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;33. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-halim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Halim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Penyantun. Tidak cepat menjatuhkan hukuman kepada orang-orang berdosa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;34. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-azhim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al ‘Azhim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Agung dari segalanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;35. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-ghafur/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Ghafur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pengampun.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;36. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/asy-syakur/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Asy Syakur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pembalas jasa perbuatan-perbuatan baik hamba-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;37. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-aliy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al ‘Aliyy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Tinggi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;38. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-kabir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Kabir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Besar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;39. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hafizh/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hafizh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Penjaga.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;40. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muqit/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muqit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memelihara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;41. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hasib/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hasib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pembuat Perhitungan&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;42. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-jalil/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Jalil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Memiliki Keagungan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;43. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-karim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Karim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mulia.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;44. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ar-raqib/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ar Raqib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mengawasi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;45. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-mujib/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mujib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mengabulkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;46. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-wasi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Wasi’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Luas.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;47. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hakim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hakim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Bijaksana.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;48. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-wadud/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Wadud&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pengasih.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;49. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-majiid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Majiid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mulia.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;50. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-baits/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Ba’its&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Membangkitkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;51. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/asy-syahid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Asy Syahid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menyaksikan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;52. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-haqq/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Haqq&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Benar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;53. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-wakil/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Wakil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memelihara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;54. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qawiy-al-matin/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Qawiy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Kuat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;55. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qawiy-al-matin/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Matin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Kokoh.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;56. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-waliy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Waliy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Melindungi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;57. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hamid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hamid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Terpuji.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;58. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muhshiy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muhshiy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menghitung, mengetahui jumlah dan ukuran segala sesuatu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;59. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-mubdi-al-muid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mubdi’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memulai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;60. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-mubdi-al-muid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mu’id&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;61. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muhyi-al-mumit/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muhyi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menghidupkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;62. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muhyi-al-mumit/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mumit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mematikan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;63. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hayy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hayy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Hidup.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;64. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qayyum/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Qayyum&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mandiri .&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;65. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-wajid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Wajid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;66. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-maajid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Maajid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mulia.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;67. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-wahid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Wahid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Tunggal/Esa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;68. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ash-shamad/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Shamad&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Dibutuhkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;69. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qadir-al-muqtadir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Qadir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Kuasa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;70. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-qadir-al-muqtadir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muqtadir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Berkuasa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;71. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muqaddim-al-muakhkhir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muqaddim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mendahulukan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;72. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muqaddim-al-muakhkhir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mu’akhkhir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Mengakhirkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;73. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-awwal-al-akhir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Awwal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Permulaan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;74. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-awwal-al-akhir/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Akhir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Akhir.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;75. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/azh-zhahir-al-bathin/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Az Zhahir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Nyata.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;76. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/azh-zhahir-al-bathin/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Bathin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Ghaib.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;77. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-waliy-al-mutaaliy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Waliy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memerintah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;78. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-waliy-al-mutaaliy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muta’aliy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Tinggi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;79. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-barr/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Barr&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Dermawan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;80. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/at-tawwab/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Tawwab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menerima Tobat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;81. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muntaqim/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muntaqim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Penyiksa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;82. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/at-afuww/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al ‘Afwu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemaaf.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;83. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ar-rauf/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Ra’uf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pengasih.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;84. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/malikul-mulk/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Malikul Mulk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Menguasi kerajaan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;85. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/dzul-jalali-wal-ikram/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Dzul Jalali wal Ikram&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;86. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-muqsith/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Muqsith&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Adil.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;87. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-jami/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Jami’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pengumpul.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;88. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-ghaniy-al-mughniy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Ghaniy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Berkecukupan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;89. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-ghaniy-al-mughniy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mughniy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemberi Kekayaan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;90. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-mani/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Mani’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pencegah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;91. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/adh-dharr-an-nafi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Adh Dharr&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemberi Derita.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;92. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/adh-dharr-an-nafi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;An Nafi’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemberi Manfaat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;93. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/an-nur/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;An Nur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Bercahaya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;94. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-hadi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Hadi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pemberi Petunjuk.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;95. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-badi/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Badi’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pencipta.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;96. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-baqiy/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Baqiy&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Kekal.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;97. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/al-warits/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Al Warits&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pewaris.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;98. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ar-rasyid/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ar Rasyid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Pandai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;99. &lt;a href="http://umroh-haji.net/asmaulhusna99/ash-shabur/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ash Shabur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Yang Maha Sabar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Adapun fadhilah zikir dan tafsir dari setiap nama-nama Allah dapat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;diklik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; langsung di masing-masing namanya. Fadhilah zikir dan tafsir ini didasarkan pada tulisan seorang ulama terkemuka di Mesir.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-8324880393810986600?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/8324880393810986600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=8324880393810986600' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/8324880393810986600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/8324880393810986600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/asmaul-husna.html' title='ASMAUL HUSNA'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-4425429786954590553</id><published>2009-09-03T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T23:34:40.644-07:00</updated><title type='text'>SIFAT-SIFAT ALLAH SWT</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sifat-sifat Allah SWT&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt; 		 		 		&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Allah SWT&lt;/strong&gt; memiliki 20 sifat wajib dan 20 sifat mustahil serta satu sifat jaiz (wewenang). Dua puluh sifat wajib dan dua puluh sifat mustahil tersebut, adalah:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Allah itu &lt;em&gt;Wujud&lt;/em&gt; (ada), mustahil &lt;em&gt;‘Adam&lt;/em&gt; (tiada). “Allah lah yang menciptakan Iangit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (QS. As Sajdah: 4).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;2. Allah itu &lt;em&gt;Qidam&lt;/em&gt; (paling awal), mustahil &lt;em&gt;Huduts&lt;/em&gt; (ada yang mendahului). “Dialah yang Awal dan Yang Akhir. Yang Zhahir (Yang nyata adanya karena banyak buktinya) dan yang Batin (yang tak dapat digambarkan hikmat Dzat-Nya oleh akal).” (QS. Al Hadid: 3).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;3. Allah itu &lt;em&gt;Baqo&lt;/em&gt; (kekal/abadi/tidak pernah berakhir), mustahil &lt;em&gt;Fana&lt;/em&gt; (berakhir). “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 27).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;4. Allah itu &lt;em&gt;Mukholafatu lil hawaditsi&lt;/em&gt; (berbeda dengan semua mahluk/segala sesuatu), mustahil &lt;em&gt;Mumatsalatu lil hawaditsi&lt;/em&gt; (ada yang menyamai). Ditegaskan dalam Al Qur’an, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (QS. Asy Syuro: 11).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;5. Allah itu &lt;em&gt;Qiyamuhu binafsihi &lt;/em&gt;(berdiri sendiri), mustahil &lt;em&gt;Ihtiyaju lighoirihi&lt;/em&gt; (membutuhkan yang lain). “sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al Ankabut: 6).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;6. Allah itu &lt;em&gt;Wahdaniyat&lt;/em&gt; (Esa/Tunggal), mustahil &lt;em&gt;Ta’adud&lt;/em&gt; (terbilang). “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.” (QS.Al Ikhlas: 1).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;7. Allah itu &lt;em&gt;Qudrat&lt;/em&gt; (Kuasa), mustahil &lt;em&gt;‘Ajzun&lt;/em&gt; (lemah). “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;8. Allah itu &lt;em&gt;Irodat&lt;/em&gt; (berkehendak), mustahil &lt;em&gt;Karohah&lt;/em&gt; (terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;9. Allah itu &lt;em&gt;Ilmu&lt;/em&gt; (maha mengetahui), mustahil &lt;em&gt;]ahlun&lt;/em&gt; (bodoh). “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.An Nisa’: 176).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;10. Allah itu &lt;em&gt;Hayat&lt;/em&gt; (hidup), mustahil &lt;em&gt;Mautun&lt;/em&gt; (mati).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;11. Allah itu &lt;em&gt;Sama’&lt;/em&gt; (Maha mendengar), mustahil &lt;em&gt;Shomamun&lt;/em&gt; (tuli). “Dan Allah Maha Mendengar serta Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqoroh: 256).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;12. Allah itu &lt;em&gt;Bashor&lt;/em&gt; (Maha Melihat), mustahil &lt;em&gt;‘Ama&lt;/em&gt; (buta). “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hujurat: 18).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;13. Allah itu &lt;em&gt;Kalam&lt;/em&gt; (berfirman), mustahil &lt;em&gt;Bakamun&lt;/em&gt; (bisu). “Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung.” (QS. An Nisa: 164).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;14. Allah itu &lt;em&gt;Qodiron&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Berkuasa), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu ‘ajiyan&lt;/em&gt; (Dzat yang lemah). “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;15. Allah itu &lt;em&gt;Muridan&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Berkehendak), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu kariban&lt;/em&gt; (Dzat yang terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. l1/Hud: 107).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;16. Allah itu &lt;em&gt;Aliman&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Mengetahui), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu jahilan&lt;/em&gt; (Dzat yang bodoh). “Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu.” (QS. 4/An Nisa’: 176).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;17. Allah itu &lt;em&gt;Hayyan &lt;/em&gt;(Dzat Yang Hidup), mustahil &lt;em&gt;Mayyitan &lt;/em&gt;(Dzat yang mati). “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati.” (QS. Al Furqon: 58).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;18. Allah itu &lt;em&gt;Sami’an&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Mendengar), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu ashomma&lt;/em&gt; (Dzat yang tuli). “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” [QS. Al Baqoroh: 256).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;19. Allah itu &lt;em&gt;Bashiron&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Melihat), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu 'ama&lt;/em&gt; (Dzat Yang buta). "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Hujurat: 18).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;20. Allah itu &lt;em&gt;Mutakalliman&lt;/em&gt; (Dzat yang berfirman), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu abkama&lt;/em&gt; (Dzat yang bisu). "Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung." [QS. An Nisa': 164).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sifat &lt;em&gt;]aiz&lt;/em&gt; (wewenang) Allah SWT adalah &lt;em&gt;tarku likuli mumkinin au fi’luhu.&lt;/em&gt; (Allah SWT berwewenang menciptakan sesuatu atau tidak).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sifat-sifat Allah SWT. tersebut diatas, dikelompokkan empat, yaitu:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Sifat &lt;em&gt;Nafsiah&lt;/em&gt; (kedirian), yakni sifat yang pertama.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;2. Siaft &lt;em&gt;Salbiyah&lt;/em&gt;, yaitu sifat-sifat yang membedakan Allah SWT dengan Dzat-dzat lain, seperti sifat nomor 2,3,4 dan 6.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;3. Sifat &lt;em&gt;Ma’ani&lt;/em&gt;, yakni sifat-sifat abstrak seperti sifat nomor : 7,8,9,10,11,12 dan 13.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;4. Sifat &lt;em&gt;Ma’nawiyah&lt;/em&gt;, yakni sifat-sifat berikutnya atau sifat-sifat yang tergantung pada ma’ ani&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-4425429786954590553?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/4425429786954590553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=4425429786954590553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4425429786954590553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4425429786954590553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/sifat-sifat-allah-swt.html' title='SIFAT-SIFAT ALLAH SWT'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-5976268548038188534</id><published>2009-09-03T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T23:23:16.400-07:00</updated><title type='text'>Rukun Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;Rukun pertama : Bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah secara hak melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat" title="Syahadat"&gt;Syahadat&lt;/a&gt; (persaksian) ini memiliki makna yang harus diketahui seorang muslim berikut diamalkannya. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a name="Makna_.22La_ilaha_Illallah.22" id="Makna_.22La_ilaha_Illallah.22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Makna "&lt;i&gt;La ilaha Illallah&lt;/i&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Yaitu; tidak ada yang berhak diibadahi secara hak di bumi maupun di langit melainkan Allah semata. Dialah ilah yang hak sedang ilah (sesembahan) selain-Nya adalah batil. Sedang Ilah maknanya ma’bud (yang diibadahi). Artinya secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harfiah" title="Harfiah" class="mw-redirect"&gt;harfiah&lt;/a&gt; adalah: &lt;b&gt;"Tiada Tuhan Selain ALLAH"&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang yang ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah" title="Ibadah" class="mw-redirect"&gt;ibadah&lt;/a&gt; kepada selain &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kafir" title="Kafir"&gt;kafir&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musyrik" title="Musyrik"&gt;musyrik&lt;/a&gt; terhadap Allah sekalipun yang dia sembah itu seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi" title="Nabi"&gt;nabi&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wali" title="Wali"&gt;wali&lt;/a&gt;. Sekalipun ia beralasan supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tawasul&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tawasul (halaman belum tersedia)"&gt;tawasul&lt;/a&gt; kepadanya. Sebab orang-orang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musyrik" title="Musyrik"&gt;musyrik&lt;/a&gt; yang dulu menyelisihi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul" title="Rasul"&gt;Rasul&lt;/a&gt;, mereka tidak menyembah para nabi dan wali dan orang soleh melainkan dengan memakai alasan ini. Akan tetapi itu merupakan alasan batil lagi tertolak. Sebab mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan bertawasul kepada-Nya tidak boleh dengan cara menyelewengkan ibadah kepada selain Allah. Melainkan hanya dengan menggunakan nama-nama dan sifat-Nya, dengan perantaraan amal sholeh yang diperintahkan-Nya seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sholat" title="Sholat" class="mw-redirect"&gt;sholat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Shodaqah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Shodaqah (halaman belum tersedia)"&gt;shodaqah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zikir" title="Zikir"&gt;zikir&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Puasa" title="Puasa"&gt;puasa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jihad" title="Jihad"&gt;jihad&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji" title="Haji"&gt;haji&lt;/a&gt;, bakti kepada orang tua serta lainnya, demikian pula dengan perantara doanya seorang mukmin yang masih hidup dan hadir dihadapannya ketika mendoakan.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ibadah beraneka ragam :&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Diantaranya doa yaitu memohon kebutuhan dimana hanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; yang mampu melakukannya seperti menurunkan hujan, menyembuhkan orang sakit, menghilangkan kesusahan yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk. Seperti pula memohon &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surga" title="Surga"&gt;surga&lt;/a&gt; dan selamat dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neraka" title="Neraka"&gt;neraka&lt;/a&gt;, memohon keturunan, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rizki&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Rizki (halaman belum tersedia)"&gt;rizki&lt;/a&gt;, kebahagiaan dan sebagainya.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Semua ini tidak boleh dimohonkan kecuali kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt;. Siapa yang memohon hal itu kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk" title="Makhluk"&gt;makhluk&lt;/a&gt; baik masih hidup atau sudah mati berarti ia telah menyembahnya. Allah ta’ala berfirman memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya berdoa hanya kepada-Nya berikut mengabarkan bahwa doa itu satu bentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah" title="Ibadah" class="mw-redirect"&gt;ibadah&lt;/a&gt;. Siapa yang menujukannya kepada selain Allah maka ia termasuk penghuni &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neraka" title="Neraka"&gt;neraka&lt;/a&gt;. “Dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rob" title="Rob"&gt;Robmu&lt;/a&gt; berfirman :&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;table style="border-style: none; margin: auto; border-collapse: collapse; background-color: transparent;" class="cquote"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 35px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Doa" title="Doa" class="mw-redirect"&gt;doalah&lt;/a&gt; kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (yakni berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka dalam keadaan hina dina (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al_Mukmin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Al Mukmin (halaman belum tersedia)"&gt;Al Mukmin&lt;/a&gt; : 60)&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 36px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah ta’ala berfirman mengabarkan bahwa semua yang diseru selain Allah tidak memiliki manfaat atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Madhorot&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Madhorot (halaman belum tersedia)"&gt;madhorot&lt;/a&gt; untuk seorangpun sekalipun yang diseru itu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nabi-nabi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nabi-nabi (halaman belum tersedia)"&gt;nabi-nabi&lt;/a&gt; atau para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wali" title="Wali"&gt;wali&lt;/a&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;Diantara macam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah" title="Ibadah" class="mw-redirect"&gt;ibadah&lt;/a&gt; : Menyembelih binatang, ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nadzar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nadzar (halaman belum tersedia)"&gt;nadzar&lt;/a&gt; dan mempersembahkan hewan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kurban" title="Kurban"&gt;kurban&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Tidak sah seseorang bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dengan cara menyembelih binatang atau mempersembahkan hewan kurban atau bernadzar kecuali hanya ditujukan kepada Allah semata. Barangsiapa menyembelih karena selain Allah seperti orang yang menyembelih demi kuburan atau jin berarti ia telah menyembah selain Allah dan berhak mendapat laknat-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Diantara bentuk ibadah : Istighotsah (memohon bantuan), istianah (memohon pertolongan) dan istiadzah (memohon perlindungan).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Tidak ada yang boleh dimintai bantuan ataupun pertolongan ataupun perlindungan kecuali Allah saja. Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Al karim :&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;table style="border-style: none; margin: auto; border-collapse: collapse; background-color: transparent;" class="cquote"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 35px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan (Al Fatihah:4)&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 36px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;table style="border-style: none; margin: auto; border-collapse: collapse; background-color: transparent;" class="cquote"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 35px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;font size="4"&gt;Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya (Al Falaq:1-2)&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 36px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;b&gt;Diantara bentuk ibadah : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tawakal&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tawakal (halaman belum tersedia)"&gt;Tawakal&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Roja&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Roja (halaman belum tersedia)"&gt;Roja&lt;/a&gt; (berharap) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Khusyu%27&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Khusyu' (halaman belum tersedia)"&gt;Khusyu'&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Manusia tidak boleh bertawakal selain kepada Allah, tidak boleh berharap selain kepada Allah, dan tidak boleh khusyu' melainkan kepada Allah semata.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Bentuk menyekutukan Allah diantaranya berdoa kepada selain Allah baik berupa orang-orang yang masih hidup lagi diagungkan atau kepada penghuni &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kubur" title="Kubur"&gt;kubur&lt;/a&gt;. Melakukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thowaf&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Thowaf (halaman belum tersedia)"&gt;thowaf&lt;/a&gt; di kuburan mereka dan meminta dipenuhi hajatnya kepada mereka. Ini merupakan bentuk peribadatan kepada selain Allah dimana pelakunya bukan lagi disebut sebagai seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim" title="Muslim"&gt;muslim&lt;/a&gt; sekalipun mengaku &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;, mengucapkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=La_ila_illallah_Muhammad_rasulullah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="La ila illallah Muhammad rasulullah (halaman belum tersedia)"&gt;la ila illallah Muhammad rasulullah&lt;/a&gt;, mengerjakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sholat" title="Sholat" class="mw-redirect"&gt;sholat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berpuasa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Berpuasa (halaman belum tersedia)"&gt;berpuasa&lt;/a&gt; dan bahkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji" title="Haji"&gt;haji&lt;/a&gt; ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Baitullah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Baitullah (halaman belum tersedia)"&gt;baitullah&lt;/a&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a name="Makna_Syahadat_.E2.80.9CMuhammad_Rasulullah.E2.80.9D" id="Makna_Syahadat_.E2.80.9CMuhammad_Rasulullah.E2.80.9D"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah”&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Makna &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat" title="Syahadat"&gt;syahadat&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad" title="Muhammad"&gt;Muhammad&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasulullah" title="Rasulullah"&gt;Rasulullah&lt;/a&gt; adalah mengetahui dan meyakini bahwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad" title="Muhammad"&gt;Muhammad&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; kepada seluruh manusia, dia seorang hamba biasa yang tidak boleh disembah, sekaligus rasul yang tidak boleh didustakan. Akan tetapi harus ditaati dan diikuti. Siapa yang menaatinya masuk surga dan siapa yang mendurhakainya masuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neraka" title="Neraka"&gt;neraka&lt;/a&gt;. Selain itu anda juga mengetahui dan meyakini bahwa sumber pengambilan syariat sama saja apakah mengenai syiar-syiar ibadah ritual yang diperintahkan Allah maupun aturan hukum dan syariat dalam segala sector maupun mengenai keputusan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halal" title="Halal"&gt;halal&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haram" title="Haram"&gt;haram&lt;/a&gt;. Semua itu tidak boleh kecuali lewat utusan Allah yang bisa menyampaikan syariat-Nya. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh menerima satu syariatpun yang datang bukan lewat Rasul SAW. Allah ta’ala berfirman :&lt;/font&gt; utusan &lt;/p&gt; &lt;table style="border-style: none; margin: auto; border-collapse: collapse; background-color: transparent;" class="cquote"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 35px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;font size="4"&gt;Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (Al Hasyr:7)&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 36px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;table style="border-style: none; margin: auto; border-collapse: collapse; background-color: transparent;" class="cquote"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 35px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;font size="4"&gt;Maka demi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Robb&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Robb (halaman belum tersedia)"&gt;Robbmu&lt;/a&gt;, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati" title="Hati"&gt;hati&lt;/a&gt; mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati" title="Hati"&gt;hati&lt;/a&gt; (An Nisa’:65)&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 36px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Makna kedua ayat :&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ayat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ayat (halaman belum tersedia)"&gt;ayat&lt;/a&gt; pertama Allah memerintahkan kaum muslimin supaya menaati Rasul-Nya Muhammad  pada seluruh yang diperintahkannya dan berhenti dari seluruh yang dilarangnya. Karena beliau memerintah hanyalah berdasarkan dengan perintah Allah dan melarang berdasar larangan-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada ayat kedua Allah bersumpah dengan diri-Nya yang suci bahwa sah iman seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya hingga ia mau berhukum kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul" title="Rasul"&gt;Rasul&lt;/a&gt; dalam perkara yang diperselisihkan antara dia dengan orang lain, kemudian ia puas keputusannya dan menerima dengan sepenuh hati. Rasul SAW bersabda :&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;table style="border-style: none; margin: auto; border-collapse: collapse; background-color: transparent;" class="cquote"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 35px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: left;" valign="top" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 4px 10px;" valign="top"&gt;&lt;font size="4"&gt;Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang tidak ada contohnya dari urusan kami maka ia tertolak. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 10px; color: rgb(178, 183, 242); font-size: 36px; font-family: 'Times New Roman',serif; font-weight: bold; text-align: right;" valign="bottom" width="20"&gt;&lt;font size="4"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Amalan yang dianggap termasuk agama namun tidak ada contohnya dari Rasul dikenal dengan istilah bid'ah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a name="Shalat" id="Shalat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Shalat&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat" title="Shalat"&gt;shalat&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat_Lima_Waktu" title="Shalat Lima Waktu"&gt;lima waktu sehari semalam&lt;/a&gt; yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim dimana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah mensyariatkan dalam shalat, suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk sholat. Maka seorang muslim membersihkan diri dengan air suci dari semua barang najis seperti air kecil dan besar dalam rangka mensucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis batin.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat" title="Shalat"&gt;Shalat&lt;/a&gt; merupakan tiang agama. Ia sebagai rukun terpenting Islam setelah dua kalimat syahadat. Seorang muslim wajib memeliharanya semenjak usia baligh (dewasa) hingga mati. Ia wajib memerintahkannya kepada keluarga dan anak-anaknya semenjak usia tujuh tahun dalam rangka membiasakannya. Allah ta’ala berfirman :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (An Nisa: 103)&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sholat wajib bagi seorang muslim dalam kondisi apapun hingga pada kondisi ketakutan dan sakit. Ia menjalankan sholat sesuai kemampuannya baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring hingga sekalipun tidak mampu kecuali sekedar dengan isyarat mata atau hatinya maka ia boleh sholat dengan isyarat. Rasul  mengkhabarkan bahwa orang yang meninggalkan sholat itu bukanlah seorang muslim entah laki atau perempuan. Ia bersabda :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;i&gt;"“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah sholat. Siapa yang meninggalkannya berarti telah kafir” Hadits shohih.&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sholat lima waktu itu adalah sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shubuh" title="Shubuh" class="mw-redirect"&gt;Shubuh&lt;/a&gt;, sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dhuhur" title="Dhuhur" class="mw-redirect"&gt;Dhuhur&lt;/a&gt;, sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ashar" title="Ashar" class="mw-redirect"&gt;Ashar&lt;/a&gt;, sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maghrib" title="Maghrib" class="mw-redirect"&gt;Maghrib&lt;/a&gt; dan sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isya%E2%80%99" title="Isya’" class="mw-redirect"&gt;Isya’&lt;/a&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Waktu sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shubuh" title="Shubuh" class="mw-redirect"&gt;Shubuh&lt;/a&gt; dimulai dari munculnya mentari pagi di Timur dan berakhir saat terbit matahari. Tidak boleh menunda sampai akhir waktunya. Waktu sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dhuhur" title="Dhuhur" class="mw-redirect"&gt;Dhuhur&lt;/a&gt; dimulai dari condongnya matahari hingga sesuatu sepanjang bayang-bayangnya. Waktu sholat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ashar" title="Ashar" class="mw-redirect"&gt;Ashar&lt;/a&gt; dimulai setelah habisnya waktu Dhuhur hingga matahari menguning dan tidak boleh menundanya hingga akhir waktu. Akan tetapi ditunaikan selama matahari masih putih cerah. Waktu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maghrib" title="Maghrib" class="mw-redirect"&gt;Maghrib&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isya%E2%80%99" title="Isya’" class="mw-redirect"&gt;Isya’&lt;/a&gt; dimulai setelah habisnya waktu maghrib hingga akhir malam dan tidak boleh ditunda setelah itu.&lt;/font&gt; dimulai setelah terbenamnya matahari dan berakhir dengan lenyapnya senja merah dan tidak boleh ditunda hingga akhir waktunya. Sedang waktu sholat &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Seandainya seorang muslim menunda-nunda sekali sholat saja dari ketentuan waktunya hingga keluar waktunya tanpa alasan yang dibenarkan syariat diluar keinginannya maka ia telah melakukan dosa besar. Ia harus ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taubat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Taubat (halaman belum tersedia)"&gt;taubat&lt;/a&gt; kepada Allah dan tidak mengulangi lagi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a name="Zakat" id="Zakat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Zakat&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah telah memerintahkan setiap muslim yang memilki harta mencapai nisab untuk mengeluarkan zakat hartanya setiap tahun. Ia berikan kepada yang berhak menerima dari kalangan fakir serta selain mereka yang zakat boleh diserahkan kepada mereka sebagaimana telah diterangkan dalam Al Qur’an.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Nishab emas sebanyak 20 mitsqal. Nishab perak sebanyak 200 dirham atau mata uang kertas yang senilai itu. Barang-barang dagangan dengan segala macam jika nilainya telah mencapai nishab wajib pemiliknya mengeluarkan zakatnya manakala telah berlalu setahun. Nishab biji-bijian dan buah-buahan 300 sha’. Rumah siap jual dikeluarkan zakat nilainya. Sedang rumah siap sewa saja dikeluarkan zakat upahnya. Kadar zakat pada emas, perak dan barang-barang dagangan 2,5 % setiap tahunnya. Pada biji-bijian dan buah-buahan 10 % dari yang diairi tanpa kesulitan seperti yang diairi dengan air sungai, mata air yang mengalir atau hujan. Sedang 5 % pada biji-bijian yang diairi dengan susah seperti yang diairi dengan alat penimba air.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Diantara manfaat mengeluarkan zakat menghibur jiwa orang-orang fakir dan menutupi kebutuhan mereka serta menguatkan ikatan cinta antara mereka dan orang kaya&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a name="Puasa" id="Puasa"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Puasa&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Puasa pada bulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramadhan" title="Ramadhan"&gt;Ramadhan&lt;/a&gt; yaitu bulan kesembilan dari bulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijriyah" title="Hijriyah" class="mw-redirect"&gt;hijriyah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Sifat puasa:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;font size="4"&gt;Seorang muslim berniat puasa sebelum waktu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shubuh" title="Shubuh" class="mw-redirect"&gt;shubuh&lt;/a&gt; (fajar) terang. Kemudian menahan dari makan, minum dan jima’ (hubungan lain jenis) hingga terbenamnya matahari kemudian berbuka. Ia kerjakan hal itu selama hari bulan Romadhon. Dengan itu ia menghendaki ridho Allah ta’ala dan beribadah kepada-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam puasa terdapat beberapa manfaat tak terhingga. Diantara yang terpenting :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="4"&gt;Merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya demi Allah. Hal itu diantara sarana terbesar mencapai taqwa kepada Allah ta’ala.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="4"&gt;Adapun manfaat puasa dari sudut kesehatan, ekonomi, sosial maka amat banyak. Tidak ada yang dapat mengetahuinya selain mereka yang berpuasa atas dorongan akidah dan iman.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a name="Haji" id="Haji"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Haji&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Rukun Islam kelima adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji" title="Haji"&gt;haji&lt;/a&gt; ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah" title="Ka'bah"&gt;baitullah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah" title="Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah. Dalam ibadah haji terdapat manfaat tak terhingga :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="4"&gt;Pertama, haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh, badan dan harta.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="4"&gt;Kedua, ketika haji kaum muslimin dari segala penjuru dapat berkumpul dan bertemu di satu tempat. Mereka mengenakan satu pakaian dan menyembah satu Robb dalam satu waktu. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kaya maupun miskin, kulit putih maupun kulit hitam. Semua merupakan makhluk dan hamba Allah. Sehingga kaum muslimin dapat bertaaruf (saling kenal) dan taawun (saling tolong menolong). Mereka sama-sama mengingat pada hari Allah membangkitkan mereka semuanya dan mengumpulkan mereka dalam satu tempat untuk diadakan hisab (penghitungan amal) sehingga mereka mengadakan persiapan untuk kehidupan setelah mati dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah ta’ala.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-5976268548038188534?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/5976268548038188534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=5976268548038188534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5976268548038188534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5976268548038188534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/rukun-islam.html' title='Rukun Islam'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-4802129943762598580</id><published>2009-09-03T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:35:34.688-07:00</updated><title type='text'>IMAM HAMBALI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Hambali bernama Ahmad bin Muhammad bin Hambal, lahir di Baghdad pada tahun 780-855 M. Beliau dibesarkan oleh ibunya lantaran sang ayah meninggal di masa mudanya, pada usia 16 tahun, keinginannya yang besar membuatnya belajar Al Qur’an dan ilmu ilmu agama lainya kepada ulama ulama yang ada di Baghdad, dan setiap kali mendengar ada ulama terkenal di suatu tempat, beliau rela menempuh perjalanan jauh dan waktu yang cukup lama untuk menimba ilmu dari sang ulama, beliau mengunjungi para ulama terkenal di berbagai tempat, seperti Bashrah, Syam, Kufa, Yaman, Mekkah dan Madinah, beberapa gurunya antara lain : Hammad bin Khalid, Ismail bin Aliyah, Muzaffar bin Mudrik, Walin bin Muslim dan Musa bin thariq. Kecintaanya terhadap ilmulah yang membuat beliau tidak menikah di usia muda, nanti di usia 40 tahun barulah beliau menikah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kepandaian Imam hambali dalam ilmu hadis tak diragukan lagi, menurut putra sulungnya Abdullah bin Ahmad bahwa Imam hambali telah hafal 700.000 hadis di luar kepala. Hadis sebanyak itu kemudian diseleksinya secara ketat dan ditulis kembali dalam kitabnya Al Musnad berjumlah 40.000 hadis berdasarkan susunan nama nama sahabat yang meriwayatkan. Dengan kemampuan dan kepandaiannya, mengundang banyak tokoh ulama yang berguru kepadanya yang melahirkan banyak ulama dan pewaris hadis terkenal semisal Imam bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Daud.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Menurut Ibnu Al Qayyim, ada lima landasan pokok yang dijadikan dasar penetapan hukum dan fatwa dalam mazhab hambali yaitu :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;# &lt;/strong&gt;Al Quran dan Sunnah, jika ada nashnya dalam Al Quran dan hadis maka tidak berpaling pada sumber lainnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;#&lt;/strong&gt; Fatwa Sahabat yang terkenal dan tak ada yang menentangnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;#&lt;/strong&gt; jika para sahabt berbeda pendapat, maka beliau akan memilih pendapat yang dinilainya lebih sesuai dan  mendekati Al Quran dan Sunnah, namun jika perbedaan pendapat tersebut tidak ada kesesuaiannya dengan Al Quran maupun Sunnah maka beliau mengambil sikap diam atau meriwayatkan kedua duanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;#&lt;/strong&gt; Mengambil hadis Mursal (sanadnya tidak disebutkan perawinya) dan hadis Dhaif (lemah), dalam hal ini hadis dhaif lebih didahulukan dari pada Qiyas.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;#&lt;/strong&gt; Qiyas, digunakan bila tidak ditemukan dasar hukumnya dari keempat sumber di atas.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hasil karaya Imam hambali yang paling terkenal adalah Musnad Ahmad bin Hambal dan buku buku karangan lainnya, seperti, Tafsir Al Quran, Annasikh Walmansukh, AlTarikh, Jawab Al quran, Taat Arrasul dan Al Wara’.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-4802129943762598580?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/4802129943762598580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=4802129943762598580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4802129943762598580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4802129943762598580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/imam-hambali.html' title='IMAM HAMBALI'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-6301369190990780797</id><published>2009-09-03T21:33:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T21:35:34.704-07:00</updated><title type='text'>IMAM SYAFI 'IY</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Nama beliau ialah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Uthman bin Shafi’ bin Al-Saib bin ‘Ubaid bin Yazid bin Hashim bin ‘Abd al-Muttalib bin ’Abd Manaf bin Ma’n bin Kilab bin Murrah bin Lu’i bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Al-Nadr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrakah bin Ilias bin Al-Nadr bin Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan bin Ud bin Udad. Keturunan beliau bertemu dengan titisan keturunan Rasulullah s.a.w pada ‘Abd Manaf. Ibunya berasal dari Kabilah Al-Azd, satu kabilah Yaman yang masyhur.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span id="more-88"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Penghijrahan ke Palestina&lt;br /&gt;Sebelum beliau dilahirkan, keluarganya telah berpindah ke Palestina kerana beberapa keperluan dan bapanya terlibat di dalam angkatan tentera yang ditugaskan untuk mengawal perbatasan Islam di sana.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kelahiran dan Kehidupannya&lt;br /&gt;Menurut pendapat yang masyhur, beliau dilahirkan di Ghazzah – Palestina pada tahun 150 Hijrah. Tidak lama sesudah beliau dilahirkan bapanya meninggal dunia. Tinggallah beliau bersama-sama ibunya sebagai seorang anak yatim. Kehidupan masa kecilnya dilalui dengan serba kekurangan dan kesulitan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;PENGEMBARAAN IMAM AL-SHAFI’I&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Hidup Imam As-Shafi’i (150H – 204H ) merupakan satu siri pengembaraan yang tersusun di dalam bentuk yang sungguh menarik dan amat berkesan terhadap pembentukan kriteria ilmiah dan popularitasnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Makkah ( 152H – 164H )&lt;br /&gt;Pengembaraan beliau bermula sejak beliau berumur dua tahun lagi (152H), ketika itu beliau dibawa oleh ibunya berpindah dari tempat kelahirannya iaitu dari Ghazzah, Palestina ke Kota Makkah untuk hidup bersama kaum keluarganya di sana.&lt;br /&gt;Di kota Makkah kehidupan beliau tidak tetap kerana beliau dihantar ke perkampungan Bani Huzail, menurut tradisi bangsa Arab ketika itu bahawa penghantaran anak-anak muda mereka ke perkampungan tersebut dapat mewarisi kemahiran bahasa ibunda mereka dari sumber asalnya yang belum lagi terpengaruh dengan integrasi bahasa-bahasa asing seperti bahasa Parsi dan sebagainya. Satu perkara lagi adalah supaya pemuda mereka dapat dibekalkan dengan Al-Furusiyyah (Latihan Perang Berkuda). Kehidupan beliau di peringkat ini mengambil masa dua belas tahun ( 152 – 164H ).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebagai hasil dari usahanya, beliau telah mahir dalam ilmu bahasa dan sejarah di samping ilmu-ilmu yang berhubung dengan Al-Quran dan Al-Hadith. Selepas pulang dari perkampungan itu beliau meneruskan usaha pembelajarannya dengan beberapa mahaguru di Kota Makkah sehingga beliau menjadi terkenal. Dengan kecerdikan dan kemampuan ilmiahnya beliau telah dapat menarik perhatian seorang mahagurunya iaitu Muslim bin Khalid Al-Zinji yang mengizinkannya untuk berfatwa sedangkan umur beliau masih lagi di peringkat remaja iaitu lima belas tahun.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Madinah ( 164H – 179H )&lt;br /&gt;Sesudah itu beliau berpindah ke Madinah dan menemui Imam Malik. Beliau berdamping dengan Imam Malik di samping mempelajari ilmunya sehinggalah Imam Malik wafat pada tahun 179H, iaitu selama lima belas tahun. Semasa beliau bersama Imam Malik hubungan beliau dengan ulama-ulama lain yang menetap di kota itu dan juga yang datang dari luar berjalan dengan baik dan berfaedah. Dari sini dapatlah difahami bahawa beliau semasa di Madinah telah dapat mewarisi ilmu bukan saja dari Imam Malik tetapi juga dari ulama-ulama lain yang terkenal di kota itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Yaman ( 179H – 184H )&lt;br /&gt;Ketika Imam Malik wafat pada tahun 179H, kota Madinah diziarahi oleh Gabenor Yaman. Beliau telah dicadangkan oleh sebahagian orang-orang Qurasyh Al-Madinah supaya mencari pekerjaan bagi Al-Shafi’i. Lalu beliau melantiknya menjalankan satu pekerjaan di wilayah Najran. Sejak itu Al-Shafi’i terus menetap di Yaman sehingga berlaku pertukaran Gabenor wilayah itu pada tahun 184H. Pada tahun itu satu fitnah ditimbulkan terhadap diri Al-Shafi’i sehingga beliau dihadapkan ke hadapan Harun Al-Rashid di Baghdad atas tuduhan Gabenor baru itu yang sering menerima kecaman Al-Shafi’i kerana kekejaman dan kezalimannya. Tetapi ternyata bahawa beliau tidak bersalah dan kemudiannya beliau dibebaskan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Baghdad ( 184H – 186H )&lt;br /&gt;Peristiwa itu walaupun secara kebetulan, tetapi membawa arti yang amat besar kepada Al-Shafi’i kerana pertamanya, ia berpeluang menziarahi kota Baghdad yang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan para ilmuan pada ketika itu. Keduanya, ia berpeluang bertemu dengan Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, seorang tokoh Mazhab Hanafi dan sahabat karib Imam Abu Hanifah dan lain-lain tokoh di dalam Mazhab Ahl al-Ra’y. Dengan peristiwa itu terbukalah satu era baru dalam siri pengembaraan Al-Imam ke kota Baghdad yang dikatakan berlaku sebanyak tiga kali sebelum beliau berpindah ke Mesir.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam pengembaraan pertama ini Al-Shafi’i tinggal di kota Baghdad sehingga tahun 186H. Selama masa ini (184 – 186H) beliau sempat membaca kitab-kitab Mazhab Ahl al-Ra’y dan mempelajarinya, terutamanya hasil tulisan Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, di samping membincanginya di dalam beberapa perdebatan ilmiah di hadapan Harun Al-Rashid sendiri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Makkah ( 186H – 195H )&lt;br /&gt;Pada tahun 186H, Al-Shafi’i pulang ke Makkah membawa bersamanya hasil usahanya di Yaman dan Iraq dan beliau terus melibatkan dirinya di bidang pengajaran. Dari sini muncullah satu bintang baru yang berkerdipan di ruang langit Makkah membawa satu nafas baru di bidang fiqah, satu nafas yang bukan Hijazi, dan bukan pula Iraqi dan Yamani, tetapi ia adalah gabungan dari ke semua aliran itu. Sejak itu menurut pendapat setengah ulama, lahirlah satu Mazhab Fiqhi yang baru yang kemudiannya dikenali dengan Mazhab Al-Shafi’i.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Selama sembilan tahun (186 – 195H) Al-Shafi’i menghabiskan masanya di kota suci Makkah bersama-sama para ilmuan lainnya, membahas, mengajar, mengkaji di samping berusaha untuk melahirkan satu intisari dari beberapa aliran dan juga persoalan yang sering bertentangan yang beliau temui selama masa itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Baghdad ( 195H – 197H )&lt;br /&gt;Dalam tahun 195H, untuk kali keduanya Al-Shafi’i berangkat ke kota Baghdad. Keberangkatannya kali ini tidak lagi sebagai seorang yang tertuduh, tetapi sebagai seorang alim Makkah yang sudah mempunyai personalitas dan aliran fiqah yang tersendiri. Catatan perpindahan kali ini menunjukkan bahawa beliau telah menetap di negara itu selama dua tahun (195 – 197H).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di dalam masa yang singkat ini beliau berjaya menyebarkan “Method Usuli” yang berbeza dari apa yang dikenali pada ketika itu. Penyebaran ini sudah tentu menimbulkan satu respon dan reaksi yang luarbiasa di kalangan para ilmuan yang kebanyakannya adalah terpengaruh dengan method Mazhab Hanafi yang disebarkan oleh tokoh utama Mazhab itu, iaitu Muhammad bin Al-Hasan Al-Shaibani.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kata Al-Karabisi : “Kami sebelum ini tidak kenal apakah (istilah) Al-Kitab, Al- Sunnah dan Al-Ijma’, sehinggalah datangnya Al-Shafi’i, beliaulah yang menerangkan maksud Al-Kitab, Al-Sunnah dan Al-Ijma’”.&lt;br /&gt;Kata Abu Thaur : “Kata Al-Shafi’i : Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyebut (di dalam kitab-Nya) mengenai sesuatu maksud yang umum tetapi Ia menghendaki maksudnya yang khas, dan Ia juga telah menyebut sesuatu maksud yang khas tetapi Ia menghendaki maksudnya yang umum, dan kami (pada ketika itu) belum lagi mengetahui perkara-perkara itu, lalu kami tanyakan beliau …”&lt;br /&gt;Pada masa itu juga dikatakan beliau telah menulis kitab usulnya yang pertama atas permintaan ‘Abdul Rahman bin Mahdi, dan juga beberapa penulisan lain dalam bidang fiqah dan lain-lain.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Shafi’i di Makkah dan Mesir ( 197H – 204H )&lt;br /&gt;Sesudah dua tahun berada di Baghdad (197H) beliau kembali ke Makkah. Pada tahun 198H, beliau keluar semula ke Baghdad dan tinggal di sana hanya beberapa bulan sahaja. Pada awal tahun 199H, beliau berangkat ke Mesir dan sampai ke negara itu dalam tahun itu juga. Di negara baru ini beliau menetap sehingga ke akhir hayatnya pada tahun 204H.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam As-Shafi’i wafat pada tahun 204H. Asas Fiqih dan Ushul Fiqih kemudian disebar dan diusaha-kembangkan oleh para sahabatnya yang berada di Al-Hijaz, Iraq dan Mesir.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;FATWA-FATWA IMAM AL-SHAFI’I&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Perpindahan beliau ke Mesir mengakibatkan satu perubahan besar dalam Mazhabnya. Kesan perubahan ini melibatkan banyak fatwanya semasa beliau di Baghdad turut sama berubah. Banyak kandungan kitab-kitab fiqahnya yang beliau hasilkan di Baghdad disemak semula dan diubah. Dengan ini terdapat dua fatwa bagi As-Shafi’i, fatwa lama dan fatwa barunya. Fatwa lamanya ialah segala fatwa yang diucapkan atau ditulisnya semasa beliau berada di Iraq, fatwa barunya ialah fatwa yang diucapkan atau ditulisnya semasa beliau berada di Mesir. Kadang-kadang dipanggil fatwa lamanya dengan Mazhabnya yang lama atau Qaul Qadim dan fatwa barunya dinamakan dengan Mazhab barunya atau Qaul Jadid.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di sini harus kita fahami bahawa tidak kesemua fatwa barunya menyalahi fatwa lamanya dan tidak pula kesemua fatwa lamanya dibatalkannya, malahan ada di antara fatwa barunya yang menyalahi fatwa lamanya dan ada juga yang bersamaan dengan yang lama. Kata Imam Al-Nawawi : “Sebenarnya sebab dikatakan kesemua fatwa lamanya itu ditarik kembali dan tidak diamalkannya hanyalah berdasarkan kepada ghalibnya sahaja”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;PARA SAHABAT IMAM AL-SHAFI’I&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di antara para sahabat Imam Al-Shafi’i yang terkenal di Al-Hijaz (Makkah dan Al-Madinah) ialah :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Abu Bakar Al-Hamidi, ‘Abdullah bun Al-Zubair Al-Makki yang wafat pada tahun 219H.&lt;br /&gt;2. Abu Wahid Musa bin ‘Ali Al-Jarud Al-Makki yang banyak menyalin kitab-kitab Al-Shafi’i. Tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;br /&gt;3. Abu Ishak Ibrahim bin Muhammad bin Al-‘Abbasi bin ‘Uthman bin Shafi ‘Al-Muttalibi yang wafat pada tahun 237H.&lt;br /&gt;4. Abu Bakar Muhammad bin Idris yang tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sementara di Iraq pula kita menemui ramai para sahabat Imam Al-Shafi’i yang terkenal, di antara mereka ialah :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Abu ‘Abdullah Ahmad bin Hanbal, Imam Mazhab yang keempat. Beliau wafat pada tahun 241H.&lt;br /&gt;2. Abu ‘Ali Al-Hasan bin Muhammad Al-Za’farani yang wafat pada tahun 249H.&lt;br /&gt;3. Abu Thaur Ibrahim bin Khalid Al-Kalbi yang wafat pada tahun 240H.&lt;br /&gt;4. Al-Harith bin Suraij Al-Naqqal, Abu ‘Umar. Beliau wafat pada tahun 236H.&lt;br /&gt;5. Abu ‘Ali Al-Husain bin ‘Ali Al-Karabisi yang wafat pada tahun 245H.&lt;br /&gt;6. Abu ‘Abdul RahmanAhmad bin Yahya Al-Mutakallim. Tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;br /&gt;7. Abu Zaid ‘Abdul Hamid bin Al-Walid Al-Misri yang wafat pada tahun 211H.&lt;br /&gt;8. Al-Husain Al-Qallas. Tidak diketahui tarikh wafatnya.&lt;br /&gt;9. ‘Abdul ‘Aziz bin Yahya Al-Kannani yang wafat pada tahun 240H.&lt;br /&gt;10. ‘Ali bin ‘Abdullah Al-Mudaiyini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di Mesir pula terdapat sebilangan tokoh ulama yang kesemua mereka adalah sahabat Imam Al-Shafi’i, seperti :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Abu Ibrahim Isma’il bin Yahya bin ‘Amru bin Ishak Al-Mudhani yang wafat pada tahun 264H.&lt;br /&gt;2. Abu Muhammad Al-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi yang wafat pada tahun 270H.&lt;br /&gt;3. Abu Ya’kub Yusuf bin Yahya Al-Misri Al-Buwaiti yang wafat pada tahun 232H.&lt;br /&gt;4. Abu Najib Harmalah bin Yahya Al-Tajibi yang wafat pada tahun 243H.&lt;br /&gt;5. Abu Musa Yunus bin ‘Abdul A’la Al-Sadaghi yang wafat pada tahun 264H.&lt;br /&gt;6. Abu ‘Abdullah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Hakam Al-Misri yang wafat pada tahun 268H.&lt;br /&gt;7. Al-Rabi’ bin Sulaiman Al-Jizi yang wafat pada tahun 256H.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dari usaha gigih mereka, Mazhab Al-Shafi’i tersebar dan berkembang luas di seluruh rantau Islam di zaman-zaman berikutnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;PERKEMBANGAN MAZHAB IMAM AL-SHAFI’I&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Menurut Ibn Al-Subki bahawa Mazhab Al-Shafi’I telah berkembang dan menjalar pengaruhnya di merata-rata tempat, di kota dan di desa, di seluruh rantau negara Islam. Pengikut-pengikutnya terdapat di Iraq dan kawasan-kawasan sekitarnya, di Naisabur, Khurasan, Muru, Syria, Mesir, Yaman, Hijaz, Iran dan di negara-negara timur lainnya hingga ke India dan sempadan negara China. Penyebaran yang sebegini meluas setidak-tidaknya membayangkan kepada kita sejauh mana kewibawaan peribadi Imam Al-Shafi’i sebagai seorang tokoh ulama dan keunggulan Mazhabnya sebagai satu-satunya aliran fiqah yang mencabar aliran zamannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;IMAM AL-SHAFI’I DAN KITABNYA&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Permulaan Mazhabnya&lt;br /&gt;Sebenarnya penulisan Imam Al-Shafi’i secara umumnya mempunyai pertalian yang rapat dengan pembentukan Mazhabnya. Menurut Muhammad Abu Zahrah bahawa pembentukan Mazhabnya hanya bermula sejak sekembalinya dari kunjungan ke Baghdad pada tahun 186H. Sebelum itu Al-Shafi’i adalah salah seorang pengikut Imam Malik yang sering mempertahankan pendapatnya dan juga pendapat fuqaha’ Al-Madinah lainnya dari kecaman dan kritikan fuqaha’ Ahl Al-Ra’y. Sikapnya yang sebegini meyebabkan beliau terkenal dengan panggilan “Nasir Al-Hadith”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Detik terawal Mazhabnya bermula apabila beliau membuka tempat pengajarannya (halqah) di Masjid Al-Haram. Usaha beliau dalam memperkembangkan Mazhabnya itu bolehlah dibahagikan kepada tiga peringkat :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Peringkat Makkah (186 – 195H)&lt;br /&gt;2. Peringkat Baghdad (195 – 197H)&lt;br /&gt;3. Peringkat Mesir (199 – 204H)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam setiap peringkat diatas beliau mempunyai ramai murid dan para pengikut yang telah menerima dan menyebar segala pendapat ijtihad dan juga hasil kajiannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Penulisan Pertamanya&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Memang agak sulit untuk menentukan apakah kitab pertama yang dihasilkan oleh Al-Shafi’i dan di mana dan selanjutnya apakah kitab pertama yang dihasilkannya dalam Ilmu Fiqah dan di mana? Kesulitan ini adalah berpunca dari tidak adanya keterangan yang jelas mengenai kedua-dua perkara tersebut. Pengembaraannya dari satu tempat ke satu tempat yang lain dan pulangnya semula ke tempat awalnya tambah menyulitkan lagi untuk kita menentukan di tempat mana beliau mulakan usaha penulisannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Apa yang kita temui – sesudah kita menyemak beberapa buah kitab lama dan baru yang menyentuh sejarah hidupnya, hanya beberapa tanda yang menunjukkan bahawa kitabnya “Al-Risalah” adalah ditulis atas permintaan ‘Abdul Rahman bin Mahdi, iaitu sebuah kitab di dalam Ilmu Usul, pun keterangan ini tidak juga menyebut apakah kitab ini merupakan hasil penulisannya yang pertama atau sebelumnya sudah ada kitab lain yang dihasilkannya. Di samping adanya pertelingkahan pendapat di kalangan ‘ulama berhubung dengan tempat di mana beliau menghasilkan penulisan kitabnya itu. Ada pendapat yang mengatakan bahawa beliau menulisnya sewaktu beliau berada di Makkah dan ada juga pendapat yang mengatakan bahawa beliau menulisnya ketika berada di Iraq.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kata Ahmad Muhammad Shakir : “Al-Shafi’I telah mengarang beberapa buah kitab yang jumlahnya agak besar, sebahagiannya beliau sendiri yang menulisnya, lalu dibacakannya kepada orang ramai. Sebahagiannya pula beliau merencanakannya sahaja kepada para sahabatnya. Untuk mengira bilangan kitab-kitabnya itu memanglah sukar kerana sebahagian besarnya telahpun hilang. Kitab-kitab itu telah dihasilkan penulisannya ketika beliau berada di Makkah, di Baghdad dan di Mesir”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kalaulah keterangan di atas boleh dipertanggungjawabkan maka dapatlah kita membuat satu kesimpulan bahawa Al-Shafi’i telah memulakan siri penulisannya sewaktu beliau di Makkah lagi, dan kemungkinan kitabnya yang pertama yang dihasilkannya ialah kitab “Al-Risalah”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al-Hujjah Dan Kitab-kitab Mazhab Qadim&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di samping “Al-Risalah” terdapat sebuah kitab lagi yang sering disebut-sebut oleh para ulama sebagai sebuah kitab yang mengandungi fatwa Mazhab Qadimnya iaitu “Al-Hujjah”. Pun keterangan mengenai kitab ini tidak menunjukkan bahawa ia adalah kitab pertama yang di tulis di dala bidang Ilmu Fiqah semasa beliau berada di Iraq, dan masa penulisannya pun tidak begitu jelas. Menurut beberapa keterangan, beliau menghasilkannya sewaktu beliau berpindah ke negara itu pada kali keduanya, iaitu di antara tahun-tahun 195 – 197H.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bersama-sama “Al-Hujjah” itu terdapat beberapa buah kitab lain di dalam Ilmu Fiqah yang beliau hasilkan sendiri penulisannya atau beliau merencanakannya kepada para sahabatnya di Iraq, antaranya seperti kitab-kitab berikut :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Al-Amali&lt;br /&gt;2. Majma’ al-Kafi&lt;br /&gt;3. ‘Uyun al-Masa’il&lt;br /&gt;4. Al-Bahr al-Muhit&lt;br /&gt;5. Kitab al-Sunan&lt;br /&gt;6. Kitab al-Taharah&lt;br /&gt;7. Kitab al-Solah&lt;br /&gt;8. Kitab al-Zakah&lt;br /&gt;9. Kitab al-Siam&lt;br /&gt;10. Kitab al-Haj&lt;br /&gt;11. Bitab al-I’tikaf&lt;br /&gt;12. Kitab al-Buyu’&lt;br /&gt;13. Kitab al-Rahn&lt;br /&gt;14. Kitab al-Ijarah&lt;br /&gt;15. Kitab al-Nikah&lt;br /&gt;16. Kitab al-Talaq&lt;br /&gt;17. Kitab al-Sadaq&lt;br /&gt;18. Kitab al-Zihar&lt;br /&gt;19. Kitab al-Ila’&lt;br /&gt;20. Kitab al-Li’an&lt;br /&gt;21. Kitab al-Jirahat&lt;br /&gt;22. Kitab al-Hudud&lt;br /&gt;23. Kitab al-Siyar&lt;br /&gt;24. Kitab al-Qadaya&lt;br /&gt;25. Kitab Qital ahl al-Baghyi&lt;br /&gt;26. Kitab al-‘Itq dan lain-lain&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Setengah perawi pula telah menyebut bahwa kitab pertama yang dihasilkan oleh Al-Shafi’i adalah di dalam bentuk jawaban dan perdebatan, iaitu satu penulisan yang dituju khas kepada fuqaha’ ahl al-Ra’y sebagai menjawab kecaman-kecaman mereka terhadap Malik dan fuqaha’ Al-Madinah. Kenyataan mereka ini berdasarkan kepada riwayat Al-Buwaiti : “Kata Al-Shafi’i : Ashab Al-Hadith (pengikut Imam Malik) telah berhimpun bersama-sama saya. Mereka telah meminta saya menulis satu jawaban terhadap kitab Abu Hanifah. Saya menjawab bahawa saya belum lagi mengetahui pendapat mereka, berilah peluang supaya dapat saya melihat kitab-kitab mereka. Lantas saya meminta supaya disalinkan kitab-kitab itu.Lalu disalin kitab-kitab Muhammad bin Al-Hasan untuk (bacaan) saya. Saya membacanya selama setahun sehingga saya dapat menghafazkan kesemuanya. Kemudian barulah saya menulis kitab saya di Baghdad.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kalaulah berdasarkan kepada keterangan di atas, maka kita pertama yang dihasilkan oleh Al-Shafi’i semasa beliau di Iraq ialah sebuah kitab dalam bentuk jawaban dan perdebatan, dan cara penulisannya adalah sama dengan cara penulisan ahl al-Ra’y. Ini juga menunjukkan bahawa masa penulisannya itu lebih awal dari masa penulisan kitab “Al-Risalah”, iaitu di antara tahun-tahun 184 – 186H.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Method Penulisan Kitab-Kitab Qadim&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Berhubung dengan method penulisan kitab “Al-Hujjah” dan lain-lain belum dapat kita pastikan dengan yakin kerana sikap asalnya tida kita temui, kemungkinan masih lagi ada naskah asalnya dan kemungkinan juga ianya sudah hilang atau rosak dimakan zaman. Walaubagaimanapun ia tidak terkeluar – ini hanya satu kemungkinan sahaja – dari method penulisan zamannya yang dipengaruhi dengan aliran pertentangan mazhab-mazhab fuqaha’ di dalam beberapa masalah, umpamanya pertentangan yang berlaku di antara mazhab beliau dengan Mazhab Hanafi da juga Mazhab Maliki. Keadaan ini dapat kita lihat dalam penulisan kitab “Al-Um” yang pada asalnya adalah kumpulan dari beberapa buah kitab Mazhab Qadimnya. Setiap kitab itu masing-masing membawa tajuknya yang tersendiri, kemudian kita itu pula dipecahkan kepada bab-bab kecil yang juga mempunyai tajuk-tajuk yang tersendiri. Di dalam setiap bab ini dimuatkan dengan segala macam masalah fiqah yang tunduk kepada tajuk besar iaitu tajuk bagi sesuatu kitab, umpamanya kitab “Al-Taharah”, ia mengandungi tiga puluh tujuh tajuk bab kecil, kesemua kandungan bab-bab itu ada kaitannya dengan Kitab “Al-Taharah”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Perawi Mazhab Qadim&lt;br /&gt;Ramai di antara para sahabatnya di Iraq yang meriwayat fatwa qadimnya, di antara mereka yang termasyhur hanya empat orang sahaja :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Abu Thaur, Ibrahim bin Khalid yang wafat pada tahun 240H.&lt;br /&gt;2. Al-Za’farani, Al-Hasan bin Muhammad bin Sabah yang wafat pada tahun 260H.&lt;br /&gt;3. Al-Karabisi, Al-Husain bin ‘Ali bin Yazid, Abu ‘Ali yang wafat pada tahun 245H.&lt;br /&gt;4. Ahmad bin Hanbal yang wafat pada tahun 241H.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Menurut Al-Asnawi, Al-Shafi’i adalah ‘ulama’ pertama yang hasil penulisannya meliputi banyak bab di dalam Ilmu Fiqah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Perombakan Semula Kitab-kitab Qadim&lt;br /&gt;Perpindahan beliau ke Mesir pada tahun 199H menyebabkan berlakunya satu rombakan besar terhadap fatwa lamanya. Perombakan ini adalah berpuncak dari penemuan beliau dengan dalil-dalil baru yang belum ditemuinya selama ini, atau kerana beliau mendapati hadis-hadis yang sahih yang tidak sampai ke pengetahuannya ketika beliau menulis kitab-kitab qadimnya, atau kerana hadis-hadis itu terbukti sahihnya sewaktu beliau berada di Mesir sesudah kesahihannya selama ini tidak beliau ketahui. Lalu dengan kerana itu beliau telah menolak sebahagian besar fatwa lamanya dengan berdasarkan kepada prinsipnya : “Apabila ditemui sesebuah hadis yang sahih maka itulah Mazhab saya”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di dalam kitab “Manaqib Al-Shafi’i”, Al-Baihaqi telah menyentuh nama beberapa buah kitab lama (Mazhab Qadim) yang disemak semula oleh Al-Shafi’i dan diubah sebahagian fatwanya, di antara kitab-kitab itu ialah :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Al-Risalah&lt;br /&gt;2. Kitab al-Siyam&lt;br /&gt;3. Kitab al-Sadaq&lt;br /&gt;4. Kitab al-Hudud&lt;br /&gt;5. Kitab al-Rahn al-Saghir&lt;br /&gt;6. Kitab al-Ijarah&lt;br /&gt;7. Kitab al-Jana’iz&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Menurut Al-Baihaqi lagi Al-shafi’i telah menyuruh supaya dibakar kitab-kitab lamanya yang mana fatwa ijtihadnya telah diubah. Catatan Al-Baihaqi itu menunjukkan bahawa Al-Shafi’i melarang para sahabatnya meriwayat pendapat-pendapat lamanya yang ditolak kepada orang ramai. Walaupun begitu kita masih menemui pendapat-pendapat itu berkecamuk di sana-sini di dalam kitab-kitab fuqaha’ mazhabnya samada kitab-kitab yang ditulis fuqaha’ yang terdahulu atau pun fuqaha’ yang terkemudian.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kemungkinan hal ini berlaku dengan kerana kitab-kitab lamanya yang diriwayatkan oleh Al-Za’farani, Al-Karabisi dan lain-lain sudah tersebar dengan luasnya di Iraq dan diketahui umum, terutamanya di kalangan ulama dan mereka yang menerima pendapat-pendapatnya itu tidak mengetahui larangan beliau itu.&lt;br /&gt;Para fuqaha’ itu bukan sahaja mencatat pendapat-pendapat lamanya di dalam penulisan mereka, malah menurut Al-Nawawi ada di antara mereka yang berani mentarjihkan pendapat-pendapat itu apabila mereka mendapatinya disokong oleh hadis-hadis yang sahih.&lt;br /&gt;Pentarjihan mereka ini tidak pula dianggap menentangi kehendak Al-Shafi’i, malahan itulah pendapat mazhabnya yang berdasarkan kepada prinsipnya : “Apabila ditemui sesebuah hadis yang sahih maka itulah mazhab saya”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Tetapi apabila sesuatu pendapat lamanya itu tidak disokong oleh hadis yang sahih kita akan menemui dua sikap di kalangan fuqaha’ Mazhab Al-Shafi’i :-&lt;br /&gt;Pertamanya : Pendapat itu harus dipilih dan digunakan oleh seseorang mujtahid Mazhab Al-Shafi’i atas dasar ia adalah pendapat Al-Shafi’i yang tidak dimansuhkan olehnya, kerana seseorang mujtahid (seperti Al-Shafi’i) apabila ia mengeluarkan pendapat barumya yang bercanggah dengan pendapat lamanya tidaklah bererti bahawa ia telah menarik pendapat pertamanya, bahkan di dalam masalah itu dianggap mempunyai dua pendapatnya.&lt;br /&gt;Keduanya : Tidak harus ia memilih pendapat lama itu. Inilah pendapat jumhur fuqaha’ Mazhab Al-Shafi’i kerana pendapat lama dan baru adalah dua pendapatnya yang bertentangan yang mustahil dapat diselaraskan kedua-duanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kitab-kitab Mazhab Jadid&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di antara kitab-kitab yang beliau hasilkan penulisannya di Mesir atau beliau merencanakannya kepada para sahabatnya di sana ialah :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;i. Al-Risalah. Kitab ini telah ditulis buat pertama kalinya sebelum beliau berpindah ke Mesir.&lt;br /&gt;ii. Beberapa buah kitab di dalam hukum-hukum furu’ yang terkandung di dalam kitab “Al-Um”, seperti :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;a) Di dalam bab Taharah :&lt;br /&gt;1. Kitab al-Wudu’&lt;br /&gt;2. Kitab al-Tayammum&lt;br /&gt;3. Kitab al-Taharah&lt;br /&gt;4. Kitab Masalah al-Mani&lt;br /&gt;5. Kitab al-Haid&lt;br /&gt;B) Di dalam bab Solah :&lt;br /&gt;6. Kitab Istiqbal al-Qiblah&lt;br /&gt;7. Kitab al-Imamah&lt;br /&gt;8. Kitab al-Jum’ah&lt;br /&gt;9. Kitab Solat al-Khauf&lt;br /&gt;10. Kitab Solat al-‘Aidain&lt;br /&gt;11. Kitab al-Khusuf&lt;br /&gt;12. Kitab al-Istisqa’&lt;br /&gt;13. Kitab Solat al-Tatawu’&lt;br /&gt;14. Al-Hukm fi Tarik al-Solah&lt;br /&gt;15. Kitab al-Jana’iz&lt;br /&gt;16. Kitab Ghasl al-Mayyit&lt;br /&gt;c) Di dalam bab Zakat :&lt;br /&gt;17. Kitab al-Zakah&lt;br /&gt;18. Kitab Zakat Mal al-Yatim&lt;br /&gt;19. Kitab Zakat al-Fitr&lt;br /&gt;20. Kitab Fard al-Zakah&lt;br /&gt;21. Kitab Qasm al-Sadaqat&lt;br /&gt;d) Di dalam bab Siyam (Puasa) :&lt;br /&gt;22. Kitab al-Siyam al-Kabir&lt;br /&gt;23. Kitab Saum al-Tatawu’&lt;br /&gt;24. Kitab al-I’tikaf&lt;br /&gt;e) Di dalam bab Haji :&lt;br /&gt;25. Kitab al-Manasik al-Kabir&lt;br /&gt;26. Mukhtasar al-Haj al-Kabir&lt;br /&gt;27. Mukhtasar al-Haj al-Saghir&lt;br /&gt;f) Di dalam bab Mu’amalat :&lt;br /&gt;28. Kitab al-Buyu’&lt;br /&gt;29. Kitab al-Sarf&lt;br /&gt;30. Kitab al-Salam&lt;br /&gt;31. Kitab al-Rahn al-Kabir&lt;br /&gt;32. Kitab al-Rahn al-Saghir&lt;br /&gt;33. Kitab al-Taflis&lt;br /&gt;34. Kitab al-Hajr wa Bulugh al-Saghir&lt;br /&gt;35. Kitab al-Sulh&lt;br /&gt;36. Kitab al-Istihqaq&lt;br /&gt;37. Kitab al-Himalah wa al-Kafalah&lt;br /&gt;38. Kitab al-Himalah wa al-Wakalah wa al-Sharikah&lt;br /&gt;39. Kitab al-Iqrar wa al-Mawahib&lt;br /&gt;40. Kitab al-Iqrar bi al-Hukm al-Zahir&lt;br /&gt;41. Kitab al-Iqrar al-Akh bi Akhihi&lt;br /&gt;42. Kitab al-‘Ariah&lt;br /&gt;43. Kitab al-Ghasb&lt;br /&gt;44. Kitab al-Shaf’ah&lt;br /&gt;g) Di dalam bab Ijarat (Sewa-menyewa) :&lt;br /&gt;45. Kitab al-Ijarah&lt;br /&gt;46. Kitab al-Ausat fi al-Ijarah&lt;br /&gt;47. Kitab al-Kara’ wa al-Ijarat&lt;br /&gt;48. Ikhtilaf al-Ajir wa al-Musta’jir&lt;br /&gt;49. Kitab Kara’ al-Ard&lt;br /&gt;50. Kara’ al-Dawab&lt;br /&gt;51. Kitab al-Muzara’ah&lt;br /&gt;52. Kitab al-Musaqah&lt;br /&gt;53. Kitab al-Qirad&lt;br /&gt;54. Kitab ‘Imarat al-Aradin wa Ihya’ al-Mawat&lt;br /&gt;h) Di dalam bab ‘Ataya (Hadiah-menghadiah) :&lt;br /&gt;55. Kitab al-Mawahib&lt;br /&gt;56. Kitab al-Ahbas&lt;br /&gt;57. Kitab al-‘Umra wa al-Ruqba&lt;br /&gt;i) Di dalam bab Wasaya (Wasiat) :&lt;br /&gt;58. Kitab al-Wasiat li al-Warith&lt;br /&gt;59. Kitab al-Wasaya fi al-‘Itq&lt;br /&gt;60. Kitab Taghyir al-Wasiah&lt;br /&gt;61. Kitab Sadaqat al-Hay’an al-Mayyit&lt;br /&gt;62. Kitab Wasiyat al-Hamil&lt;br /&gt;j) Di dalam bab Faraid dan lain-lain :&lt;br /&gt;63. Kitab al-Mawarith&lt;br /&gt;64. Kitab al-Wadi’ah&lt;br /&gt;65. Kitab al-Luqatah&lt;br /&gt;66. Kitab al-Laqit&lt;br /&gt;k) Di dalam bab Nikah :&lt;br /&gt;67. Kitab al-Ta’rid bi al-Khitbah&lt;br /&gt;68. Kitab Tahrim al-Jam’i&lt;br /&gt;69. Kitab al-Shighar&lt;br /&gt;70. Kitab al-Sadaq&lt;br /&gt;71. Kitab al-Walimah&lt;br /&gt;72. Kitab al-Qism&lt;br /&gt;73. Kitab Ibahat al-Talaq&lt;br /&gt;74. Kitab al-Raj’ah&lt;br /&gt;75. Kitab al-Khulu’ wa al-Nushuz&lt;br /&gt;76. Kitab al-Ila’&lt;br /&gt;77. Kitab al-Zihar&lt;br /&gt;78. Kitab al-Li’an&lt;br /&gt;79. Kitab al-‘Adad&lt;br /&gt;80. Kitab al-Istibra’&lt;br /&gt;81. Kitab al-Rada’&lt;br /&gt;82. Kitab al-Nafaqat&lt;br /&gt;l) Di dalam bab Jirah (Jenayah) :&lt;br /&gt;83. Kitab Jirah al-‘Amd&lt;br /&gt;84. Kitab Jirah al-Khata’ wa al-Diyat&lt;br /&gt;85. Kitab Istidam al-Safinatain&lt;br /&gt;86. Al-Jinayat ‘ala al-Janin&lt;br /&gt;87. Al-Jinayat ‘ala al-Walad&lt;br /&gt;88. Khata’ al-Tabib&lt;br /&gt;89. Jinayat al-Mu’allim&lt;br /&gt;90. Jinayat al-Baitar wa al-Hujjam&lt;br /&gt;91. Kitab al-Qasamah&lt;br /&gt;92. Saul al-Fuhl&lt;br /&gt;m) Di dalam bab Hudud :&lt;br /&gt;93. Kitab al-Hudud&lt;br /&gt;94. Kitab al-Qat’u fi al-Sariqah&lt;br /&gt;95. Qutta’ al-Tariq&lt;br /&gt;96. Sifat al-Nafy&lt;br /&gt;97. Kitab al-Murtad al-Kabir&lt;br /&gt;98. Kitab al-Murtad al-Saghir&lt;br /&gt;99. Al-Hukm fi al-Sahir&lt;br /&gt;100. Kitab Qital ahl al-Baghy&lt;br /&gt;n) Di dalam bab Siar dan Jihad :&lt;br /&gt;101. Kitab al-Jizyah&lt;br /&gt;102. Kitab al-Rad ‘ala Siyar al-Auza’i&lt;br /&gt;103. Kitab al-Rad ‘ala Siyar al-Waqidi&lt;br /&gt;104. Kitab Qital al-Mushrikin&lt;br /&gt;105. Kitab al-Asara wa al-Ghulul&lt;br /&gt;106. Kitab al-Sabq wa al-Ramy&lt;br /&gt;107. Kitab Qasm al-Fai’ wa al-Ghanimah&lt;br /&gt;o) Di dalam bab At’imah (Makan-makanan) :&lt;br /&gt;108. Kitab al-Ta’am wa al-Sharab&lt;br /&gt;109. Kitab al-Dahaya al-Kabir&lt;br /&gt;110. Kitab al-Dahaya al-Saghir&lt;br /&gt;111. Kitab al-Said wa al-Dhabaih&lt;br /&gt;112. Kitab Dhabaih Bani Israil&lt;br /&gt;113. Kitab al-Ashribah&lt;br /&gt;p) Di dalam bab Qadaya (Kehakiman) :&lt;br /&gt;114. Kitab Adab al-Qadi&lt;br /&gt;115. Kitab al-Shahadat&lt;br /&gt;116. Kitab al-Qada’ bi al-Yamin ma’a al-Shahid&lt;br /&gt;117. Kitab al-Da’wa wa al-Bayyinat&lt;br /&gt;118. Kitab al-Aqdiah&lt;br /&gt;119. Kitab al-Aiman wa al-Nudhur&lt;br /&gt;q) Di dalam bab ‘Itq (Pembebasan) dan lain-lain :&lt;br /&gt;120. Kitab al-‘Itq&lt;br /&gt;121. Kitab al-Qur’ah&lt;br /&gt;122. Kitab al-Bahirah wa al-Sa’ibah&lt;br /&gt;123. Kitab al-Wala’ wa al-Half&lt;br /&gt;124. Kitab al-Wala’ al-Saghir&lt;br /&gt;125. Kitab al-Mudabbir&lt;br /&gt;126. Kitab al-Mukatab&lt;br /&gt;127. Kitab ‘Itq Ummahat al-Aulad&lt;br /&gt;128. Kitab al-Shurut&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di samping kitab-kitab di atas ada lagi kitab-kitab lain yang disenaraikan oleh al-Baihaqi sebagai kitab-kitab usul, tetapi ia juga mengandungi hukum-hukum furu’, seperti :-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Kitab Ikhtilaf al-Ahadith&lt;br /&gt;2. Kitab Jima’ al-Ilm&lt;br /&gt;3. Kitab Ibtal al-Istihsan&lt;br /&gt;4. Kitan Ahkam al-Qur’an&lt;br /&gt;5. Kitab Bayan Fard al-Lah, ‘Azza wa Jalla&lt;br /&gt;6. Kitab Sifat al-Amr wa al-Nahy&lt;br /&gt;7. Kitab Ikhtilaf Malik wa al-Shafi’i&lt;br /&gt;8. Kitab Ikhtilaf al-‘Iraqiyin&lt;br /&gt;9. Kitab al-Rad ‘ala Muhammad bin al-Hasan&lt;br /&gt;10. Kitab ‘Ali wa ‘Abdullah&lt;br /&gt;11. Kitab Fada’il Quraysh&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ada sebuah lagi kitab al-Shafi’i yang dihasilkannya dalam Ilmu Fiqah iaitu “al-Mabsut”. Kitab ini diperkenalkan oleh al-Baihaqi dan beliau menamakannya dengan “al-Mukhtasar al-Kabir wa al-Manthurat”, tetapi pada pendapat setengah ulama kemungkinan ia adalah kitab “al-Um”.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-6301369190990780797?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/6301369190990780797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=6301369190990780797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/6301369190990780797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/6301369190990780797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/imam-syafi-iy.html' title='IMAM SYAFI &apos;IY'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-2539888959362700492</id><published>2009-09-03T21:30:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T21:35:34.721-07:00</updated><title type='text'>IMAM MALIKI</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt; 					&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam malik bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris Al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712-796 M. Berasal dari keluarga Arab yang terhormat dan berstatus sosial yang tinggi, baik sebelum datangnya islam maupun sesudahnya, tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut islam mereka pindah ke Madinah, kakeknya Abu Amir adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama islam pada tahun ke dua Hijriah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kakek dan ayahnya termasuk ulama hadis terpandang di Madinah, oleh sebab itu, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu, karena beliau merasa Madinah adalah kota sumber ilmu yang berlimpah dengan ulama ulama besarnya. Imam Malik menekuni pelajaran hadis kepada ayah dan paman pamannya juga pernah berguru pada ulama ulama terkenal seperti Nafi’ bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab Al Zuhri, Abu Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said Al Anshari, Muhammad bin Munkadir, Abdurrahman bin Hurmuz dan Imam Ja’far AsShadiq.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan, tidak kurang empat Khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Harun Arrasyid dan Al Makmun pernah jadi muridnya, bahkan ulama ulama besar Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i pun pernah menimba ilmu darinya, menurut sebuah riwayat disebutkan bahwa murid Imam Malik yang terkenal mencapai 1.300 orang. Ciri pengajaran Imam malik adalah disiplin, ketentraman dan rasa hormat murid terhadap gurunya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Karya Imam malik terbesar adalah bukunya Al Muwatha’ yaitu kitab fiqh yang berdasarkan himpunan hadis hadis pilihan, menurut beberapa riwayat mengatakan bahwa buku Al Muwatha’ tersebut tidak akan ada bila Imam Malik tidak dipaksa oleh Khalifah Al Mansur sebagai sangsi atas penolakannya untuk datang ke Baghdad, dan sangsinya yaitu mengumpulkan hadis hadis dan membukukannya, Awalnya imam Malik enggan untuk melakukannya, namun setelah dipikir pikir tak ada salahnya melakukan hal tersebut Akhirnya lahirlah Al Muwatha’ yang ditulis pada masa khalifah Al Mansur (754-775 M) dan selesai di masa khalifah Al Mahdi (775-785 M), semula kitab ini memuat 10 ribu hadis namun setelah diteliti ulang, Imam malik hanya memasukkan 1.720 hadis. Selain kitab tersebut, beliau juga mengarang buku Al Mudawwanah Al Kubra.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam malik tidak hanya meninggalkan warisan buku, tapi juga mewariskan Mazhab fiqhinya di kalangan sunni yang disebut sebagai mazhab Maliki, Mazhab ini sangat mengutamakan aspek kemaslahatan di dalam menetapkan hukum, sumber hukum yang menjadi pedoman dalam mazhab Maliki ini adalah Al Quran, Sunnah Rasulullah, Amalan para sahabat, Tradisi masyarakat Madinah, Qiyas dan Al Maslaha Al Mursal kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;				&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-2539888959362700492?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/2539888959362700492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=2539888959362700492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2539888959362700492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2539888959362700492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/imam-maliki.html' title='IMAM MALIKI'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-1112604447816110774</id><published>2009-09-03T21:27:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T21:35:34.736-07:00</updated><title type='text'>IMAM HANAFI</title><content type='html'> 	 				 			&lt;h2 class="title"&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Abu Hanifah (80 – 150 H)&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt; 			 			 								&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Hanafi dilahirkan pada tahun 80 Hijrah bertepatan tahun 699 Masehi di sebuah kota bernama Kufah. Nama yang sebenarnya ialah Nu’man bin Tsabit bin Zautha bin Maha. Kemudian masyhur dengan gelaran Imam Hanafi. Imam Abu Hanafih adalah seorang imam Mazhab yang besar dalam dunia Islam. Dalam empat mazhab yang terkenal tersebut hanya Imam Hanafi yang bukan orang Arab. Beliau keturunan Persia atau disebut juga dengan bangsa Ajam. Pendirian beliau sama dengan pendirian imam yang lain, iaitu sama-sama menegakkan Al-Quran dan sunnah Nabi SAW.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kemasyhuran nama tersebut menurut para ahli sejarah ada beberapa sebab:&lt;br /&gt;1.  Kerana ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Hanifah, maka ia diberi julukan dengan Abu Hanifah.&lt;br /&gt;2.  Kerana semenjak kecilnya sangat tekun belajar dan menghayati setiap yang dipelajarinya, maka ia dianggap seorang  yang hanif (kecenderungan/condong) pada agama. Itulah sebabnya ia masyhur dengan gelaran Abu Hanifah.&lt;br /&gt;3.  Menurut bahasa Persia, Hanifah bererti tinta. Imam Hanafi sangat rajin menulis hadith-hadith, ke mana, ia pergi selalu membawa tinta. Kerana itu ia dinamakan Abu Hanifah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span id="more-86"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Waktu ia dilahirkan, pemerintahan Islam berada di tangan Abdul Malik bin Marwan, dari keturunan Bani Umaiyyah kelima. Kepandaian Imam Hanafi tidak diragukan lagi, beliau mengerti betul tentang ilmu fiqih, ilmu tauhid, ilmu kalam, dan juga ilmu hadith. Di samping itu beliau juga pandai dalam ilmu kesusasteraan dan hikmah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Hanafi adalah seorang hamba Allah yang bertakwa dan soleh, seluruh waktunya lebih banyak diisi dengan amal ibadah. Jika beliau berdoa matanya bercucuran air mata demi mengharapkan keredhaan Allah SWT. Walaupun demikian orang-orang yang berjiwa jahat selalu berusaha untuk menganiaya beliau.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sifat keberanian beliau adalah berani menegakkan dan mempertahankan kebenaran. Untuk kebenaran ia tidak takut sengsara atau apa bahaya yang akan diterimanya. Dengan keberaniannya itu beliau selalu mencegah orang-orang yang melakukan perbuatan mungkar, kerana menurut Imam Hanafi kalau kemungkaran itu tidak dicegah, bukan orang yang berbuat kejahatan itu saja yang akan merasakan akibatnya, melainkan semuanya, termasuk orang-orang yang baik yang ada di tempat tersebut&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebahagian dilukiskan dalam sebuah hadith Rasulullah SAW bahawa bumi ini diumpamakan sebuah bahtera yang didiami oleh dua kumpulan. Kumpulan pertama adalah terdiri orang-orang yang baik-baik sementara kumpulan kedua terdiri dari yang jahat-jahat. Kalau kumpulan jahat ini mahu merosak bahtera dan kumpulan baik itu tidak mahu mencegahnya, maka seluruh penghuni bahtera itu akan binasa. Tetapi sebaliknya jika kumpulan yang baik itu mahu mencegah perbuatan orang-orang yang mahu membuat kerosakan di atas bahtera itu, maka semuanya akan selamat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sifat Imam Hanafi yang lain adalah menolak kedudukan tinggi yang diberikan pemerintah kepadanya. Ia menolak pangkat dan menolak wang yang dibelikan kepadanya. Akibat dari penolakannya itu ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Di dalam penjara ia diseksa, dipukul dan sebagainya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Gubernur di Iraq pada waktu itu berada di tangan Yazid bin Hurairah Al-Fazzari. Selaku pemimpin ia tentu dapat mengangkat dan memberhentikan pegawai yang berada di bawah kekuasaannya. Pernah pada suatu ketika Imam Hanafi akan diangkat menjadi ketua urusan perbendaharan negara (Baitul mal), tetapi pengangkatan itu ditolaknya. Ia tidak mahu menerima kedudukan tinggi tersebut. Sampai berulang kali Gabenor Yazid menawarkan pangkat itu kepadanya, namun tetap ditolaknya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada waktu yang lain Gabenor Yazid menawarkan pangkat Kadi (hakim) tetapi juga ditolaknya. Rupanya Yazid tidak senang melihat sikap Imam Hanafi tersebut. Seolah-olah Imam Hanafi memusuhi pemerintah, kerana itu timbul rasa curiganya. Oleh kerana itu ia diselidiki dan diancam akan dihukum dengan hukum dera. Ketika Imam Hanafi mendengar kata ancaman hukum dera itu Imam Hanafi menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan mengerjakan jabatan yang ditawarkan kepadaku, sekalipun aku akan dibunuh oleh pihak kerajaan.” Demikian beraninya Imam Hanafi dalam menegakkan pendirian hidupnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada suatu hari Yazid memanggil para alim ulama ahli fiqih yang terkemuka di Iraq, dikumpulkan di muka istananya. Di antara mereka yang datang ketika itu adalah Ibnu Abi Laila. Ibnu Syblamah, Daud bin Abi Hind dan lain-lain. Kepada mereka, masing-masing diberi kedudukan rasmi oleh Gabenor.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika itu gabenor menetapkan Imam Hanafi menjadi Pengetua jawatan Sekretari gabenor. Tugasnya adalah bertanggungjawab terhadap keluar masuk wang negara. Gabenor dalam memutuskan jabatan itu disertai dengan sumpah, “Jika Abu Hanifah tidak menerima pangkat itu nescaya ia akan dihukum dengan pukulan.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Walaupun ada ancaman seperti itu, Imam Hanafi tetap menolak jawatan itu, bahkan ia tetap tegas, bahawa ia tidak mahu menjadi pegawai kerajaan dan tidak mahu campur tangan dalam urusan negara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kerana sikapnya itu, akhirnya ditangkap oleh gabenor. Kemudian dimasukkan ke dalam penjara selama dua minggu, dengan tidak dipukul. Lima belas hari kemudian baru dipukul sebanyak 14 kali pukulan, setelah itu baru dibebaskan. Beberapa hari sesudah itu gabenor menawarkan menjadi kadi, juga ditolaknya. Kemudian ditangkap lagi dan dijatuhi hukuman dera sebanyak 110 kali. Setiap hari didera sebanyak sepuluh kali pukulan. Namun demikian Imam Hanafi tetap dengan pendiriannya. Sampai ia dilepaskan kembali setelah cukup 110 kali cambukan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Walaupun demikian ketika Imam Hanafi diseksa ia sempat berkata. “Hukuman dera di dunia lebih ringan daripada hukuman neraka di akhirat nanti.” Ketika ia berusia lebih dari 50 tahun, ketua negara ketika itu berada di tangan Marwan bin Muhammad. Imam Hanafi juga menerima ujian. Kemudian pada tahun 132 H sesudah dua tahun dari hukuman tadi terjadilah pergantian pimpinan negara, dari keturunan Umaiyyah ke tangan Abbasiyyah, ketua negaranya bernama Abu Abbas as Saffah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada tahun 132 H sesudah Abu Abbas meninggal dunia diganti dengan ketua negara yang baru bernama Abi Jaafar Al-Mansur, saudara muda dari Abul Abbas as Saffah. Ketika itu Imam Abu Hanifah telah berumur 56 tahun. Namanya masih tetap harum sebagai ulama besar yang disegani. Ahli fikir yang cepat dapat menyelesaikan sesuatu persoalan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Suatu hari Imam Hanafi mendapat panggilan dari baginda Al-Mansur di Baghdad, supaya ia datang mengadap ke istana. Sesampainya ia di istana Baghdad ia ditetapkan oleh baginda menjadi kadi (hakim) kerajaan Baghdad. Dengan tawaran tersebut, salah seorang pegawai negara bertanya: “Adakah guru tetap akan menolak kedudukan baik itu?” Dijawab oleh Imam Hanafi “Amirul mukminin lebih kuat membayar kifarat sumpahnya daripada saya membayar sumpah saya.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kerana ia masih tetap menolak, maka diperintahkan kepada pengawal untuk menangkapnya, kemudian dimasukkan ke dalam penjara di Baghdad. Pada saat itu para ulama yang terkemuka di Kufah ada tiga orang. Salah satu di antaranya ialah Imam Ibnu Abi Laila. Ulama ini sejak pemerintahan Abu Abbas as Saffah telah menjadi mufti kerajaan untuk kota Kufah. Kerana sikap Imam Hanafi itu, Imam Abi Laila pun dilarang memberi fatwa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada suatu hari Imam Hanafi dikeluarkan dari penjara kerana mendapat panggilan dari Al-Mansur, tetapi ia tetap menolak. Baginda bertanya, “Apakah engkau telah suka dalam keadaan seperti ini?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dijawab oleh Imam Hanafi: “Wahai Amirul Mukminin semoga Allah memperbaiki Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;Wahai Amirul Mukminin, takutlah kepada Allah, janganlah bersekutu dalam kepercayaan dengan orang yang tidak takut kepada Allah. Demi Allah saya bukanlah orang yang boleh dipercayai di waktu tenang, maka bagaimana saya akan dipercayai di waktu marah, sungguh saya tidak sepatutnya diberi jawatan itu.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Baginda berkata lagi: “Kamu berdusta, kamu patut dan sesuai memegang jawatan itu.” Dijawab oleh Imam Hanafi: “Amirul Mukminin, sungguh baginda telah menetapkan sendiri, jika saya benar, saya telah menyatakan bahawa saya tidak patut memegang jawatan itu. Jika saya berdusta, maka bagaimana baginda akan mengangkat seorang maulana yang dipandang rendah oleh bangsa Arab. Bangsa Arab tidak akan rela diadili seorang golongan hakim seperti saya.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pernah juga terjadi, baginda Abu Jaffar Al-Mansur memanggil tiga orang ulama besar ke istananya, iaitu Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan ats Tauri dan Imam Syarik an Nakhaei. Setelah mereka hadir di istana, maka ketiganya ditetapkan untuk menduduki pangkat yang cukup tinggi dalam kenegaraan, masing-masing diberi surat pelantikan tersebut.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Sufyan ats Tauri diangkat menjadi kadi di Kota Basrah, lmam Syarik diangkat menjadi kadi di ibu kota. Adapun Imam Hanafi tidak mahu menerima pengangkatan itu di manapun ia diletakkan. Pengangkatan itu disertai dengan ancaman bahawa siapa saja yang tidak mahu menerima jawatan itu akan didera sebanyak l00 kali deraan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Syarik menerima jawatan itu, tetapi Imam Sufyan tidak mahu menerimanya, kemudian ia melarikan diri ke Yaman. Imam Abu Hanifah juga tidak mahu menerimanya dan tidak pula berusaha melarikan diri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Oleh sebab itu Imam Abu Hanifah dimasukkan kembali ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman sebanyak 100 kali dera. Setiap pagi dipukul dengan cambuk sementara dileher beliau dikalung dengan rantai besi yang berat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Suatu kali Imam Hanafi dipanggil baginda untuk mengadapnya. Setelah tiba di depan baginda, lalu diberinya segelas air yang berisi racun. Ia dipaksa meminumnya. Setelah diminum air yang beracun itu Imam Hanafi kembali dimasukkan ke dalam penjara. Imam Hanafi wafat dalam keadaan menderita di penjara ketika itu ia berusia 70 tahun.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Imam Hanafi menolak semua tawaran yang diberikan oleh kerajaan daulah Umaiyyah dan Abbasiyah adalah kerana beliau tidak sesuai dengan corak pemerintahan yang mereka kendalikan. Oleh sebab itu mereka berusaha mengajak Imam Hanafi untuk bekerjasama mengikut gerak langkah mereka, dan akhirnya mereka seksa hingga meninggal, kerana Imam Hanafi menolak semua tawaran yang mereka berikan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;font size="4"&gt;Sepanjang riwayat hidupnya, beliau tidak dikenal dalam mengarang kitab. Tetapi madzab beliau Imam Abu Hanifah atau madzab Hanafi disebar luaskan oleh murid-murid beliau. Demikian juga fatwa-fatwa beliau dituliskan dalam kitab-kitab fikih oleh para murid dan pengikut beliau sehingga madzab Hanafi menjadi terkenal dan sampai saat ini dikenal sebagai salah satu madzab yang empat. Di antara murid beliau yang terkenal adalah Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, yang merupakan guru dari Imam Syafi’iy&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-1112604447816110774?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/1112604447816110774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=1112604447816110774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/1112604447816110774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/1112604447816110774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/imam-hanafi.html' title='IMAM HANAFI'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-8515930646735074790</id><published>2009-09-03T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:35:34.752-07:00</updated><title type='text'>IMAM AL GHOZALI</title><content type='html'>&lt;p&gt; Nama lengkap Al Ghazali adalah Zainuddin Hujatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Ibnu Muhammad al Ghazali. Beliau dilahirkan di kota Thos. di Khurasan, l0 mil dari Nisabur Persia pada tahun 450H. Beliau belajar fiqih pada ulama Fiqih Syafi’i yang besar, Imamul Haraini Abul Nfa’ali Al Juwaini (wafat 478 H.) di neseri Nisabur. Persia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ghazali juga ikut mengajar pada sekolah Tinggi Syafi’iyah An Mizhamiyah di Bagdad tahun 484 H.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-101"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ghazali seorang ‘alim besar. Majelis pengajiannya diberi nama oleh orang dengan julukan “Majelis 300 sarban besar”. Beliau selain ahli fiqih juga ahli tasauf yang tak ada tandingannya ketika itu. Kitabnya dalam tasauf ialah Kitab Ihya Ulumuddin yang terkenal dan sekarang dipakai oleh seluruh ulama dalam dunia Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam fiqih Syafi’i beliau mengarang kitab-kitab Al Wasith, Al Basith tlan Al Wajiz yang sampai sekarang terpakai pada sekolah-sekolah Syafi’iyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ghazali nrengarang kurang lebih 47 buah kitab dari pelbagai ilmu pengetahuan, bukan saja ilmu fiqih tetapi iuga ilmu usul fiqih, ilmu tasauf, ilmu filsafat, ilmu al Quran dan lain-lain. Imam Ghazali orang begitu luas dan dalam ilmunya, tetapi dalam fikih masih mengikut Imam Syafi’i, apalagi kita ini yang ilmunya boleh dikatakan tidak seberapa kalau dibanding dengan ilmu Imam Ghazali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karangan-karangan kitab Imam Ghazali di antaranya&lt;br /&gt;l. Ihya Ulumuddin.&lt;br /&gt;2. Tahafutul Falasifah.&lt;br /&gt;3. Al Iqthisad fil I’tiqad.&lt;br /&gt;4. Al Munqidz Minad Dhalal.&lt;br /&gt;5. Jawahiril Quriin&lt;br /&gt;6. Mizanul ‘Amal.&lt;br /&gt;7. Al Maqshadul Asna fi Ma’an asamil Husna.&lt;br /&gt;8. Faisahlut Thariqah bainal Islam waz Zindiqah.&lt;br /&gt;9. Al Qisthasui Mustaqim.&lt;br /&gt;10. Al Mustazhari.&lt;br /&gt;11. Hujatul Haq.&lt;br /&gt;12. Mufshilul Khilaf.&lt;br /&gt;13. Kimiyaus Sa’adah.&lt;br /&gt;14. Kitabul Basith.&lt;br /&gt;15. Al Wasith.&lt;br /&gt;16. Al Wajiz.&lt;br /&gt;17. Khulasatul Mukhtasar.&lt;br /&gt;l8. Yaqutut Ta’wil fi Tafsirit Tanzil (40 jilid).&lt;br /&gt;19. Al Mushtashfa.&lt;br /&gt;20. At Mankhul.&lt;br /&gt;21. Al Muntahal fi llmil Jidat.&lt;br /&gt;22. Mi’yarul Ulum&lt;br /&gt;23. Al Maqashid.&lt;br /&gt;24. Al Madhanun.&lt;br /&gt;25. Misykatul Anwar.&lt;br /&gt;26. Mahkun Nadhar.&lt;br /&gt;27. Tilbisu lblis.&lt;br /&gt;28. Nashihatul Muluk.&lt;br /&gt;29. Ad Durarul Fakhirah&lt;br /&gt;30. Anisul Wahdah.&lt;br /&gt;31. Al Qurbah llallah.&lt;br /&gt;32. Akhlaqul Abraar.&lt;br /&gt;33. Bidayatul Hidayah.&lt;br /&gt;34. Al Arba’in fi Usuluddin.&lt;br /&gt;35. Adz Zari’yah.&lt;br /&gt;36. Al Mabaadi rval Khayaat.&lt;br /&gt;37. Talbisu lblis.&lt;br /&gt;38. Nashihatul Muluk.&lt;br /&gt;39. Syifa’ul ‘Alim.&lt;br /&gt;40. Iljamut ‘Awam.&lt;br /&gt;41. Al Intishar.&lt;br /&gt;42. Al’Ulumuddiniyah.&lt;br /&gt;43. Ar Risalatul Qudsiyah.&lt;br /&gt;44. Itsbatun Nadhar.&lt;br /&gt;45. Al Ma’khadl.&lt;br /&gt;46. Al Qaulul Jamiil.&lt;br /&gt;47. Al Amaali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ghazali telah meninggalkan nama dan jasa yang sangat berharga bagi ummat Islam seluruhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Imam Al Ghozali dengan Murid-Muridnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;          	&lt;p&gt;Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.Lalu Imam Al Ghozali bertanya : Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran ;185)&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (Al A’Raf : 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban kalian benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Solat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan solat.&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt;Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-8515930646735074790?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/8515930646735074790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=8515930646735074790' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/8515930646735074790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/8515930646735074790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/imam-al-ghozali.html' title='IMAM AL GHOZALI'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-5436481042886096393</id><published>2009-09-03T21:15:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T21:16:16.587-07:00</updated><title type='text'>ZAID BIN TSABIT</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ikhwan/akhwat fiLlah, kali ini kita akan berta’aruf dengan seorang sahabat yang terkenal sebagai sekretaris RasuluLlah SAW, yaitu Zaid bin Tsabit.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Zaid bin Tsabit termasuk “group sahabat junior”. Ia 10 tahun lebih muda dari pada Ali ibn Abi Thalib. Zaid dilahirkan 10 tahun sebelum hijrah. Orang tuanya, yang berasal dari kabilah Bani an-Najjar, adalah termasuk kelompok awal penduduk Madinah yang menerima Islam. Di bawah bimbingan dan pendidikan orang tuanya, Zaid tumbuh menjadi seorang pemuda cilik yang cerdas dan berwawasan luas. Ia mempunyai daya tangkap dan daya ingat yang melebihi rekan-rekan seusianya saat itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat-saat penantian kedatangan RasuluLlah dan Abu Bakar di Madinah dari Makkah, Zaid bin Tsabit termasuk mereka yang sebentar-bentar pergi ke tepi kota melihat kalau-kalau Sang Junjungan tercinta telah datang. Betapa berbunganya hati kaum muslimin Madinah melihat RasuluLlah memasuki batas kota. Mereka menyambut dengan rasa syukur, dan menawarkan rumah-rumah mereka kepada RasuluLlah. Berlainan dengan yang lain, pemuka Bani Najjar tidak menawarkan rumah-rumah mereka, tapi menawarkan pemuda anggota kabilah mereka: Zaid bin Tsabit kepada RasuluLlah, untuk diterima sebagai asisten beliau di bidang kesekretariatan mengingat kecerdasannya yang luar biasa dalam bidang ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span id="more-250"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Betapa girangnya hati sang pemuda cilik ini, dapat membantu dan selalu berdekatan dengan Utusan Allah yang ia cintai. RasuluLlah SAW pun gembira dan menerima tawaran pemuka Bani Najjar. RasuluLlah sangat mencintai sahabat ciliknya yang ketika itu baru berusia 11 tahun. Zaid bin Tsabit tidak mengecewakan RasuluLlah, dalam waktu sangat singkat dia dapat menuliskan dan menghafal 17 surat Al-Qur’an. Disamping tugasnya sebagai sekretaris untuk menuliskan dan menghafal wahyu yang baru diterima RasuluLlah, Zaid pun mendapat assignment dari RasuluLlah untuk mempelajari bahasa Ibrani dan Suryani, dua bahasa yang sering dipergunakan musuh Islam pada waktu itu. Kedua bahasa ini dikuasai oleh Zaid dalam waktu sangat singkat, 32 hari!&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Zaid bin Tsabit mendapat tugas sangat penting untuk membukukan Al-Qur’an. Abu Bakar RA memanggilnya dan mengatakan, “Zaid, engkau adalah seorang penulis wahyu kepercayaan RasuluLlah, dan engkau adalah pemuda cerdas yang kami percayai sepenuhnya. Untuk itu aku minta engkau dapat menerima amanah untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an dan membukukannya.” Zaid, yang tak pernah menduga mendapat tugas seperti ini memberikan jawaban yang sangat terkenal dalam memulai tugas beratnya mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;“Demi Allah, mengapa engkau akan lakukan sesuatu yang tidak RasuluLlah lakukan? Sungguh ini pekerjaan berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah seberat tugas yang kuhadapi kali ini.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Akhirnya dengan melalui musyawarah yang ketat, Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab dapat meyakinkan Zaid bin Tsabit dan sahabat yang lain, bahwa langkah pembukuan ini adalah langkah yang baik. Hal-hal yang mendorong segera dibukukannya Al-Qur’an, adalah mengingat banyaknya hafidz Qur’an yang syahid. Dalam pertempuran “Harb Ridah” melawan Musailamah Al-Kazzab, sebanyak 70 sahabat yang hafal Qur’an menemui syahid.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan pertimbangan-pertimbangan ini, Zaid bin Tsabit menyetujui tugas ini dan segera membentuk team khusus. Zaid membuat dua butir outline persyaratan pengumpulan ayat-ayat. Kemudian Khalifah Abu Bakar menambahkan satu persyaratan lagi. Ketiga persyaratan tersebut adalah:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Ayat/surat tersebut harus dihafal paling sedikit 2 orang.&lt;br /&gt;2. Harus ada dalam bentuk tertulisnya (di batu, tulang, kulit       dan bentuk “hardcopy” lainnya).&lt;br /&gt;3. Untuk yang tertulis, paling tidak harus ada 2 orang saksi yang melihat saat dituliskannya. Dengan persyaratan tersebut, dimulailah pekerjaan yang berat ini oleh Zaid bin Tsabit yang membawahi beberapa sahabat lain. Pengumpulan dan pembukuan dapat diselesaikan masih pada masa kekhalifahan Abu Bakar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-5436481042886096393?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/5436481042886096393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=5436481042886096393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5436481042886096393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5436481042886096393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/zaid-bin-tsabit.html' title='ZAID BIN TSABIT'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-7110180042344319258</id><published>2009-09-03T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:16:16.596-07:00</updated><title type='text'>SHALAHUDDIN AL AYYUBI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;font size="4" color="#ffffff"&gt;..&lt;span class="kandungan"&gt;&lt;img src="http://www.darulnuman.com/pics/S.jpg" width="36" height="36"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;&lt;font color="#000000"&gt;halahuddin                  Yusuf bin Najmuddin Ayyub dilahirkan di Takrit Irak pada tahun                  532 Hijrah /1138 Masihi dan wafat pada tahun 589 H/1193 M di Damsyik.                  Beliau adalah pengasas Daulat Al-Ayyubiyah dan bergelar Sultan                  Shalahuddin. Seorang pahlawan Islam yang paling gagah berani dalam                  perang Salib dan berhasil merebut kembali Baitul Maqdis dari tangan                  kaum Salib Kristian.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;&lt;br /&gt;                &lt;a name="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Hasutan Sang Paderi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Jerussalem merupakan                  kota Suci bagi ketiga-tiga agama samawi yakni Islam, Yahudi dan                  Kristian. Di dalam kota inilah letaknya Masjid Al-Aqsa yang dibangun                  oleh Nabi Sulaiman dan menjadi Kiblat pertama umat Islam sebelum                  beralih ke Baitullah di Makkah. Ketika Nabi Muhammad Isra’, singgah                  dan solat di masjid ini sebelum Mi’raj ke langit. Nabi Isa as.                  juga dilahirkan di Baitullaham berdekatan kota Jerussalam ini.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Di masa pemerintahan                  Khalifah Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M) Jerussalam dapat                  direbut oleh kaum Muslimin dalam suatu penyerahan kuasa secara                  damai. Khalifah Umar sendiri datang ke Jerussalem untuk menerima                  penyerahan kota Suci itu atas desakan dan persetujuan Uskup Agung                  Sophronius. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Berabad abad lamanya                  kota itu berada di bawah pentadbiran Islam, tapi penduduknya bebas                  memeluk agama dan melaksanakan ajaran agamanya masing-masing tanpa                  ada gangguan. Orang-orang Kristian dari seluruh dunia juga bebas                  datang untuk mengerjakan haji di kota Suci itu dan mengerjakan                  upacara keagamaannya. Orang-orang Kristian dari Eropah datang                  mengerjakan haji dalam jumlah rombongan yang besar dengan membawa                  obor dan pedang seperti tentera. Sebahagian dari mereka mempermainkan                  pedang dengan dikelilingi pasukan gendang dan seruling dan diiringkan                  pula oleh pasukan bersenjata lengkap. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Sebelum Jerussalem                  ditadbir Kerajaan Seljuk pada tahun 1070, upacara seperti itu                  dibiarkan saja oleh umat Islam, kerana dasar toleransi agama.                  Akan tetapi apabila Kerajaan Seljuk memerintah, upacara seperti                  itu tidak dibernarkan, dengan alasan keselamatan. Mungkin kerana                  upacara tersebut semakin berbahaya. Lebih-lebih lagi kumpulan-kumpulan                  yang mengambil bahagian dalam upacara itu sering menyebabkan pergaduhan                  dan huruhara. Disebutkan bahawa pada tahun 1064 ketua Uskup memimpin                  pasukan seramai 7000 orang jemaah haji yang terdiri dari kumpulan                  Baron-baron dan para pahlawan telah menyerang orang-orang Arab                  dan orang-orang Turki. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Itulah yang membimbangkan                  Kerajaan Seljuk. Jadi larangan itu demi keselamatan Jemaah haji                  Kristian itu sendiri. Malangnya, tindakan Seljuk  itu                   menjadi salah anggapan  oleh orang-orang Eropah. Ketua-ketua                  agama mereka telah berkempin bahawa kebebasan agamanya telah dicabuli                  oleh orang-orang Islam dan menyeru agar Tanah Suci itu dibebaskan                  dari genggaman umat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Patriach Ermite adalah                  paderi yang paling lantang dan bertungkus lumus mengapi-apikan                  kemarahan umat Kristian. Dia asalnya seorang tentera, tapi kemudian                  menjadi paderi, berwatak kepala angin dan cepat marah. Dalam usahanya                  untuk menarik simpati umat Kristian, Ermite telah berkeliling                  Eropah dengan mengenderai seekor kaldai sambil memikul kayu Salib                  besar, berkaki ayam dan berpakaian compang camping. Dia telah                  berpidato di hadapan orang ramai sama ada di dalam gereja, di                  jalan-jalan raya atau di pasar-pasar. Dia menceritakan sama ada                  benar atau bohong kisah kunjungannya ke Baitul Maqdis. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Katanya, dia melihat                  pencerobohan kesucian ke atas kubur Nabi Isa oleh Kerajaan Turki                  Seljuk. Diceritakan bahawa jemaah haji Kristian telah dihina,                  dizalimi dan dinista oleh orang-orang Islam di Jerussalem. Serentak                  dengan itu, dia menggalakkan orang ramai agar bangkit menyertai                  perang untuk membebaskan Jerussalem dari tangan orang Islam. Hasutan                  Ermite berhasil dengan menggalakkan. Paus Urbanus II mengumumkan                  ampunan seluruh dosa bagi yang bersedia dengan suka rela mengikuti                  Perang Suci itu, sekalipun sebelumnya dia merupakan seorang perompak,                  pembunuh, pencuri dan sebagainya. Maka keluarlah ribuan umat Kristian                  untuk mengikuti perang dengan memikul senjata untuk menyertai                  perang Suci. Mereka yang ingin mengikuti perang ini diperintahkan                  agar meletakkan tanda Salib di badannya, oleh kerana itulah perang                  ini disebut Perang Salib. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Paus Urbanus menetapkan                  tarikh 15 Ogos 1095 bagi pemberangkatan tentera Salib menuju Timur                  Tengah, tapi kalangan awam sudah tidak sabar menunggu lebih lama                  lagi setelah dijanjikan dengan berbagai kebebasan, kemewahan dan                  habuan. Mereka mendesak Paderi Patriach Ermite agar berangkat                  memimpin mereka. Maka Ermite pun berangkat dengan 60,000 orang                  pasukan, kemudian disusul oleh kaum tani dari Jerman seramai 20.000,                  datang lagi 200,000 orang menjadikan jumlah keseluruhannya 300,000                  orang lelaki dan perempuan. Sepanjang perjalanan, mereka di izinkan                  merompak, memperkosa, berzina dan mabuk-mabuk. Setiap penduduk                  negeri yang dilaluinya, selalu mengalu-alukan dan memberikan bantuan                  seperlunya. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Akan tetapi sesampainya                  di Hongaria dan Bulgaria, sambutan sangat dingin, menyebabkan                  pasukan Salib yang sudah kekurangan makanan ini marah dan merampas                  harta benda penduduk. Penduduk di dua negeri ini tidak tinggal                  diam. Walau pun mereka sama-sama beragama Kristian, mereka tidak                  senang dan bertindak balas. Terjadilah pertempuran sengit dan                  pembunuhan yang mengerikan. Dari 300,000 orang pasukan Salib itu                  hanya 7000 sahaja yang selamat sampai di Semenanjung Thracia di                  bawah pimpinan sang Rahib. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Apabila pasukan Salib                  itu telah mendarat di pantai Asia kecil, pasukan kaum Muslimin                  yang di pimpin oleh Sultan Kalij Arselan telah menyambutnya dengan                  hayunan pedang. Maka terjadilah pertempuran sengit antara kaum                  Salib dengan pasukan Islam yang berakhir dengan hancur binasanya                  seluruh pasukan Salib itu.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; &lt;a name="2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Kaum                  Salib Mengganas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Setelah kaum Salib                  yang dipimpin oleh para Rahib yang tidak tahu strategi perang                  itu musnah sama sekali, muncullah pasukan Salib yang dipimpin                  oleh anak-anak Raja Godfrey dari Lorraine Perancis, Bohemund dari                  Normandy dan Raymond dari Toulouse. Mereka berkumpul di Konstantinopel                  dengan kekuatan 150,000 askar, kemudian menyeberang selat Bosfur                  dan melanggar wliayah Islam bagaikan air bah. Pasukan kaum Muslimin                  yang hanya berkekuatan 50,000 orang bertahan mati-matian di bawah                  pimpinan Sultan Kalij Arselan. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Satu persatu kota                  dan Benteng kaum Muslimin jatuh ke tangan kaum Salib, memaksa                  Kalij Arselan berundur dari satu benteng ke benteng yang lain                  sambil menyusun kekuatan dan taktik baru. Bala bantuan kaum Salib                  datang mencurah-curah dari negara-negara Eropah. Sedangkan Kalij                  Arselan tidak dapat mengharapkan bantuan dari wilayah-wilayah                  Islam yang lain, kerana mereka sibuk dengan kemelut dalaman masing-masing.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Setelah berlaku pertempuran                  sekian lama, akhirnya kaum Salib dapat mara dan mengepung Baitul                  Maqdis, tapi penduduk kota Suci itu tidak mahu menyerah kalah                  begitu saja. Mereka telah berjuang dengan jiwa raga mempertahankan                  kota Suci itu selama satu bulan. Akhirnya pada 15 Julai 1099,                  Baitul Maqdis jatuh ke tangan pasukan Salib, tercapailah cita-cita                  mereka. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Berlakulah keganasan                  luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.                  Kaum kafir Kristian itu telah menyembelih penduduk awam Islam                  lelaki, perempuan dan kanak-kanak dengan sangat ganasnya. Mereka                  juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristian yang                  enggan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristian                  yang sangat melampau itu telah dikutuk dan diperkatakan oleh para                  saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan                  bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Seorang ahli sejarah                  Perancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Jerussalem oleh                  orang Kristian tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan                  dan di rumah-rumah. Jerussalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang                  yang kalah itu. Beberapa orang cuba mengelak dari kematian dengan                  cara menghendap-hendap dari benteng, yang lain berkerumun di istana                  dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid.                  Namun mereka tetap  tidak dapat menyembunyikan diri dari                  pengejaran orang-orang Kristian itu. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Tentera Salib yang                  menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam cuba mempertahankan                  diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang                  mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentera infanteri dan                  kaveleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah                  huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan                  jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu memijak-mijak tumpukan                  mayat ketika mereka lari mengejar orang yang cuba menyelamatkan                  diri dengan sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa                  itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi                  masjid yang melengkung itu, genangan darah dalamnya mencecah lutut                  dan mencapai tali kekang kuda.” &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Aksi pembantaian hanya                  berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul                  untuk menyatakan kesyukuran di atas kemenangan mereka. Tapi sebaik                  saja upacara itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih                  ganas lagi. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Seterusnya Michaud                  berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian                  pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti,                  dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari                  puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup                   -hidup  , diheret dari tempat persembunyian bawah tanah,                  diheret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Air mata wanita, tangisan                  kanak-kanak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus                  memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat                  meredhakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan                  itu berlangsung selama seminggu. Beberapa orang yang berhasil                  melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan bilangannya dengan                  perhambaan atau kerja paksa yang mengerikan.” &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Gustav Le Bon telah                  mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristian sebagaimana kata-katanya:                  “Kaum Salib kita yang “bertakwa” itu tidak memadai dengan melakukan                  berbagai bentuk kezaliman, kerosakan dan penganiayaan, mereka                  kemudian mengadakan suatu mesyuarat yang memutuskan supaya dibunuh                  saja semua penduduk Baitul Maqdis yang terdiri dari kaum Muslimin                  dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristian yang tidak memberikan                  pertolongan kepada mereka yang jumlah mencapai 60,000 orang. Orang-orang                  itu telah dibunuh semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan,                  kanak-kanak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Ahli sejarah Kristian                  yang lain, Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahawa rasa                  kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang                  yang kalah itu diheret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua                  kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak                  lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan                  tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Jerusssalem ditaburi oleh                  mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh kanak-kanak yang koyak-koyak.                  Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk                  berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.” &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; &lt;a name="3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Kemunculan                  Panglima Shalahuddin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;      Jatuhnya kota                  Suci Baitul Maqdis ke tangan kaum Salib telah mengejutkan para                  pemimpin Islam. Mereka tidak menyangka kota Suci yang telah dikuasainya                  selama lebih 500 tahun itu boleh terlepas dalam sekelip mata.                  Mereka sedar akan kesilapan mereka kerana berpecah belah. Para                  ulama telah berbincang dengan para Sultan, Emir dan Khalifah agar                  mengambil berat dalam perkara ini.&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                    Usaha mereka berhasil. Setiap penguasa negara                  Islam itu bersedia bergabung tenaga untuk merampas balik kota                  Suci tersebut. Di antara pemimpin yang paling gigih dalam usaha                  menghalau tentera Salib itu ialah Imamuddin Zanki dan diteruskan                  oleh anaknya Emir Nuruddin Zanki dengan dibantu oleh panglima                  Asasuddin Syirkuh. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Setelah hampir empat                  puluh tahun kaum Salib menduduki Baitul Maqdis, Shalahuddin Al-Ayyubi                  baru lahir ke dunia, yakni pada tahun 1138 Masihi. Keluarga Shalahuddin                  taat beragama dan berjiwa pahlawan. Ayahnya, Najmuddin Ayyub adalah                  seorang yang termasyhur dan beliau pulalah yang memberikan pendidikan                  awal kepada Shalahuddin. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Selain itu, Shalahuddin                  juga mendapat pendidikan dari bapa saudaranya Asasuddin Syirkuh                  seorang negarawan dan panglima perang Syria yang telah berhasil                  mengalahkan tentera Salib sama ada di Syria ataupun di Mesir.                  Dalam setiap peperangan yang dipimpin oleh panglima Asasuddin,                  Shalahuddin sentiasa ikut sebagai tentera pejuang sekalipun usianya                  masih muda. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Pada tahun 549 H/1154                  M, panglima Asasuddin Syirkuh memimpin tenteranya merebut dan                  menguasai Damsyik. Shalahuddin yang ketika itu baru berusia 16                  tahun turut serta sebagai pejuang. Pada tahun 558 H/1163 Masihi,                  panglima Asasuddin membawa Shalahuddin Al-Ayyubi yang ketika itu                  berusia 25 tahun untuk menundukkan Daulat Fatimiyah di Mesir yang                  diperintah oleh Aliran Syiah Ismailiyah yang semakin lemah.Usahanya                  berhasil. Khalifah Daulat Fatimiyah terakhir Adhid Lidinillah                  dipaksa oleh Asasuddin Syirkuh untuk menandatangani perjanjian.                  Akan tetapi, Wazir besar Shawar merasa cemburu melihat Syirkuh                  semakin popular di kalangan istana dan rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Dengan senyap-senyap                  dia pergi ke Baitul Maqdis dan meminta bantuan dari pasukan Salib                  untuk menghalau Syirkuh daripada berkuasa di Mesir. Pasukan Salib                  yang dipimpin oleh King Almeric dari Jerussalem menerima baik                  jemputan itu. Maka terjadilah pertempuran antara pasukan Asasuddin                  dengan King Almeric yang berakhir dengan kekalahan Asasuddin.                  Setelah menerima syarat-syarat damai dari kaum Salib, panglima                  Asasuddin dan Shalahuddin dibenarkan balik ke Damsyik. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Kerjasama Wazir besar                  Shawar dengan orang kafir itu telah menimbulkan kemarahan Emir                  Nuruddin Zanki dan para pemimpin Islam lainnya termasuk Baghdad.                  Lalu dipersiapkannya tentera yang besar yang tetap  dipimpin                  oleh panglima Syirkuh dan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menghukum                  si pengkhianat Shawar. King Almeric terburu-buru menyiapkan pasukannya                  untuk melindungi Wazir Shawar setelah mendengar kemaraan pasukan                  Islam. Akan tetapi Panglima Syirkuh kali ini bertindak lebih pantas                  dan berhasil membinasakan pasukan King Almeric dan menghalaunya                  dari bumi Mesir dengan aib sekali. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Panglima Shirkuh dan                  Shalahuddin terus mara ke ibu kota Kaherah dan mendapat tentangan                  dari pasukan Wazir Shawar. Akan tetapi pasukan Shawar hanya dapat                  bertahan sebentar saja, dia sendiri melarikan diri dan bersembunyi.                  Khalifah Al-Adhid Lidinillah terpaksa menerima dan menyambut kedatangan                  panglima Syirkuh buat kali kedua.&lt;br /&gt;                Suatu hari panglima Shalahuddin Al-Ayyubi berziarah ke kuburan                  seorang wali Allah di Mesir, ternyata Wazir Besar Shawar dijumpai                  bersembunyi di situ. Shalahuddin segera menangkap Shawar, dibawa                  ke istana dan kemudian dihukum bunuh. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Khalifah Al-Adhid                  melantik panglima Asasuddin Syirkuh menjadi Wazir Besar menggantikan                  Shawar. Wazir Baru itu segera melakukan perbaikan dan pembersihan                  pada setiap institusi kerajaan secara berperingkat. Sementara                  anak saudaranya, panglima Shalahuddin Al-Ayyubi diperintahkan                  membawa pasukannya mengadakan pembersihan di kota-kota sepanjang                  sungai Nil sehingga Assuan di sebelah utara dan bandar-bandar                  lain termasuk bandar perdagangan Iskandariah.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;&lt;a name="4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Menutup                  Daulat Fatimiyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Wazir Besar Syirkuh                  tidak lama memegang jawatannya, kerana beliau wafat pada tahun                  565 H/1169 M. Khalifah Al-Adhid melantik panglima Shalahuddin                  Al-Ayyubi menjadi Wazir Besar menggantikan Syirkuh dengan mendapat                  persetujuan pembesar-pembesar Kurdi dan Turki. Walaupun berkhidmat                  di bawah Khalifah Daulat Fatimiah, Shalahuddin tetap  menganggap                  Emir Nuruddin Zanki sebagai ketuanya. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Nuruddin Zanki berulang                  kali mendesak Shahalahuddin agar menangkap Khalifah Al-Adhid dan                  mengakhiri kekuasaan Daulat Fatimiah untuk seterusnya diserahkan                  semula kepada Daulat Abbasiah di Baghdad. Akan tetapi Shalahuddin                  tidak mahu bertindak terburu-buru, beliau memperhatikan keadaan                  sekelilingnya sehingga musuh-musuh dalam selimut betul-betul lumpuh.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Barulah pada tahun                  567 H/1171 Masihi, Shalahuddin mengumumkan penutupan Daulat Fatimiah                  dan kekuasaan diserahkan semula kepada Daulat Abbasiah. Maka doa                  untuk Khalifah Al-Adhid pada khutbah Jumaat hari itu telah ditukar                  kepada doa untuk Khalifah Al-Mustadhi dari Daulat Abbasiah. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Ketika pengumuman                  peralihan kuasa itu dibuat, Khalifah Al-Adhid sedang sakit kuat,                  sehingga beliau tidak mengetahui perubahan besar yang berlaku                  di dalam negerinya dan tidak mendengar bahawa Khatib Jumaat sudah                  tidak mendoakan dirinya lagi. Sehari selepas pengumuman itu, Khalifah                  Al-Adhid wafat dan dikebumikan sebagaimana kedudukan sebelumnya,                  yakni sebagai Khalifah. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Dengan demikian berakhirlah                  kekuasaan Daulat Fatimyah yang dikuasai oleh kaum Syi’ah selama                  270 tahun. Keadaan ini sememangnya telah lama ditunggu-tunggu                  oleh golongan Ahlussunnah di seluruh negara Islam lebih-lebih                  lagi di Mesir sendiri. Apalagi setelah Wazir Besar Shawar berkomplot                  dengan kaum Salib musuh Islam. Pengembalian kekuasaan kepada golongan                  Sunni itu telah disambut meriah di seluruh wilayah-wilayah Islam,                  lebih-lebih di Baghdad dan Syiria atas restu Khalifah Al-Mustadhi                  dan Emir Nuruddin Zanki. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Mereka sangat berterima                  kasih kepada Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi yang dengan kebijaksanaan                  dan kepintarannya telah menukar suasana itu secara aman dan damai.                  Serentak dengan itu pula, Wazir Besar Shalahuddin Al-Ayyubi telah                  merasmikan Universiti Al-Azhar yang selama ini dikenal sebagai                  pusat pengajian Syiah kepada pusat pengajian Ahlussunnah Wal Jamaah.                  Semoga Allah membalas jasa-jasa Shalahuddin.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; &lt;a name="5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Menyatupadukan                  Kuasa-Kuasa Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Walaupun sangat pintar                  dan bijak mengatur strategi dan berani di medan tempur, Shalahuddin                  berhati lembut, tidak mahu menipu atasan demi  kekuasaan                  dunia. Beliau tetap  setia pada atasannya, tidak mahu merampas                  kuasa untuk kepentingan peribadi. Kerana apa yang dikerjakannya                  selama ini hanyalah mencari peluang untuk menghalau tentera Salib                  dari bumi Jerussalem. Untuk tujuan ini, beliau berusaha menyatu                  padukan wilayah-wilyah Islam terlebih dahulu, kemudian menghapuskan                  para pengkhianat agama dan negara agar peristiwa Wazir Besar Shawar                  tidak berulang lagi. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Di Mesir, beliau telah                  berkuasa penuh, tapi masih tetap  taat setia pada kepimpinan                  Nuruddin Zanki dan Khalifah di Baghdad. Tahun 1173 M, Emir Nuruddin                  Zanki wafat dan digantikan oleh puteranya Ismail yang ketika itu                  baru berusia 11 tahun dan bergelar Mulk al Shalih. Para ulama                  dan pembesar menginginkan agar Emir Salahudin mengambil alih kuasa                  kerana tidak suka kepada Mulk al-Shalih keran selalu cuai melaksanakan                  tanggungjawabnya dan suka bersenang-senang. Akan tetapi Shalahuddin                  tetap  taat setia dan mendoakan Mulk al Saleh dalam setiap                  khutbah Jumaat, bahkan mengabadikannya pada mata wang syiling.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Apabila Damsyik terdedah                  pada serangan kaum Salib, barulah Shalahudin menggerakkan pasukannya                  ke Syiria untuk mempertahankan kota itu daripada jatuh. Tidak                  lama kemudian Ismail wafat, maka Shalahuddin menyatukan Syria                  dengan Mesir dan menubuhkan Emirat Al-Ayyubiyah dengan beliau                  sendiri sebagai Emirnya yang pertama. Tiada berapa lama kemudian,                  Sultan Shalahuddin dapat menggabungkan negeri-negeri An-Nubah,                  Sudan, Yaman dan Hijaz ke dalam kekuasaannya yang besar. Negara                  di Afirka yang telah diduduki oleh askar Salib dari Normandy,                  juga telah dapat direbutnya dalam masa yang singkat. Dengan ini                  kekuasaan Shalahuddin telah cukup   besar dan kekuatan                  tenteranya cukup   ramai untuk mengusir tentera kafir                  Kristian yang menduduki Baitul Maqdis selama berpuluh tahun. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Sifatnya yang lemah                  lembut, zuhud, wara’ dan sederhana membuat kaum Muslimin di bawah                  kekuasaannya sangat mencintainya. Demikian juga para ulama sentiasa                  mendoakannya agar cita-cita sucinya untuk merampas semula Tanah                  Suci berhasil dengan segera.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; &lt;span class="tajuk"&gt;&lt;a name="6"&gt;&lt;/a&gt;Perjuangan                  Merebut Baitul Maqdis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;                &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Setelah merasa kuat,                  Sultan Shalahuddin menumpukan perhatiannya untuk memusnahkan tentera                  Salib yang menduduki Baitul Maqdis dan merebut kota Suci itu semula.                  Banyak rintangan dan problem yang dialami oleh Sultan sebelum                  maksudnya tercapai. Siasah yang mula-mula dijalankannya adalah                  mengajak tentera Salib untuk berdamai. Pada lahirnya, kaum Salib                  memandang bahawa Shalahuddin telah menyerah kalah, lalu mereka                  menerima perdamaian ini dengan sombong. Sultan sudah menjangka                  bahawa orang-orang kafir Kristian itu akan mengkhianati perjanjian,                  maka ini akan menjadi alasan bagi beliau untuk melancarkan serangan.                  Untuk ini, beliau telah membuat persiapan secukupnya. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Ternyata memang betul,                  baru sebentar perjanjian ditandatangani, kaum Salib telah mengadakan                  pelanggaran. Maka Sultan Shalahuddin, segera bergerak melancarkan                  serangan, tapi kali ini masih gagal dan beliau sendiri hampir                  kena tawan. Beliau kembali ke markasnya dan menyusun kekuatan                  yang lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Suatu kejadian yang                  mengejutkan Sultan dalam suasana perdamaian adalah tindakan seorang                  panglima Salib Count Rainald de Chatillon yang bergerak dengan                  pasukannya untuk menyerang kota Suci Makkah dan Madinah. Akan                  tetapi pasukan ini hancur binasa digempur mujahid Islam di laut                  Merah dan Count Rainald dan sisa pasukannya balik ke Jerussalem.                  Dalam perjalanan, mereka telah berjumpa  dengan satu iring-iringan                  kafilah kaum Muslimin yang didalamnya terdapat seorang saudara                  perempuan Sultan Shalahuddin. Tanpa berfikir panjang, Count dan                  kuncu-kuncunya menyerang kafilah tersebut dan menawan mereka termasuk                  saudara perempuan kepada Shalahuddin. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;Dengan angkuh Count berkata: “Apakah                  Muhammad, Nabi mereka itu mampu datang untuk menyelamatkan mereka?”                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Seorang anggota kafilah                  yang dapat meloloskan diri terus lari dan melapor kepada Sultan                  apa yang telah terjadi. Sultan sangat marah terhadap pencabulan                  gencatan senjata itu dan mengirim perutusan ke Jerussalem agar                  semua tawanan dibebaskan. Tapi mereka tidak memberikan jawapan.                  Ekoran kejadian ini, Sultan keluar membawa pasukannya untuk menghukum                  kaum Salib yang sering mengkhianati janji itu. Terjadilah pertempuran                  yang sangat besar di gunung Hittin sehingga dikenal dengan Perang                  Hittin. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Dalam pertempuran                  ini, Shalahuddin menang besar. Pasukan musuh yang berjumlah 45,000                  orang hancur binasa dan hanya tinggal beberapa ribu saja yang                  sebagian besarnya menjadi tawanan termasuk Count Rainald de Chatillon                  sendiri. Semuanya diangkut ke Damaskus. Count Rainald yang telah                  menawan saudara perempuan Sultan dan mempersendakan Nabi Muhammad                  itu digiring ke hadapan beliau. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;“Nah, bagaimana jadinya yang telah nampak                  oleh engkau sekarang? Apakah saya tidak cukup   menjadi                  pengganti Nabi Besar Muhammad untuk melakukan pembalasan terhadap                  berbagai penghinaan engkau itu?” tanya Sultan Shalahuddin. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Shalahuddin mengajak                   Count agar masuk Islam, tapi dia tidak mahu. Maka dia pun dihukum                  bunuh kerana telah menghina Nabi Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;&lt;a name="7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Kembali                  Ke Pangkuan Kaum Muslimin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Setelah melalui berbagai                  peperangan dan menaklukkan berbagai benteng dan kota, sampailah                  Sultan Shalahuddin pada matlamat utamanya iaitu merebut Baitul                  Maqdis. Kini beliau mengepung Jerussalem selama empat puluh hari                  membuat penduduk di dalam kota itu tidak dapat berbuat apa-apa                  dan kekurangan keperluan asas. Waktu itu Jerussalem dipenuhi dengan                  kaum pelarian dan orang-orang yang selamat dalam perang Hittin.                  Tentera pertahanannya sendiri tidak kurang dari 60,000 orang.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Pada mulanya Sultan                  menyerukan seruan agar kota Suci itu diserahkan secara damai.                  Beliau tidak ingin bertindak seperti yang dilakukan oleh Godfrey                  dan orang-orangnya pada tahun 1099 untuk membalas dendam. Akan                  tetapi pihak Kristian telah menolak tawaran baik dari Sultan,                  bahkan mereka mengangkat Komandan Perang untuk mempertahankan                  kota itu. Kerana mereka menolak seruan, Sultan Shalahuddin pun                  bersumpah akan membunuh semua orang Kristian di dalam kota itu                  sebagai membalas dendam ke atas peristiwa 90 tahun yang lalu.                  Mulailah pasukan kaum Muslimin melancarkan serangan ke atas kota                  itu dengan anak panah dan manjanik. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Kaum Salib membalas                  serangan itu dari dalam benteng. Setelah berlangsung serangan                  selama empat belas hari, kaum Salib melihat bahawa pintu benteng                  hampir musnah oleh serangan kaum Muslimin. Para pemimpin kaum                  Salib mulai merasa takut melihat kegigihan dan kekuatan pasukan                  Muslim yang hanya tinggal menunggu masa untuk melanggar masuk.                  Beberapa pemimpin Kristian telah keluar menemui Sultan Shalahuddin                  menyatakan hasratnya untuk menyerahkan kota Suci secara aman dan                  minta agar nyawa mereka diselamatkan. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Akan tetapi Sultan                  menolak sambil berkata: “Aku tidak akan menaklukkan kota ini keculai                  dengan kekerasan sebagaimana kamu dahulu menaklukinya dengan kekerasan.                  Aku tidak akan membiarkan seorang Kristian pun melainkan akan                  kubunuh sebagaimana engkau membunuh semua kaum Muslimin di dalam                  kota ini dahulu.”&lt;br /&gt;                Setelah usaha diplomatik mereka tidak berhasil, Datuk Bandar Jerussalem                  sendiri datang menghadap Sultan dengan merendah diri dan minta                  dikasihani, memujuk dan merayu dengan segala cara. Sultan Shalahuddin                  tidak menjawabnya. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Akhirnya ketua Kristian                  itu berkata: “Jika tuan tidak mahu berdamai dengan kami, kami                  akan balik dan membunuh semua tahanan (terdiri dari kaum Muslimin                  seramai 4000 orang) yang ada pada kami. Kami juga akan membunuh                  anak cucu kami dan perempuan-perempuan kami. Setelah itu kami                  akan binasakan rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang indah-indah,                  semua harta dan perhiasan yang ada pada kami akan dibakar. Kami                  juga akan memusnahkan Kubah Shahra’, kami akan hancurkan semua                  yang ada sehingga tidak ada apa-apa yang boleh dimanfaatkan lagi.                  Selepas itu, kami akan keluar untuk berperang mati-matian, kerana                  sudah tidak ada apa-apa lagi yang kami harapkan selepas ini. Tidak                  seorang pun boleh membunuh kami sehingga sebilangan orang-orang                  tuan terbunuh terlebih dahulu. Nah, jika demikian keadaannya,                  kebaikan apalagi yang tuan boleh harapkan?”&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                    Setelah mendengar kata-kata nekat dan ugutan                  itu, Sultan Shalahuddin menjadi lembut dan kasihan dan bersedia                  untuk memberikan keamanan. Beliau meminta nasihat para ulama yang                  mendampinginya mengenai sumpah berat yang telah diucapkannya.                  Para ulama mengatakan bahawa beliau mesti menebus sumpahnya dengan                  membayar Kifarat sebagaimana yang telah disyariatkan. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Maka berlangsunglah                  penyerahan kota secara aman dengan syarat setiap penduduk mesti                  membayar wang tebusan. Bagi lelaki wajib membayar sepuluh dinar,                  perempuan lima dinar dan kanak-kanak dua dinar sahaja. Barangsiapa                  yang tidak mampu membayar tebusan, akan menjadi tawanan kaum Muslimin                  dan berkedudukan sebagai hamba. Semua rumah, senjata dan alat-alat                  peperangan lainnya mesti ditinggalkan untuk kaum Muslimin. Mereka                  boleh pergi ke mana-mana tempat yang aman untuk mereka. Mereka                  diberi tempo selama empat puluh hari untuk memenuhi syarat-syaratnya,                  dan Barangsiapa yang tidak sanggup  menunaikannya sehinnga                  lewat dari waktu itu, ia akan menjadi tawanan. Ternyata ada 16,000                  orang Kristian yang tidak sanggup  membayar wang tebusan.                  Semua mereka ditahan sebagai hamba. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Maka pada hari Jumaat                  27 Rajab 583 Hijrah, Sultan Shalahuddin bersama kaum Muslimin                  memasuki Baitul Maqdis. Mereka melaungkan “Allahu Akbar” dan bersyukur                  kehadirat Allah s.w.t. Air mata kegembiraan menitis di setiap                  pipi kaum Muslimin sebaik saja memasuki kota itu. Para ulama dan                  solehin datang mengucapkan tahniah kepada Sultan Shalahuddin di                  atas perjuangannya yang telah berhasil. Apalagi tarikh tersebut                  bersamaan dengan tarikh Isra’ Nabi S.A.W dari Masjidil Haram ke                  Masjidil Aqsa. Pada  hari Jumaat tersebut, kaum Muslimin                  tidak sempat melaksankan solat Jumaat di Masjidil Aqsa kerana                  sempitnya waktu. Mereka terpaksa membersihkan Masjid Suci itu                  dari babi, kayu-kayu salib, gambar-gambar rahib dan patung-patung                  yang dipertuhan oleh kaum Kristian. Barulah pada Jumaat berikutnya                  mereka melaksanakan solat Jumaat di Masjidil Aqsa buat pertama                  kalinya dalam masa 92 tahun. Kadi Muhyiddin bin Muhammad bin Ali                  bin Zaki telah bertindak selaku khatib atas izin Sultan Shalahuddin.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Kejatuhan Jerussalem                  ke tangan kaum Muslimin telah membuat Eropah marah. Mereka melancarkan                  kutipan yang disebut “Saladin tithe”, yakni derma wajib untuk                  melawan Shalahuddin yang hasilnya digunakan untuk membiayai perang                  Salib. Dengan angkatan perang yang besar, beberapa orang raja                  Eropah berangkat untuk merebut kota Suci itu semula. Maka terjadilah                  perang Salib ketiga yang sangat sengit. Namun demikian, Shalahuddin                  masih dapat mempertahankan Jerussalem sehingga perang tamat. Setahun                  selepas perang Salib ke tiga itu, Sultan Shalahuddin pulang kerahmatullah.                  Semoga Allah mencucuri rahmat ke atasnya, amin.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                  ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;                &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt; &lt;a name="8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="tajuk"&gt;Peribadi                  Seorang Panglima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;     Sultan Shalahuddin                  Al-Ayyubi terbilang sebagai pahlawan dan Panglima Islam yang besar.                  Pada beliau terkumpul sifat-sifat berani, wara’, zuhud, khusyu’,                  pemurah, pemaaf, tegas dan lain-lain sifat terpuji. Para ulama                  dan penulis sejarah telah memberikan kepujian yang melangit. Sifat                  pemurah dan pemaafnya diakui oleh lawan mahupun kawan.&lt;br /&gt;                Seorang penulis sejarah mengatakan: “Hari kematiannya merupakan                  kehilangan besar bagi agama Islam dan kaum Muslimin, kerana mereka                  tidak pernah menderita semenjak kehilangan keempat-empat Khalifah                  yang pertama (Khulafaurrasyidin). Istana, kerajaan dan dunia diliputi                  oleh wajah-wajah yang tertunduk, seluruh kota terbenam dalam dukacita,                  dan rakyat mengikuti keranda jenazahnya dengan tangisan dan ratapan.”                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Sultan Shalahuddin                  adalah seorang pahlawan yang menghabiskan waktunya dengan bekerja                  keras siang dan malam untuk Islam. Hidup  nya sangat sederhana.                  Minumnya hanya air kosong, makanannya sederhana, pakaiannya dari                  jenis yang kasar. Beliau sentiasa menjaga waktu-waktu solat dan                  mengerjakannya secara berjamaah. Dikatakan bahawa beliau sepanjang                  hayatnya tidak pernah terlepas dari mengerjakan solat jamaah,                  bahkan ketika sakit yang membawa pada ajalnya, beliau masih tetap                   mengerjakan solat berjamaah. Sebaik saja imam masuk berdiri di                  tempatnya, beliau sudah siap di dalam saf. Beliau suka mendengarkan                  bacaan Al-Quran, Hadis dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang Hadis,                  beliau memang mendengarkannya secara teratur, sehingga beliau                  boleh mengenal jenis-jenis hadis. Hatinya sangat lembut dan pemurah,                  sering menangis apabila mendengarkan hadis. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Di dalam buku The                  Historians’ History of the World disebutkan sifat-sifat Shalahuddin                  sebagai berikut: &lt;i&gt;“Keberanian dan keberhasilan Sultan Shalahuddin                  itu terjelma seluruhnya pada perkembangan keperibadian yang luar                  biasa. Sama seperti halnya dengan Emir Imamuddin Zanki dan Emir                  Nuruddin Zanki, beliau juga merupakan seorang Muslim yang taat.                  Sudah menjadi kebiasaan bagi Sultan Shalahuddin membacakan Kitab                  Suci Al-Quran kepada pasukannya menjelang pertempuran berlangsung.                  Beliau juga sangat disiplin mengqada setiap puasanya yang tertinggal                  dan tidak pernah lalai mengerjakan solat lima waktu sampai pada                  akhir hayatnya. Minumannya tidak lain dari air kosong saja, memakai                  pakaian yang terbuat dari bulu yang kasar, dan mengizinkan dirinya                  untuk dipanggil ke depan pengadilan. Beliau mengajar sendiri anak-anaknya                  mengenai agama Islam.......”&lt;/i&gt;     Seluruh kaum                  Muslimin yang menyaksikan kewafatannya menitiskan air mata apabila                  Sultan yang mengepalai negara yang terbentang luas dari Asia hingga                  ke Afrika itu hanya meninggalkan warisan 1 dinar dan 36 dirham.                  Tidak meninggalkan emas, tidak punya tanah atau kebun. Padahal                  berkhidmat pada kerajaan berpuluh tahun dan memegang jawatan sebagai                  panglima perang dan Menteri Besar sebelum menubuhkan Emirat Ayyubiyah.                  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;               &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Kain yang dibuat kafannya                  adalah betul-betul dari warisan beliau yang jelas-jelas halal                  dan sangat sederhana. Anak beliau yang bernama Fadhal telah masuk                  ke liang lahad meletakkan jenazah ayahnya. Dikatakan bahawa beliau                  dikebumikan bersama-sama pedangnya yang dipergunakan dalam setiap                  peperangan agar dapat menjadi saksi dan dijadikannya tongkat kelak                  pada hari kiamat. Rahimahullahu anh. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;    Ketika buku ini                    ditulis, Baitul Maqdis sedang berada di dalam kekuasaan golongan                    'Bintang Enam' dengan negaranya yang dipaksakan. Jika sekiranya                    ada kepala negara yang bersifat seperti Sultan Shalahuddin di                    Timur Tengah sana, insya Allah Baitul Maqdis dapat direbut semula                    oleh kaum Muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;                  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="kandungan"&gt;^ &lt;a href="http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah019.html#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;                    ^&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-7110180042344319258?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/7110180042344319258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=7110180042344319258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/7110180042344319258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/7110180042344319258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/shalahuddin-al-ayyubi.html' title='SHALAHUDDIN AL AYYUBI'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-4023843275635480694</id><published>2009-09-03T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:16:16.601-07:00</updated><title type='text'>KHALID BIN WALID</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;"ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.&lt;br /&gt;Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.&lt;br /&gt;Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Latihan Pertama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.&lt;br /&gt;Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.&lt;br /&gt;Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.&lt;br /&gt;Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Menentang Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Peristiwa Uhud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan. Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.&lt;br /&gt;Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.&lt;br /&gt;Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.&lt;br /&gt;Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.&lt;br /&gt;Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disulapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.&lt;br /&gt;Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya diatas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-4023843275635480694?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/4023843275635480694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=4023843275635480694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4023843275635480694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4023843275635480694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/khalid-bin-walid.html' title='KHALID BIN WALID'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-5280881967566073829</id><published>2009-09-03T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:16:16.606-07:00</updated><title type='text'>BILAL BIN RABBAH</title><content type='html'>&lt;font size="4"&gt;Bilal bin Rabah sang Muadzin Rasulullah Saw memiliki sejarah hidup yang amat hebat dalam perjuangan akidah, sebuah kisah yang senantiasa diulang oleh zaman dan tidak membuat telinga manusia bosan untuk mendengarkannya. &lt;/font&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal dilahirkan di daerah Sarah kira-kira 34 tahun sebelum hijrah dari seorang ayah yang dikenal dengan panggilan Rabah. Sedangkan ibunya dikenal dengan Hamamah. Hamamah ini adalah seorang budak wanita yang berkulit hitam yang tinggal di Mekkah. Oleh karenanya, sebagian orang memanggilnya dengan nama Ibnu Sauda (Anaknya budak hitam).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal tumbuh di Mekkah dan ia adalah budak milik anak-anak yatim dari Bani Abdid Daar dimana ayah mereka mewasiatkan mereka kepada Umayyah bin Khalaf yang merupakan salah seorang pemuka kafir Quraisy. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu muncul sinar agama baru di Mekkah, dan Rasulullah Saw mengumandangkan kalimat tauhid. Bilal adalah salah seorang yang paling dahulu masuk dalam agama Islam. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dia telah masuk Islam dan pada saat itu tidak ada orang lain yang masuk Islam selain dia dan beberapa orang lagi yang termasuk As Sabiquna Al Awwalun. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Yang pertama adalah Khadijah binti Khuwailid, Ummul Mukminin. Lalu Abu Bakar As Shiddiq. Ali bin Abi Thalib. Ammar bin Yasir dan ibunya Sumayyah. Shuhaib Ar Rumy. Dan Miqdad bin Al Aswad. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal merasakan penderitaan yang ia rasakan akibat dari ulah kejahatan dan aniaya kafir Quraisy yang tidak dirasakan oleh orang lain. Ia namun mampu bersabar seperti para sahabat Rasul lainnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Adapun Abu Bakar As Shiddiq dan Ali bin Abi Thalib memiliki keluarga dan kaum yang dapat melindungi mereka berdua. Sedangkan para budak yang termasuk mustad’afin (orang-orang lemah), maka bangsa Quraisy dapat menyiksa mereka dengan begitu kejamnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kafir Quraisy hendak menjadikan para orang-orang lemah tadi sebagai pelajaran bagi orang yang berani mengaku untuk menyingkirkan para tuhan dan berhala mereka dan menyatakan diri sebagai pengikut Muhammad.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Para mustad’afin ini merasakan penyiksaan yang begitu hebat dari kafir Quraisy. Abu Jahal –Allah menghinakannya- telah berlaku keji kepada Sumayyah. Abu Jahal berdiri di atas tubuh Sumayyah dengan mengucapkan sumpah serapah lalu membunuhnya dengan menancapkan tombak pada tubuhnya yang masuk dari bagian bawah perutnya hingga tembus di punggungnya. Sumayyah menjadi wanita syahid pertama dalam Islam. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sedangkan para saudaranya yang lain, termasuk Bilal bin Rabah terus menerus mendapatkan penyiksaan dari bangsa Quraisy. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka bangsa Quraisy jika matahari sudah berada pada puncaknya, langit terasa panas, dan pasir kota Mekkah sudah terasa melepuh… para kafir Quraisy ini melepaskan baju kaum muslimin mustad’afin tadi, lalu memakaikan kepada mereka pakaian besi lalu membakar mereka dengan sinar matahari yang begitu terik. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka juga mencambuk punggung kaum mustad’afin tadi dengan cambuk, serta menyuruh mereka untuk menghina Muhammad. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka kaum mustad’afin jika penyiksaan terhadap diri mereka semakin menggila, dan mereka sudah merasa tidak kuat lagi untuk menerimanya. Maka mereka akan menuruti kehendak kafir Quraisy, namun hati mereka senantiasa terpaut kepada Allah dan Rasulnya, kecuali Bilal ra. Dia mampu menahan dirinya dalam mempertahankan Allah Swt. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Yang menjadi penyiksa diri Bilal adalah Umayyah bin Khalaf dan para algojonya. Mereka mendera punggung Bilal dengan cambuk, namun tetap saja Bilal berkata: Ahad, Ahad (Allah Yang Esa, Allah Yang Esa). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka menimpakan batu-batu besar pada dada Bilal, namun tetap saja Bilal berkata: Ahad, Ahad (Allah Yang Esa, Allah Yang Esa). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Meski mereka sudah menyiksa dengan sekeras mungkin, namun tetap saja Bilal berkata: Ahad, Ahad (Allah Yang Esa, Allah Yang Esa). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka berusaha mengingatkan Bilal kepada Lata wal Uzza, namun Bilal malah menyebut Allah dan Rasul-Nya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka berkata kepada Bilal: “Katakan apa yang kami ucapkan!” Malah Bilal menjawab: “Lisanku tidak dapat mengucapkannya.” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maka sontak mereka menambahkan penyiksaannya dan semakin gila dalam penganiayaannya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umayyah bin Khalaf yang keterlaluan ini bila hendak menyiksa Bilal,maka ia akan mengikatkan sebuah tali besar di leher Bilal lalu menyerahkannya kepada orang-orang bodoh dan anak-anak. Umayyah menyuruh mereka untuk membawa keliling Bilal ke seluruh perkampungan Mekkah serta menariknya ke seluruh dataran yang ada di kota tersebut.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal ra merasakan penyiksaan di jalan Allah dan Rasul-Nya, dan ia selalu mendendangkan ucapannya yang berbunyi: “Ahad, Ahad, Ahad, Ahad!” Dia tidak pernah bosan mengulanginya, dan tidak pernah berhenti mengucapkannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra pernah berniat untuk membeli Bilal dari Umayyah bin Khalaf. Lalu Umayyah meninggikan harganya dan ia menduga bahwa Abu Bakar tidak mampu untuk membayarnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Namun Abu Bakar mampu membayarnya dengan 9 awqiyah dari emas. Umayyah berkata kepada Abu Bakar setelah perjanjian jual-beli ini usai: “Kalau engkau tidak mau mengambil Bilal kecuali dengan 1 awqiyah emas saja, pasti sudah aku jual juga.” Abu Bakar menjawab: “Jika engkau tidak mau menjualnya kecuali dengan 100 awqiyah, pasti aku akan tetap membelinya!” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu Abu Bakar As Shiddiq memberitahukan Rasulullah Saw bahwa dia telah membeli Bilal dan menyelamatkannya dari tangan penyiksa, maka Nabi Saw bersabda: “Libatkan aku dalam pembebasannya, wahai Abu Bakar!” As Shidiq lalu menjawab: “Aku telah membebaskannya, ya Rasulullah.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Begitu Allah Swt memberikan izin kepada Nabi-Nya untuk berhijrah ke Madinah. Bilal pun termasuk orang yang turut berhijrah ke sana. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal, Abu Bakar dan Amir bin fihr tinggal di Madinah dalam satu rumah. Mereka semua terkena penyakit demam. Kebiasaan Bilal bila sudah terbebas dari penyakit demam, maka ia akan mengangkat suaranya dan mulai menyenandungkan bait puisi dengan suaranya yang merdu. Ia mengalunkan: &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bukan karena syairku, aku tidak bisa tidur malam ini &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di Fakh sementara di sekelilingku terdapat Ikhir dan Jalil111 &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Apakah suatu hari aku akan dapat mendatangi sumber air Mijannah &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dan apakah aku masih dapat melihat Syamah dan Thafil &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Tidak heran bila Bilal merindukan Mekkah dan setiap sudutnya. Sebagaimana ia merindukan semua lembah dan pegunungannya. Sebab disanalah ia merasakan nikmatnya iman. Disanalah ia merasakan penyiksaan manusia hanya demi mencari keridhaan Allah. Dan disana pula ia mampu mengalahkan dirinya dan mengalahkan setan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Bilal akhirnya menetap di Yatsrib yang jauh dari penyiksaan bangsa Quraisy. Ia mendedikasikan usianya kepada Nabi dan kekasihnya yaitu Muhammad Saw. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal senantiasa turut serta jika Rasulullah Saw melakukan perjalanan. Dan ia pun juga bersama Rasul, tatkala Beliau pulang. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia melakukan shalat bersama Rasul, melaksanakan perang jika Rasul melakukannya. Sehingga Bilal seolah menjadi bayang diri Rasulullah Saw. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Saat Rasulullah Saw membangun masjidnya di Madinah, dan adzan mulai disyariatkan, maka Bilal adalah orang pertama yang menjadi muadzin dalam Islam. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Jika ia selesai mengumandangkan adzan, maka ia akan berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Saw dan berkata: “Hayya alas shalah… Hayya alal falah…” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Jika Rasulullah Saw telah keluar dari kamarnya dan Bilal telah melihat Beliau datang, maka Bilal akan mengumandangkan iqamat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;An Najasy raja Habasyah pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah Saw dengan 3 tombak pendek yang merupakan barang berharga yang dimiliki oleh para raja. Rasul lalu mengambil salah satu dari tombak tadi, kemudian satunya lagi ia berikan kepada Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi ia berikan kepada Umar bin Khattab. Kemudian tombak yang diambil oleh Rasul untuk dirinya diberikan kepada Bilal. Maka tombak tersebut senantiasa dibawa oleh Bilal sepanjang hidupnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal selalu membawa tombak tadi pada setiap hari Iedul Fitri dan Iedul Adha. Ia juga membawanya saat shalat Istisqa’. Ia menempatkan tombak tersebut dihadapannya, jika shalat tidak dilaksanakan di masjid.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal turut serta bersama Rasulullah Saw dalam perang Badr. Ia menyaksikan sendiri dengan dua mata kepalanya bagaimana Allah membuktikan janji-Nya, menolong tentara-Nya. Dan ia menyaksikan banyak para kafir Quraisy tewas menemui ajalnya padahal mereka dulu pernah menyiksa Bilal dengan amat keji.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia juga melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf mati tertebas pedang kaum muslimin, dan darah mereka mengucur karena tusukan tombak kaum muslimin.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Saat Rasulullah Saw memasuki kota Mekkah untuk menaklukkannya, Beliau didampingi oleh Bilal bin Rabah. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Saat Rasulullah Saw memasuki Ka’bah, Beliau hanya didampingi oleh 3 orang saja, mereka adalah: Utsman bin Thalhah114 sang pemegang kunci Ka’bah, Usamah bin Zaid orang kesayangan Rasulullah dan anak dari orang kesayangan Beliau, serta Bilal bin Rabah sang muadzin Rasulullah. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Tatkala waktu Zhuhur telah tiba, banyak sekali manusia yang berada di sekeliling Rasulullah Saw. Dan orang-orang kafir Quraisy yang baru masuk Islam secara sukarela atau terpaksa menyaksikan jumlah manusia yang sedemikian banyaknya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat itu, Rasulullah Saw memanggil Bilal bin Rabah. Beliau memerintahkan Bilal untuk naik ke atas Ka’bah untuk mengumumkan kalimat tauhid. Maka Bilal pun melakukan perintah tersebut. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia mengalunkan Adzan dengan suaranya yang keras. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Maka ribuan leher manusia melihat ke arah Bilal. Ribuan lisan manusia yang mengikuti ucapan Bilal dengan hati yang khusyuk. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sedangkan mereka yang di dalam hatinya terdapat penyakit merasakan adanya kedengkian dan kebencian yang membuat hati mereka menjadi tercabik-cabik. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu Bilal mengucapkan kalimat berikut dalam Adzannya: “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah” Berkatalah Juwairiyah binti Abu Jahal: “Demi umurku, sungguh Allah Swt telah meninggikan sebutan namamu. Adapun shalat, maka kami akan melakukannya, akan tetapi demi Allah, kami tidak menyukai manusia yang pernah membunuh orang-orang yang kami cintai.” Ayahnya Juwairiyah terbunuh pada perang Badr. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalid bin Usaid berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kemurahan kepada bapakku sehingga ia tidak turut menyaksikan kejadian hari ini.” Bapaknya Khalid telah mati satu hari sebelum terjadinya penaklukan Mekkah. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;AlHarits bin Hisyam berkata: “Celaka, andaikan aku sudah wafat sebelum aku melihat Bilal berada di atas Ka’bah.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Al Hakim bin Abi Al Ash berkata: “Demi Allah, ini adalah musibah besar jika seorang budak Bani Jumah bersuara dari atas bangunan ini.” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dan bersama mereka terdapat Abu Sufyan bin Harb yang berkata: “Aku tidak akan mengatakan apapun… Sebab kalau aku mengeluarkan satu kata saja dari mulutku, debu-debu ini akan menyampaikan ucapanku tersebut kepada Muhammad bin Abdullah.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Bilal terus menjadi muadzin Rasulullah Saw selama hidupnya. DanRasul Saw menjadi cinta kepada suara ini yang dahulunya pernah disiksa namun selalu mengatakan: “Ahad… Ahad” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu Rasulullah Saw kembali ke pangkuan Tuhannya. Saat itu waktu shalat telah tiba. Maka berdirilah Bilal untuk mengumandangkan adzan kepada manusia –saat itu Nabi Saw sudah dikafankan namun belum dikubur-, saat ia hendak mengucapkan Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah… ia serasa tercekik, dan suaranya tidak keluar dari kerongkongan. Maka sontak, semua kaum muslimin yang ada pada saat itu menangis, dan mereka semua tenggelam dalam kesedihan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kemudian setelah tiga hari sejak hari itu, Bilal kembali mengumandangkan adzan. Namun setiap kali ia sampai pada kalimat Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah, ia menangis dan menangislah semua orang yang mendengarnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat itu, Bilal meminta kepada Khalifah Abu Bakar untuk mengizinkannya agar tidak mengumandangkan adzan terlebih dahulu karena ia merasa tidak sanggup untuk melakukannya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal meminta izin kepada Khalifah Abu Bakar untuk turut dalam jihad di jalan Allah dan tinggal di negeri Syam untuk menghadapi musuh. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Abu Bakar menjadi ragu dalam memberikan izin kepada Bilal. Maka Bilal pun berkata kepada khalifah: “Jika engkau telah membeliku untuk kepentingan dirimu, maka tahanlah aku. Jika engkau telah memerdekakan aku, maka biarkanlah aku sesuai kehendak Allah Yang telah membuatmu memerdekakan aku.” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Abu Bakar menjawab: “Demi Allah, aku tidak berniat membelimu, kecuali karena Allah! Aku tidak memerdekakan mu kecuali di jalan-Nya.” Kemudian Bilal berkata: “Aku tidak akan mengumandangkan adzan untuk siapapun setelah Rasulullah wafat.” Abu Bakar berkata: “Engkau berhak untuk itu.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Bilal berangkat dari Madinah Al Munawarah bersama utusan pertama pasukan muslimin. Dan ia tinggal di Daraya dekat dari Damaskus. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal masih tidak mau mengumandangkan adzan sehingga Umar bin Khattab datang ke negeri Syam yang menjumpai Bilal setelah sekian lama tidak berjumpa. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umar amat rindu kepada Bilal dan amat hormat kepadanya. Sehingga jika nama Abu Bakar disebut didepannya, maka Umar akan berkata: “Abu Bakar adalah pemimpin kami dan dialah yang telah memerdekakan pemimpin kami (maksudnya adalah Bilal).” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat itulah para sahabat mendesak Bilal untuk mengumandangkan adzan dihadapan Umar Al Faruq. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu suara Bilal berkumandang, Umar serta-merta meneteskan air mata, dan semua sahabat yang ada pada saat itu turut menangis, sehingga bulu janggut menjadi basah oleh air mata. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bilal telah berhasil membangkitkan kerinduan mereka kepada Madinah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Sang pengumandang adzan ini terus tinggal di Damaskus sehingga menjumpai ajalnya di sana. Istrinya setia mendampingi Bilal saat menjelang maut sambil berkata: “Duh, kasihannya!” Dan Bilal membuka kedua matanya setiap kali istrinya berkata demikian, dan ia berkata: “Alangkah gembiranya!” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kemudian Bilal melepaskan nafas terakhirnya sambil melantunkan: “Besok kita akan berjumpa dengan para kekasih, yaitu Muhammad dan para sahabatnya… Besok kita akan berjumpa dengan para kekasih, yaitu Muhammad dan para sahabatnya.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Untuk merujuk profil Bilal bin Rabah lebih jauh silahkan melihat:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;1. Al Ishabah: 1/165 atau Tarjamah 736&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;2. Al Istiab dengan Hamisy Al Ishabah: 1/141&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;3. Usudul Ghabah: 1/206&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;4. Tahdzib At Tahdzib:1/502&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;5. Tajrid Asma As Sahabah: 1/59&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;6. Al Jam’u baina Al Rijal Al Shahihin: 1/60&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;7. Hilliyatul Auliya: 1/147&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;8. Shifatus Shafwah: 1/171&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;9. Siyar A’lam An Nubala: 1/251&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;10. Ibnu Katsir: 7/102&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;11. Tarikh Al Islam karya Al Dzahaby: 2/31&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;12. Al A’lam wa Tarajumuhu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-5280881967566073829?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/5280881967566073829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=5280881967566073829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5280881967566073829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5280881967566073829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/bilal-bin-rabbah.html' title='BILAL BIN RABBAH'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-4182786570201117169</id><published>2009-09-03T21:04:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T21:05:22.093-07:00</updated><title type='text'>ALI BIN ABU THOLIB</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Utsman bin Affan wafat. Warga Madinah dan tiga pasukan dari Mesir, Basrah dan Kaufah bersepakat memilih Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah baru. Menurut riwayat, Ali sempat menolak penunjukan itu. Namun semua mendesak untuk memimpin umat. Pembaitan Ali pun berlangsung di masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-105"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ali adalah salah seorang sahabat paling dekat dengan Rasul. Sewaktu kecil, Muhammad diasuh oleh Abu Thalib -pamannya yang juga ayah Ali. Setelah berumah tangga dan melihat Abu Thalib hidup kekurangan, Muhammad memelihara Ali di rumahnya. Ali dan Zaid bin Haritsah -anak angkat Muhammad- adalah orang pertama yang memeluk Islam, setelah Khadijah. Mereka selalu salat berjamaah. Kecerdasan dan keberanian Ali sangat menonjol di lingkungan Qurais. Saat anak-anak, ia telah menantang tokoh-tokoh Qurais yang mencemooh Muhammad. Ketika Muhammad hijrah dan kaum Qurais telah menghunus pedang untuk membunuhnya, Ali tidur di tempat tidur Muhammad serta mengenakan mantel yang dipakai Rasul itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Di medan perang, dia adalah petempur yang sangat disegani. Baik di perang Badar, Uhud hingga Khandaq. Namanya semakin sering dipuji setelah ia berhasil menjebol gerbang benteng Khaibar yang menjadi pertahanan terakhir Yahudi. Menjelang Rasul menunaikan ibadah haji, Ali ditugasi untuk melaksanakan misi militer ke Yaman dan dilakukannya dengan baik. Mengenai kecerdasannya, Muhammad pernah memuji Ali dengan kata-kata: “Saya adalah ibukota ilmu dan Ali adalah gerbangnya.” Kefasihan bicara Ali dipuji oleh banyak kalangan. Rasul kemudian menikahkan Ali dengan putri bungsunya, Fatimah. Setelah Fatimah wafat, Ali menikah dengan Asmak -janda yang dua kali ditinggal mati suaminya, yakni Ja’far (saudara Ali) dan khalifah Abu Bakar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Sebagai khalifah ia mewarisi pemerintahan yang sangat kacau. Juga ketegangan politik akibat pembunuhan Utsman. Keluarga Umayah menguasai hampir semua kursi pemerintahan. Dari 20 gubernur yang ada, hanya Gubernur Irak -Abu Musa Al-Asyari- yang bukan keluarga Umayah. Mereka menuntut Ali untuk mengadili pembunuh Utsman. Tuntutan demikian juga banyak diajukan tokoh netral seperti janda Rasulullah -Aisyah, juga Zubair dan Thalhah -dua orang pertama yang masuk Islam seperti Ali.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Beberapa orang menuding Ali terlalu dekat dengan para pembunuh itu. Ali menyebut pengadilan sulit dilaksanakan sebelum situasi politik reda. Ia bermaksud menyatukan negara lebih dahulu. Untuk itu, ia mendesak Muawiyah bin Abu Sofyan -Gubernur Syam yang juga pimpinan keluarga Umayah- untuk segera berbaiat kepadanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Muawiyah menolak berbaiat sebelum pembunuh Ustman dihukum. Ali siap menggempur Muawiyah. Sejumlah sahabat penting seperti Mughairah, Saad bin Abi Waqas, Abdullah anak Umar menyarankan Ali menunda serangan itu. Begitu juga sepupu Ali, Ibnu Abbas. Tapi Ali berkeras, sehingga Ibnu Abbas mengeritiknya: “Anda ini benar-benar panglima perang, bukan negarawan.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Ali segera menyusun pasukan. Ia berangkat ke Kufah, wilayah yang masyarakatnya mendukung Ali. Ia tinggalkan ibukota Madinah sepenuhnya, bahkan seterusnya, untuk langsung memimpin perang. Hal yang tak lazim dilakukan para pemimpin negara. Setahun sudah berlalu, pembunuh Ustman belum ditindak. Langkah ini makin mengundang kritik dari kelompok Aisyah. Aisyah, Thalhah dan Zubair lalu memimpin 30 ribu pasukan dari Mekah. Pasukan Ali -yang semula diarahkan ke Syam- terpaksa dibelokkan untuk menghadapi Aisyah. Terjadilah peristiwa menyedihkan itu: perang antar Muslim.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Aisyah memimpin pasukannya dalam tandu tertutup di atas unta. Banyak pasukan juga mengendarai unta. Maka perang itu disebut Perang Unta. Sekitar 10 ribu orang tewas dalam perang sesama Muslim ini. Aisyah tertawan setelah tandunya penuh anak panah. Zubair tewas dibunuh di waha Al-Sibak. Thalhah terluka di kaki dan meninggal di Basra.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Kesempatan pun dimanfaatkan oleh Muawiyah. Ia menggantungkan jubah Ustman yang berlumur darah, serta potongan jari istri Ustman, di masjid Damaskus untuk menyudutkan Ali. Pihaknya bahkan menuding Ali sebagai otak pembunuhan Ustman. Muawiyah berhasil menarik Amru bin Ash ke pihaknya. Amru seorang politisi ulung yang sangat disegani. Ia diiming-imingi menjadi Gubernur Mesir. Abdullah, anak Amru yang saleh, menyarankan ayahnya untuk menolak ajakan Muawiyah. Namun Muhammad -anaknya yang suka politik- menyarankan Amru mengambil kesempatan. Amru tergoda. Ia mendukung Muawiyah untuk menjadi khalifah tandingan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Kedua pihak bertempur di Shiffin, hulu Sungai Eufrat di perbatasan Irak-Syria. Puluhan ribu Muslim tewas. Di pihak Ali, korban sebanyak 35 ribu di pihak Muawiyah 45 ribu. Dalam keadaan terdesak, pihak Muawiyah bersiasat. Atas usulan Amru, mereka mengikat Quran di ujung tombak dan mengajak untuk “berhukum pada Quran.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Pihak Ali terbelah. Sebagian berpendapat, seruan itu harus dihormati. Yang lain menyebut itu hanya cara Muawiyah untuk menipu menghindari kalah. Ali mengalah. Kedua pihak berunding. Amru bin Ash di pihak Muawiyah, Abu Musa -yang dikenal sebagai seorang saleh dan tak suka politik- di pihak Ali. Keduanya sepakat untuk “menurunkan” Ali dan Muawiyah. Namun Amru kembali mengingkari kesepakatannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Situasi yang tak menentu itu membuat marah Hurkus -komandan pasukan Ali yang berasal dari keluarga Tamim. Hurkus adalah seorang yang lurus dan keras. Caranya memandang masalah selalu “hitam putih”. Karena cara berpikirnya yang sempit, ia pernah menggugat Rasulullah. Sekarang ia menganggap Muawiyah maupun Ali melanggar hukum Allah. “Laa hukma illallah (tiada hukum selain Allah),” serunya. Pelanggar hukum Allah boleh dibunuh, demikian pendapatnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Kelompok Hurkus segera menguat. Orang-orang menyebut kelompok radikal ini sebagai “khawarij” (barisan yang keluar). Mereka menyerang dan bahkan membunuh orang-orang yang berbeda pendapat dengannya. Pembunuhan berlangsung di beberapa tempat. Mereka berpikir, negara baru akan dapat ditegakkan jika tiga orang yang dianggap penyebab masalah, yakni Ali, Muawiyah dan Amru dibunuh.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="4" face="Garamond"&gt;Hujaj bertugas membunuh Muwawiyah di Damaskus, Amru bin Abu Bakar membunuh Amru bin Ash di Mesir dan Abdurrahman membunuh Ali di Kufah. Muawiyah yang kini hidup dengan pengawalan ketat bagai raja hanya terluka. Amru bin Abu Bakar salah bunuh orang imam yang menggantikan Amru bin Ash. Di Kaufah, Ali tengah berangkat ke masjid ketika diserang dengan pedang. Dua hari kemudian ia wafat. Peristiwa itu terjadi pada Ramadhan 40 Hijriah atau 661 Masehi. Berakhirlah model kepemimpinan Islam untuk negara yang dicontohkan Rasulullah. Muawiyah lalu menggunakan model “kerajaan” pemerintahan negara Islam. Ibukota pun dipindah dari Madinah ke Damaskus.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-4182786570201117169?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/4182786570201117169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=4182786570201117169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4182786570201117169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/4182786570201117169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/ali-bin-abu-tholib.html' title='ALI BIN ABU THOLIB'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-1064215582334241254</id><published>2009-09-03T21:02:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T21:05:22.103-07:00</updated><title type='text'>UTSMAN BIN AFFAN</title><content type='html'>&lt;font size="4"&gt;Dia adalah dzu nurain (pemilik dua cahaya), orang yang pernah berhijrah dua kali sekaligus suami dari dua putri Rasulullah Saw. Dialah Utsman bin Affan ra. Sejarah kenabian tidak pernah mendapati orang yang menjadi menantu Rasulullah sebanyak dua kali selain Utsman bin Affan.&lt;/font&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman bin Affan memiliki posisi terpandang di kalangan kaumnya pada masa jahiliah. Ia adalah orang yang memiliki harta kekayaan yang berlimpah. Ia juga adalah orang yang rendah hati dan pemalu. Kaumnya amat mencintai dirinya, sehingga ada seorang wanita Quraisy yang sedang memomong anaknya dengan bersenandung:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;Aku dan Ar Rahman (Tuhan Yang Penyayang) menyayangimu&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;em&gt;Seperti orang Quraisy menyayangi Utsman&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Begitu Islam memancarkan cahayanya di Mekkah, Utsman adalah orang yang termasuk para pendahulu yang segera menyerap cahaya tersebut.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kisah keislaman Utsman bin Affan hingga sekarang masih sering dikisahkan orang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hal itu dikarenakan saat pada masa jahiliah ia mendengar bahwa Muhammad bin Abdullah telah menikahkan putrinya yang bernama Ruqayah dengan sepupunya yang bernama Utbah bin Abi Lahab, Utsman merasa menyesal karena ia sudah kedahuluan. Ia merasa kesal karena tidak beruntung mendapatkan istri yang memiliki akhlak yang mulia dan berketurunan baik.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman pun kembali pulang ke rumah dengan perasaan kesal dan sedih.  Saat pulang, ia mendapati bibinya sedang berada di rumah yang bernama Su’da binti Kuraizin. Su’da ini adalah perempuan yang tegas, cerdas dan sudah berusia senja. Su’da berhasil menghilangkan kekesalan Utsman dengan memberitahukan kepadanya bahwa akan muncul seorang Nabi yang menghancurkan penyembahan kepada berhala, dan menyeru untuk beribadah kepada Tuhan Yang Esa. Su’da menyuruh Utsman untuk mengikuti ajaran agama Nabi tersebut, dan ia menjanjikan bahwa Utsman akan mendapatkan apa yang pantas bagi dirinya.  Utsman berkisah: “Maka aku segera memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh bibiku tadi. Aku pun segera menemui Abu Bakar dan aku ceritakan kepadanya apa yang telah diberitahukan bibi kepadaku.” Abu Bakar berkata: “Demi Allah, bibimu telah berkata benar atas apa yang ia sampaikan kepadamu dan dengan kebaikan yang ia janjikan untukmu, ya Utsman! Engkau pun adalah seorang yang bijak dan tegas yang mampu membedakan kebenaran,dan tidak ada kebathilan yang samar bagi dirimu.” Kemudian Abu Bakar berkata kepadaku:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Apakah makna dari berhala yang disembah oleh kaum kita ini?!  Bukankah berhala ini terbuat dari batu yang tuli. Tidak bisa mendengar dan melihat?” Aku menjawab: “Benar.” Abu Bakar berkata: “Apa yang telah dikatakan oleh bibimu telah terbukti, ya Utsman! Allah Swt telah mengirimkan Rasul-Nya yang dinanti-nanti. Ia mengutusnya untuk semua orang dengan membawa agama petunjuk dan kebenaran.” Aku bertanya: “Siapakah dia?!” Abu Bakar menjawab: “Dialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib.” Aku bertanya keheranan: “Muhammad As Shodiq Al Amin (orang yang terkenal jujur dan terpercaya) itu?” Abu Bakar menjawab: “Benar. Dialah orangnya.” Aku bertanya kepada Abu Bakar: “Apakah engkau mau menemaniku untuk menemuinya?” Abu Bakar menjawab: “Baiklah.” Maka kami pun berangkat untuk menemui Nabi Saw.  Begitu Beliau melihatku Beliau langsung bersabda: “Ya Utsman, sambutlah seruan orang yang mengajak ke jalan Allah! Sebab aku adalah utusan Allah kepada kalian secara khusus, dan kepada semua makhluk Allah secara umum.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman berkata: “Demi Allah, begitu aku melihat Beliau dan mendengarkan sabdanya, maka aku langsung merasa nyaman dan aku percaya akan keRasulannya. Kemudian akupun langsung bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hingga hari itu tidak ada satupun orang yang berasal dari kaumnya yang mau beriman kepada Rasulullah Saw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Meswki tidak ada satupun yang menyatakan permusuhan kepada Nabi Saw selain pamannya yang bernama Abu Lahab.  Abu Lahab dan istrinya yang bernama Ummu Jamil adalah orang dari suku Quraisy yang paling keras melakukan perlawanan dan makar terhadap diri Nabi Saw. Maka Allah Swt menurunkan sebuah surat tentang diri Abu Lahab dan istrinya:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span class="info"&gt;“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.  Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab [111] : 1-5)&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kebencian Abu Lahab kepada Rasulullah Saw semakin menjadi.  Demikian juga kedengkian istrinya. Tidak hanya ditujukan kepada Muhammad Saw akan tetapi kepada kaum muslimin yang menjadi pendukungnya. Abu Lahab dan Ummu Jamil menyuruh putranya Utbah untuk menceraikan istrinya yang bernama Ruqayyah putri Muhammad Saw. Maka Utbah pun menceraikan Ruqayyah karena alasan dendam kepada ayahnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu Utsman mendengar berita telah dicerainya Ruqayyah, maka ia langsung teriak kegirangan. Ia lalu segera meminang Ruqayyah dari Rasulullah Saw. Maka Rasul Saw pun menikahkan Ruqayyah kepadanya.  Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid mengadakan walimah untuk perkawinan putrinya ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman adalah seorang dari bangsa Quraisy yang memiliki tampang yang paling tampan, sedangkan Ruqayyah juga tidak kalah cantik dan menarik. Maka banyak orang yang berkata kepada Ruqayyah saat dirinya dinikahkan dengan Utsman:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Inilah pasangan terbaik yang pernah dilihat manusia&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ruqayyah, dan suaminya yang bernama Utsman&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Utsman -meski dia memiliki kedudukan dan kebaikan yang banyaktidak terlepas dari siksaan kaumnya saat ia memeluk Islam.  Pamannya yang bernama Hakam merasa malu bila ada seorang pemuda dari Bani Abdi Syamsin yang keluar dari agama bangsa Qurasiy, dan Hakam amat malu dibuatnya. Maka Hakim bersama para pengikutnya berusaha menghadapi Utsman dengan siksaan dan perlakuan yang kejam.  Hakam menangkap Utsman dan mengikatkan tubuh Utsman dengan tali. Hakam bertanya kepada Utsman: “Apakah engkau membenci agama ayah dan kakek moyangmu, dan kini engkau masuk ke dalam agama yang dibuat-buat itu?! Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu hingga engkau meninggalkan agama yang kau anut ini!” Utsman menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini untuk selamanya, dan aku tidak akan berpisah dengan Nabiku selagi aku hidup.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Meski pamannya terus menyiksa dirinya, akan tetapi ia semakin teguh dan tak tergoyahkan dalam berakidah sehingga pamannya merasa putus asa dan akhirnya melepaskan Utsman dan tidak lagi mengganggunya.  Akan tetapi bangsa Quraisy masih saja membuat permusuhan kepada Utsman dan menyiksanya, sehingga hal itu membuat Utsman berkeputusan untuk lari dan menyelamatkan agamanya serta meninggalkan Nabinya.  Utsman adalah muslim pertama yang berhijrah ke Habasyah bersama istrinya ra. Saat mereka berdua hendak berangkat untuk berhijrah, Rasulullah Saw melepas mereka dan berpesan: “Semoga Allah Swt akan menemani Utsman dan istrinya yang bernama Ruqayah… Semoga Allah Swt akan menemani Utsman dan istrinya yang bernama Ruqayah. Utsman adalah orang pertama yang berhijrah bersama keluarganya setelah Nabi Allah Luth as.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Utsman bersama istrinya tidak tinggal lama di Habasyah seperti para muhajirin lainnya. Mereka berdua merasakan kerinduan yang amat sangat kepada Nabi Saw dan kepada Mekkah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Maka keduanya kembali ke Mekkah dan menetap di sana hingga saat Allah Swt mengizinkan kepada Nabi-Nya dan kepada kaum mukminin untuk berhijrah ke Madinah. Maka Utsman dan Ruqayah pun berangkat bersama rombongan muhajirin.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Utsman mendampingi Rasulullah Saw dalam semua pertempuran yang pernah Beliau lakukan. Tidak ada satu perang pun yang terlewatkan selain perang Badr. Dia tidak turut-serta dalam perang ini karena harus merawat istrinya yang bernama Ruqayah sebab sakit.  Saat Rasulullah Saw kembali dari Badr, dan Beliau mendapati Ruqayah telah kembali ke pangkuan Allah, maka Rasul Saw menjadi amat sedih.  Rasul Saw berbagi kesedihan dengan Utsman atas musibah yang terjadi.  Maka Rasul Saw memasukkan Utsman ke dalam golongan ahli Badr, dan mendapatkan jatah ghanimah. Kemudian Rasulullah Saw menikahkan Utsman dengan putri kedua Rasulullah Saw yang bernama Ummu Kultsum.  Oleh karenanya, manusia memanggil Utsman dengan sebutan Dzu Nuraini (orang yang memiliki dua cahaya).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pernikahan Utsman yang kedua kalinya dengan putri Nabi Saw adalah sebuah keutamaan yang tidak didapatkan pria lain selain dirinya. Hal itu dikarenakan, belum pernah terjadi sebelumnya ada orang yang menjadi menantu Nabi sebanyak dua kali selain Utsman bin Affan ra.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Keislaman Utsman ra adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah Swt anugerahkan kepada kaum muslimin dan kepada Islam. Tidak ada kesulitan yang dirasakan oleh kaum muslimin, maka Utsman akan menjadi orang yang akan segera membantu kesulitan mereka. Tidak ada satu musibah pun yang menimpa Islam, kecuali Utsman akan menjadi orang terdepan yang akan mengurangi beban yang diderita Islam.  Salah satunya adalah saat Rasulullah Saw hendak melakukan perang Tabuk, pada saat itu Rasulullah Saw amat membutuhkan bantuan finansial sebagaimana Beliau juga membutuhkan orang-orang yang akan menjadi prajurit dalam perang ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sementara pasukan Romawi memiliki prajurit yang banyak, logistik yang memadai dan mereka bertempur di negerinya sendiri.  Sedangkan kaum muslimin, mereka akan melalui perjalanan yang panjang dengan bekal yang sedikit dan kendaraan yang tidak memadai.  Saat itu, kaum muslimin juga sedang mengalami masa paceklik, yang jarang terjadi hal seperti ini di jazirah Arab.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan terpaksa maka Rasulullah Saw menolak banyak orang yang hendak melakukan jihad dan melarang mereka untuk mencari syahadah (mati di jalan Allah) sebab mereka tidak memiliki kendaraan yang dapat membawa mereka ke sana. Maka orang-orang tadi kembali pulang ke tempat masing-masing dengan mata yang berlinang.  Pada saat itulah Rasulullah Saw naik ke atas mimbar. Beliau memuji Allah Swt, kemudian Beliau menganjurkan umat Islam untuk mengerahkan segala kemampuan mereka dan menjanjikan mereka dengan balasan yang besar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Serta-merta Utsman berdiri dan berkata: “Aku akan memberikan 100 unta lengkap dengan bekalnya, ya Rasulullah!” Kemudian Rasulullah Saw turun satu anak tangga dari mimbarnya dan Beliau terus menganjurkan umat Islam untuk mengerahkan apa yang mereka punya. Maka untuk kedua kalinya Utsman berdiri dan berkata:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Aku akan memberikan 100 unta lagi lengkap dengan bekalnya, ya Rasulullah!”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Wajah Rasul Saw menjadi cerah, kemudian Beliau turun satu anak tangga lagi dari mimbar dan Beliau masih saja menyerukan umat Islam untuk mengerahkan segala yang mereka miliki. Utsman untuk ketiga kalinya berdiri dan berkata: “Aku akan memberikan 100 unta lagi lengkap dengan bekalnya, ya Rasulullah!”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat itu Rasulullah Saw mengarahkan tangannya ke arah Utsman pertanda Beliau senang dengan apa yang telah dilakukan Utsman ra. Beliau pun bersabda: “Utsman setelah hari ini tidak akan pernah kesulitan… Utsman setelah hari ini tidak akan pernah kesulitan.” Belum lagi Rasulullah Saw turun dari mimbarnya, namun Utsman sudah berlari pulang ke rumah. Ia segera mengirimkan semua unta yang ia janjikan dan disertai dengan 1000 dinar emas.  Begitu uang-uang dinar tadi diserahkan kepangkuan Rasulullah Saw, Beliau lalu membolak-balikkan uang dinar tersebut seraya bersabda:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Semoga Allah Swt akan mengampunimu, ya Utsman atas sedekah yang kau berikan secara terang-terangan maupun sembunyi. Semoga Allah juga akan mengampuni segala sesuatu yang ada pada dirimu, dan apa yang telah Ia ciptakan hingga terjadinya hari kiamat.” Pada saat kekhalifahan Umar Al Faruq ra, saat itu manusia sedang menderita tahun paceklik yang mengakibatkan banyak sawah ladang serta hewan yang menjadi korbannya. Sehingga tahun tersebut dikenang dengan sebutan tahun Ramadah (debu)171 karena parahnya paceklik yang terjadi.  Kesulitan yang dirasakan oleh manusia di Madinah terus semakin mengganas sehingga banyak nyawa manusia yang terancam. Suatu pagi para penduduk datang menghadap khalifah Umar dan berkata: “Wahai khalifah Rasulullah. Langit sudah lama tidak menurunkan hujan, dan bumi sudah tidak menumbuhkan pephonan. Banyak nyawa manusia yang terancam. Apa yang mesti kita lakukan?!”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan tatapan penuh kegelisahan Umar melihat wajah mereka dan berkata: “Bersabarlah dan berharap pahalalah kalian kepada Allah! Aku amat berharap semoga Allah Swt akan memudahkan kesulitan kalian pada petang ini.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada penghujung hari, terdengar kabar bahwa kafilah Utsman bin Affan telah datang dari Syam, dan rombongan tersebut akan tiba di Madinah pada pagi hari.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Begitu shalat Fajar usai dilaksanakan, maka semua orang berbondong-bondong menyambut kedatangan kafilah ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Para pedagang yang menyambut kedatangan kafilah ini mendapati bahwa rombongan Utsman terdiri dari 1000 unta yang sarat dipenuhi dengan gandum, minyak dan anggur kering.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kafilah unta tersebut berhenti di depan pintu rumah Utsman bin Affan ra. Para budak segera menurunkan muatan dari punggung unta.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Para pedagang pun segera menemui Utsman dan berkata kepadanya:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Juallah kepada kami segala yang kau bawa, ya Abu Amr (panggilan Utsman)!”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman berkata: “Aku akan menjualnya dengan senang hati kepada kalian, akan tetapi berapa harga yang hendak kalian tawarkan kepadaku?” Mereka menjawab: “Setiap dirham yang kau bayarkan akan kami ganti dengan dua dirham.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman menjawab: “Aku akan mendapatkan lebih dari itu.” Maka para pedagangpun menambahkan lagi harga tawaran mereka.  Utsman lalu berkata: “Aku akan mendapatkan lebih dari harga yang telah kalian tambahkan.” Para pedagangpun menambahkan lagi harga tawaran mereka.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Namun Utsman tetap berkata: “Aku akan mendapatkan lebih dari ini.” Para pedagang tadi berkata: “Wahai Abu Amr, tidak ada para pedagang lain di Madinah selainkami. Juga tidak ada seorang pun yang mendahului kami datang ke tempat ini. Lalu siapa yang telah memberikan tawaran kepadamu melebihi harga yang kami tawarkan?!” Ustman menjawab: “Allah Swt akan memberikan 10 kali lipat dari setiap dirham yang aku bayarkan. Apakah kalian dapat membayar lebih dari ini?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Para pedagang itu menjawab: “Kami tidak sanggup untuk membayarnya, wahai Abu Amr.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman langsung berseru: “Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku akan menjadikan semua barang bawaan yang dibawa oleh kafilah ini sebagai sedekah kepada para fuqara kaum muslimin. Aku tidak pernah berharap satu dirham ataupun satu dinar sebagai gantinya. Aku hanya berharap keridhaan dan balasan dari Allah Swt.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Saat kekhalifahan berpindah ke tangan Utsman bin Affan, Allah Swt berkenan menaklukan pada masa Utsman daerah Armenia dan Kaukasus.  Allah juga memenangkan kaum muslimin untuk menaklukan daerah Khurasan, Karman, Sigistan, cyprus dan beberapa daerah kecil di benua Afrika.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kaum muslimin pada masa Utsman mendapatkan kesejahteraan yang belum pernah dirasakan oleh bangsa lain di muka bumi ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Bashry ra mengisahkan kesejahteraan penduduk pada masa Utsman bin Affan Dzu Nurain, serta kedamaian dan kenyamanan yang dirasakan oleh umat Islam. Ia berkata:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Aku pernah melihat ada seorang pegawai Utsman berseru: ‘Wahai manusia, segeralah kalian mengambil jatah!’ Maka semua orang pun segera mengambil jatah mereka secara merata.  ‘Wahai manusia, segeralah datang untuk mengambil rizqi kalian!’ Maka semua manusia segera berdatangan dan mereka mendapatkan jatah rizqi yang berlimpah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Demi Allah kedua telingaku mendengar pegawai tadi berseru:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;‘Segeralah kalian mengambil pakaian kalian!’ Semua orang segera mengambil pakaian yang panjang dan lebar. Pegawai tadi juga berseru:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;‘Segeralah kalian mengambil minyak dan juga madu!’ Semua itu tidak mengherankan karena harta pada masa Utsman terus menerus berdatangan dan berlimpah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hubungan antara sesama muslim menjadi nyaman. Tidak ada di muka bumi seorang mukmin yang merasa khawatir terhadap seorang mukmin yang lain. Yang ada adalah seorang muslim yang menyayangi, mencintai dan membantu muslim lainnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ada sebagian orang yang bila sudah merasa kenyang maka mereka akan kelewat batas. Jika mereka mendapatkan nikmat Allah maka mereka akan menjadi kufur.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Maka sebagian orang tadi malah melemparkan cacian kepada Utsman tentang berbagai permasalahan, yang bila permasalah tersebut dilakukan oleh orang selain Utsman maka mereka tidak akan mencacinya.  Mereka tidak hanya mencaci Utsman. Kalau saja mereka berhenti mencaci Utsman, maka keadaan akan bertambah tenang.  Akan tetapi setan terus meniupkan api permusuhan dan kejahatan pada diri orang-orang tadi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sehingga ada sekelompok orang yang berjumlah banyak dari berbagai suku berbeda berkumpul di sekeliling rumah Utsman selama 40 malam.  Mereka menghalangi penduduk rumah Utsman untuk mendapatkan air bersih.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang-orang zhalim ini telah lupa bahwa Utsman-lah orang yang pernah membeli sumur rumah dengan hartanya agar pada penduduk dan orang yang melancong ke Madinah Al Munawarah tidak kehausan.  Padahal sebelumnya, penduduk Madinah tidak memiliki sumber air jernih yang dapat mereka minum.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Mereka juga menghalangi Utsman untuk melakukan shalat berjamaah di Masjid Rasulullah Saw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang-orang tersebut telah tertutup matanya untuk mengetahui bahwa Utsman-lah yang pernah memperluas Masjid Nabawi dengan hartanya sendiri, agar kaum muslimin merasa lapang dan nyaman berada di dalamnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Saat kesulitan ini semakin menghebat menimpa diri Utsman, maka sekitar 700 orang dari kalangan sahabat dan anak-anak mereka segera berusaha melindungi Utsman.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Di antara mereka adalah: Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Zubair Al Awwam, Al Hasan dan Al Husain kedua putra Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah dan banyak lagi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Utsman bin Affan lebih memilih dirinya yang akan menjadi korban daripada banyak nyawa kaum muslimin yang akan menjadi korban hanya demi melindungi dirinya saja. Ia juga memilih untuk meregang nyawa daripada kaum muslimin lain yang akan menjadi korban pembunuhan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman berpesan kepada orang-orang yang hendak melindunginya agar ia dibiarkan sesuai kehendak Allah Swt saja.  Utsman berkata kepada mereka: “Aku berjanji kepada orang yang memiliki tanggung jawab kepadaku agar mereka menahan diri dan tangannya.” Ia juga berkata kepada para budaknya: “Siapa yang mengembalikan pedang ke sarungnya, maka ia akan merdeka!”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Saat Utsman memejamkan matanya sebelum terjadi pembunuhan terhadap dirinya,ia melihat Nabi Saw yang diiringi oleh kedua sahabatnya yang bernama Abu Bakar As Shiddiq dan Umar bin Khattab.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Utsman mendengar Rasulullah Saw bersabda kepadanya: “Segeralah menyusul kami, ya Utsman!” Maka Utsman merasa yakin bahwa ia akan segera berjumpa dengan Tuhannya dan Nabinya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pagi itu Utsman bin Affab berpuasa. Ia meminta untuk dibawakan celana panjang dan kemudian ia mengenakannya karena ia merasa khawatir bahwa auratnya dapat tersingkap jika ia dibunuh oleh orang-orang durjana tadi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada hari Jum;at 18 Dzul Hijjah, terbunuhlah seorang hamba yang rajin beribadah dan berzuhud. Orang yang suka berpuasa dan melakukan qiyamul lail. Orang yang berhasil menyatukan mushaf Al Qur’an.  Menantu Rasulullah Saw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia berpulang ke pangkuan Tuhan saat ia sedang kehausan karena berpuasa, sementara Kitabullah terbentang di antara kedua tangannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hal yang membuat kaum muslimin semakin sedih adalah di antara para pembunuh Utsman ra tidak terdapat seorang tokoh sahabat maupun anak sahabat yang turut-serta dalam proses pembunuhannya ini kecuali seorang saja dari mereka yang pada akhirnya ia merasa malu dan enggan untuk melakukannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Untuk mengenal lebih jauh sosok Utsman bin Affan silahkan melihat:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;1.    Al Ishabah: 2/462 atau (Tarjamah) 5448&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;2.    Usudul Ghabah: 3/376&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;3.    Al Istiab (dengan Hamisy Al Ishabah): 3/69&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;4.    Tahdzib at Tahdzib: 7/139&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;5.    Hilliyatul Awliya: 1/55&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;6.    Al Thabaqat Al Kubra: 3/53-84&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;7.    Al Ma’arif: 82&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;8.    Al Ibar: 14&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;9.    Shifatus Shafwah: 1/112&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;10. Ibnu Katsir: 7/144&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-1064215582334241254?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/1064215582334241254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=1064215582334241254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/1064215582334241254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/1064215582334241254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/utsman-bin-affan.html' title='UTSMAN BIN AFFAN'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-5351768928707994585</id><published>2009-09-03T20:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:05:22.112-07:00</updated><title type='text'>UMAR BIN KHATTAB</title><content type='html'>&lt;div class="itemtext"&gt; 					&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Seorang pemuda yang gagah perkasa berjalan dengan langkah yang mantap mencari Nabi hendak membunuhnya. Ia sangat membenci Nabi, dan agama baru yang dibawanya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang bernama Naim bin Abdullah yang menanyakan tujuan perjalanannya tersebut. Kemudian diceritakannya niatnya itu. Dengan mengejek, Naim mengatakan agar ia lebih baik memperbaiki urusan rumah tangganya sendiri terlebih dahulu. Seketika itu juga pemuda itu kembali ke rumah dan mendapatkan ipar lelakinya sedang asyik membaca kitab suci Al-Qur’an. Langsung sang ipar dipukul dengan ganas, pukulan yang tidak membuat ipar maupun adiknya meninggalkan agama Islam. Pendirian adik perempuannya yang teguh itu akhirnya justru menentramkan hatinya dan malahan ia memintanya membaca kembali baris-baris Al-Qur’an. Permintaan tersebut dipenuhi dengan senang hati. Kandungan arti dan alunan ayat-ayat Kitabullah ternyata membuat si pemuda itu begitu terpesonanya, sehingga ia bergegas ke rumah Nabi dan langsung memeluk agama Islam. Begitulah pemuda yang bernama Umar bin Khattab, yang sebelum masuk Islam dikenal sebagai musuh Islam yang berbahaya. Dengan rahmat dan hidayah Allah, Islam telah bertambah kekuatannya dengan masuknya seorang pemuda yang gagah perkasa. Ketiga bersaudara itu begitu gembiranya, sehingga mereka secara spontan mengumandangkan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar). Gaungnya bergema di pegunungan di sekitarnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umar masuk agama Islam pada usia 27 tahun. Beliau dilahirkan di Makkah, 40 tahun sebelum hijrah. Silsilahnya berkaitan dengan garis keturunan Nabi pada generasi ke delapan. Moyangnya memegang jabatan duta besar dan leluhurnya adalah pedagang. Ia salah satu dari 17 orang Makkah yang terpelajar ketika kenabian dianugerahkan kepada Muhammad SAW.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan masuknya Umar ke dalam agama Islam, kekuatan kaum Muslimin makin bertambah tangguh. Ia kemudian menjadi penasehat utama Abu Bakar selama masa pemerintahan dua setengah tahun. Ketika Abu Bakar mangkat, ia dipilih menjadi khalifah Islam yang kedua, jabatan yang diembannya dengan sangat hebat selama sepuluh setengah tahun. Ia meninggal pada tahun 644 M, dibunuh selagi menjadi imam sembahyang di masjid Nabi. Pembunuhnya bernama Feroz alias Abu Lu’lu, seorang Majusi yang tidak puas.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ajaran-ajaran Nabi telah mengubah suku-suku bangsa Arab yang suka berperang menjadi bangsa yang bersatu, dan merupakan suatu revolusi terbesar dalam sejarah manusia. Dalam masa tidak sampai 30 tahun, orang-orang Arab yang suka berkelana telah menjadi tuan sebuah kerajaan terbesar di waktu itu. Prajurit-prajuritnya melanda tiga benua terkenal di dunia, dan dua kerajaan besar Caesar (Romawi) dan Chesroes (Parsi) bertekuk lutut di hadapan pasukan Islam yang perkasa. Nabi telah meninggalkan sekelompok orang yang tidak mementingkan diri, yang telah mengabdikan dirinya kepada satu tujuan, yakni berbakti kepada agama yang baru itu. Salah seorang di antaranya adalah Umar al-Faruq, seorang tokoh besar, di masa perang maupun di waktu damai. Tidak banyak tokoh dalam sejarah manusia yang telah menunjukkan kepintaran dan kebaikan hati yang melebihi Umar, baik sebagai pemimpin tentara di medan perang, maupun dalam mengemban tugas-tugas terhadap rakyat serta dalam hak ketaatan kepada keadilan. Kehebatannya terlihat juga dalam mengkonsolidasikan negeri-negeri yang telah di taklukkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Islam sempat dituduh menyebarluaskan dirinya melalui ujung pedang. Tapi riset sejarah modern yang dilakukan kemudian membuktikan bahwa perang yang dilakukan orang Muslim selama kekhalifahan Khulafaurrosyidin adalah untuk mempertahankan diri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejarawan Inggris, Sir William Muir, melalui bukunya yang termasyur, Rise, Decline and Fall of the Caliphate, mencatat bahwa setelah penaklukan Mesopotamia, seorang jenderal Arab bernama Zaid memohon izin Khalifah Umar untuk mengejar tentara Parsi yang melarikan diri ke Khurasan. Keinginan jenderalnya itu ditolak Umar dengan berkata, “Saya ingin agar antara Mesopotamia dan negara-negara di sekitar pegunungan-pegunungan menjadi semacam batas penyekat, sehingga orang-orang Parsi tidak akan mungkin menyerang kita. Demikian pula kita, kita tidak bisa menyerang mereka. Dataran Irak sudah memenuhi keinginan kita. Saya lebih menyukai keselamatan bangsaku dari pada ribuan barang rampasan dan melebarkan wilayah penaklukkan. Muir mengomentarinya demikian: “Pemikiran melakukan misi yang meliputi seluruh dunia masih merupakan suatu embrio, kewajiban untuk memaksakan agama Islam melalui peperangan belum lagi timbul dalam pikiran orang Muslimin.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umar adalah ahli strategi militer yang besar. Ia mengeluarkan perintah operasi militer secara mendetail. Pernah ketika mengadakan operasi militer untuk menghadapi kejahatan orang-orang Parsi, beliau yang merancang kopmposisi pasukan Muslim, dan mengeluarkan perintah dengan detailnya. Saat beliau menerima khabar hasil pertempurannya beliau ingin segera menyampaikan berita gembira atas kemenangan tentara kaum Muslimin kepada penduduk, lalu Khalifah Umar berpidato di hadapan penduduk Madinah: “Saudara-saudaraku! Aku bukanlah rajamu yang ingin menjadikan Anda budak. Aku adalah hamba Allah dan pengabdi hamba-Nya. Kepadaku telah dipercayakan tanggung jawab yang berat untuk menjalankan pemerintahan khilafah. Adalah tugasku membuat Anda senang dalam segala hal, dan akan menjadi hari nahas bagiku jika timbul keinginan barang sekalipun agar Anda melayaniku. Aku berhasrat mendidik Anda bukan melalui perintah-perintah, tetapi melalui perbuatan.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada tahun 634 M, pernah terjadi pertempuran dahsyat antara pasukan Islam dan Romawi di dataran Yarmuk. Pihak Romawi mengerahkan 300.000 tentaranya, sedangkan tentara Muslimin hanya 46.000 orang. Walaupun tidak terlatih dan berperlengkapan buruk, pasukan Muslimin yang bertempur dengan gagah berani akhirnya berhasil mengalahkan tentara Romawi. Sekitar 100.000 orang serdadu Romawi tewas sedangkan di pihak Muslimin tidak lebih dari 3000 orang yang tewas dalam pertempuran itu. Ketika Caesar diberitakan dengan kekalahan di pihaknya, dengan sedih ia berteriak: “Selamat tinggal Syria,” dan dia mundur ke Konstantinopel.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Beberapa prajurit yang melarikan diri dari medan pertempuran Yarmuk, mencari perlindungan di antara dinding-dinding benteng kota Yerusalem. Kota dijaga oleh garnisun tentara yang kuat dan mereka mampu bertahan cukup lama. Akhirnya uskup agung Yerusalem mengajak berdamai, tapi menolak menyerah kecuali langsung kepada Khalifah sendiri. Umar mengabulkan permohonan itu, menempuh perjalanan di Jabia tanpa pengawalan dan arak-arakan kebesaran, kecuali ditemani seorang pembantunya. Ketika Umar tiba di hadapan uskup agung dan para pembantunya, Khalifah menuntun untanya yang ditunggangi pembantunya. Para pendeta Kristen lalu sangat kagum dengan sikap rendah hati Khalifah Islam dan penghargaannya pada persamaan martabat antara sesama manusia. Uskup agung dalam kesempatan itu menyerahkan kunci kota suci kepada Khalifah dan kemudian mereka bersama-sama memasuki kota. Ketika ditawari bersembahyang di gereja Kebaktian, Umar menolaknya dengan mengatakan: “Kalau saya berbuat demikian, kaum Muslimin di masa depan akan melanggar perjanjian ini dengan alasan mengikuti contoh saya.” Syarat-syarat perdamaian yang adil ditawarkan kepada orang Kristen. Sedangkan kepada orang-orang Yahudi, yang membantu orang Muslimin, hak milik mereka dikembalikan tanpa harus membayar pajak apa pun.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Penaklukan Syria sudah selesai. Seorang sejarawan terkenal mengatakan: “Syria telah tunduk pada tongkat kekuasaan Khalifah, 700 tahun setelah Pompey menurunkan tahta raja terakhir Macedonia. Setelah kekalahannya yang terakhir, orang Romawi mengaku takluk, walaupun mereka masih terus menyerang daerah-daerah Muslimin. Orang Romawi membangun sebuah rintangan yang tidak bisa dilalui, antara daerahnya dan daerah orang Muslim. Mereka juga mengubah sisa tanah luas miliknya di perbatasan Asia menjadi sebuah padang pasir. Semua kota di jalur itu dihancurkan, benteng-benteng dibongkar, dan penduduk dipaksa pindah ke wilayah yang lebih utara. Demikianlah keadaannya apa yang dianggap sebagai perbuatan orang Arab Muslim yang biadab sesungguhnya hasil kebiadaban Byzantium.” Namun kebijaksanaan bumi hangus yang sembrono itu ternyata tidak dapat menghalangi gelombang maju pasukan Muslimin. Dipimpin Ayaz yang menjadi panglima, tentara Muslim melewati Tarsus, dan maju sampai ke pantai Laut Hitam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Menurut sejarawan terkenal, Baladhuri, tentara Islam seharusnya telah mencapai Dataran Debal di Sind. Tapi, kata Thabari, Khalifah menghalangi tentaranya maju lebih ke timur dari Mekran.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Suatu penelitian pernah dilakukan untuk menunjukkan faktor-faktor yang menentukan kemenangan besar operasai militer Muslimin yang diraih dalam waktu yang begitu singkat. Kita ketahui, selama pemerintahan khalifah yang kedua, orang Islam memerintah daerah yang sangat luas. Termasuk di dalamnya Syria, Mesir, Irak, Parsi, Khuzistan, Armenia, Azerbaijan, Kirman, Khurasan, Mekran, dan sebagian Baluchistan. Pernah sekelompok orang Arab yang bersenjata tidak lengkap dan tidak terlatih berhasil menggulingkan dua kerajaan yang paling kuat di dunia. Apa yang memotivasikan mereka? Ternyata, ajaran Nabi SAW. telah menanamkan semangat baru kepada pengikut agama baru itu. Mereka merasa berjuang hanya demi Allah semata. Kebijaksanaan khalifah Islam kedua dalam memilih para jenderalnya dan syarat-syarat yang lunak yang ditawarkan kepada bangsa-bangsa yang ditaklukan telah membantu terciptanya serangkaian kemenangan bagi&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;kaum Muslimin yang dicapai dalam waktu sangat singkat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Bila diteliti kitab sejarah Thabari, dapat diketahui bahwa Umar al-Faruq, kendati berada ribuan mil dari medan perang, berhasil menuntun pasukannya dan mengawasi gerakan pasukan musuh. Suatu kelebihan anugerah Allah yang luar biasa. Dalam menaklukan musuhnya, khalifah banyak menekankan pada segi moral, dengan menawarkan syarat-syarat yang lunak, dan memberikan mereka segala macam hak yang bahkan dalam abad modern ini tidak pernah ditawarkan kepada suatu bangsa yang kalah perang. Hal ini sangat membantu memenangkan simpati rakyat, dan itu pada akhirnya membuka jalan bagi konsolidasi administrasi secara efisien. Ia melarang keras tentaranya membunuh orang yang lemah dan menodai kuil serta tempat ibadah lainnya. Sekali suatu perjanjian ditandatangani, ia harus ditaati, yang tersurat maupun yang tersirat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Berbeda dengan tindakan penindasan dan kebuasan yang dilakukan Alexander, Caesar, Atilla, Ghengiz Khan, dan Hulagu. Penaklukan model Umar bersifat badani dan rohani.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika Alexander menaklukan Sur, sebuah kota di Syria, dia memerintahkan para jenderalnya melakukan pembunuhan massal, dan menggantung seribu warga negara terhormat pada dinding kota. Demikian pula ketika dia menaklukan Astakher, sebuah kota di Parsi, dia memerintahkan memenggal kepala semua laki-laki. Raja lalim seperti Ghengiz Khan, Atilla dan Hulagu bahkan lebih ganas lagi. Tetapi imperium mereka yang luas itu hancur berkeping-keping begitu sang raja meninggal. Sedangkan penaklukan oleh khalifah Islam kedua berbeda sifatnya. Kebijaksanaannya yang arif, dan administrasi yang efisien, membantu mengonsolidasikan kerajaannya sedemikian rupa. Sehingga sampai masa kini pun, setelah melewati lebih dari 1.400 tahun, negara-negara yang ditaklukannya masih berada di tangan orang Muslim. Umar al-Faruk sesungguhnya penakluk terbesar yang pernah dihasilkan sejarah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sifat mulia kaum Muslimin umumnya dan Khalifah khususnya, telah memperkuat kepercayaan kaum non Muslim pada janji-janji yang diberikan oleh pihak Muslimin. Suatu ketika, Hurmuz, pemimpin Parsi yang menjadi musuh bebuyutan kaum Muslimin, tertawan di medan perang dan di bawa menghadap Khalifah di Madinah. Ia sadar kepalanya pasti akan dipenggal karena dosanya sebagai pembunuh sekian banyak orang kaum Muslimin. Dia tampaknya merencanakan sesuatu, dan meminta segelas air. Permohonannya dipenuhi, tapi anehnya ia tidak mau minum air yang dihidangkan. Dia rupanya merasa akan dibunuh selagi mereguk minuman, Khalifah meyakinkannya, dia tidak akan dibunuh kecuali jika Hurmuz meminum air tadi. Hurmuz yang cerdik seketika itu juga membuang air itu. Ia lalu berkata, karena dia mendapatkan jaminan dari Khalifah, dia tidak akan minum air itu lagi. Khalifah memegang janjinya. Hurmuz yang terkesan dengan kejujuran Khalifah, akhirnya masuk Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalifah Umar pernah berkata, “Kata-kata seorang Muslim biasa sama beratnya dengan ucapan komandannya atau khalifahnya.” Demokrasi sejati seperti ini diajarkan dan dilaksanakan selama kekhalifahan ar-rosyidin hampir tidak ada persamaannya dalam sejarah umat manusia. Islam sebagai agama yang demokratis, seperti digariskan Al-Qur’an, dengan tegas meletakkan dasar kehidupan demokrasi dalam kehidupan Muslimin, dan dengan demikian setiap masalah kenegaraan harus dilaksanakan melalui konsultasi dan perundingan. Nabi SAW. sendiri tidak pernah mengambil keputusan penting tanpa melakukan konsultasi. Pohon demokrasi dalam Islam yang ditanam Nabi dan dipelihara oleh Abu Bakar mencapai puncaknya pada jaman Khalifah Umar. Semasa pemerintahan Umar telah dibentuk dua badan penasehat. Badan penasehat yang satu merupakan sidang umum yang diundang bersidang bila negara menghadapi bahaya. Sedang yang satu lagi adalah badan khusus yang terdiri dari orang-orang yang integritasnya tidak diragukan untuk diajak membicarakan hal rutin dan penting. Bahkan masalah pengangkatan dan pemecatan pegawai sipil serta lainnya dapat dibawa ke badan khusus ini, dan keputusannya dipatuhi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umar hidup seperti orang biasa dan setiap orang bebas menanyakan tindakan-tindakannya. Suatu ketika ia berkata: “Aku tidak berkuasa apa pun terhadap Baitul Mal (harta umum) selain sebagai petugas penjaga milik yatim piatu. Jika aku kaya, aku mengambil uang sedikit sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari. Saudara-saudaraku sekalian! Aku abdi kalian, kalian harus mengawasi dan menanyakan segala tindakanku. Salah satu hal yang harus diingat, uang rakyat tidak boleh dihambur-hamburkan. Aku harus bekerja di atas prinsip kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Suatu kali dalam sebuah rapat umum, seseorang berteriak: “O, Umar, takutlah kepada Tuhan.” Para hadirin bermaksud membungkam orang itu, tapi Khalifah mencegahnya sambil berkata: “Jika sikap jujur seperti itu tidak ditunjukan oleh rakyat, rakyat menjadi tidak ada artinya. Jika kita tidak mendengarkannya, kita akan seperti mereka.” Suatu kebebasan menyampaikan pendapat telah dipraktekan dengan baik.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika berpidato suatu kali di hadapan para gubernur, Khalifah berkata: “Ingatlah, saya mengangkat Anda bukan untuk memerintah rakyat, tapi agar Anda melayani mereka. Anda harus memberi contoh dengan tindakan yang baik sehingga rakyat dapat meneladani Anda.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat pengangkatannya, seorang gubernur harus menandatangani pernyataan yang mensyaratkan bahwa “Dia harus mengenakan pakaian sederhana, makan roti yang kasar, dan setiap orang yang ingin mengadukan suatu hal bebas menghadapnya setiap saat.” Menurut pengarang buku Futuhul-Buldan, di masa itu dibuat sebuah daftar barang bergerak dan tidak bergerak begitu pegawai tinggi yang terpilih diangkat. Daftar itu akan diteliti pada setiap waktu tertentu, dan penguasa tersebut harus mempertanggung-jawabkan terhadap setiap hartanya yang bertambah dengan sangat mencolok. Pada saat musim haji setiap tahunnya, semua pegawai tinggi harus melapor kepada Khalifah. Menurut penulis buku Kitab ul-Kharaj, setiap orang berhak mengadukan kesalahan pejabat negara, yang tertinggi sekalipun, dan pengaduan itu harus dilayani. Bila terbukti bersalah, pejabat tersebut mendapat ganjaran hukuman.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Muhammad bin Muslamah Ansari, seorang yang dikenal berintegritas tinggi, diangkat sebagai penyelidik keliling. Dia mengunjungi berbagai negara dan meneliti pengaduan masyarakat. Sekali waktu, Khalifah menerima pengaduan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash, gubernur Kufah, telah membangun sebuah istana. Seketika itu juga Umar memutus Muhammad Ansari untuk menyaksikan adanya bagian istana yang ternyata menghambat jalan masuk kepemukiman sebagian penduduk Kufah. Bagian istana yang merugikan kepentingan umum itu kemudian dibongkar. Kasus pengaduan lainnya menyebabkan Sa’ad dipecat dari jabatannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Seorang sejarawan Eropa menulis dalam The Encyclopedia of Islam: “Peranan Umar sangatlah besar. Pengaturan warganya yang non-Muslim, pembentukan lembaga yang mendaftar orang-orang yang mendapat hak untuk pensiun tentara (divan), pengadaan pusat-pusat militer (amsar) yang dikemudian hari berkembang menjadi kota-kota besar Islam, pembentukan kantor kadi (qazi), semuanya adalah hasil karyanya. Demikian pula seperangkat peraturan, seperti sembahyang tarawih di bulan Ramadhan, keharusan naik haji, hukuman bagi pemabuk, dan hukuman pelemparan dengan batu bagi orang yang berzina.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalifah menaruh perhatian yang sangat besar dalam usaha perbaikan keuangan negara, dengan menempatkannya pada kedudukan yang sehat. Ia membentuk “Diwan” (departemen keuangan) yang dipercayakan menjalankan administrasi pendapatan negara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Pendapatan persemakmuran berasal dari sumber :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Zakat atau pajak yang dikenakan secara bertahap terhadap Muslim yang berharta. Kharaj atau pajak bumi Jizyah atau pajak perseorangan. Dua pajak yang disebut terakhir, yang membuat Islam banyak dicerca oleh sejarawan Barat, sebenarnya pernah berlaku di kerajaan Romawi dan Sasanid (Parsi). Pajak yang dikenakan pada orang non Muslim jauh lebih kecil jumlahnya dari pada yang dibebankan pada kaum Muslimin. Khalifah menetapkan pajak bumi menurut jenis penggunaan tanah yang terkena. Ia menetapkan 4 dirham untuk satu Jarib gandum. Sejumlah 2 dirham dikenakan untuk luas tanah yang sama tapi ditanami gersb (gandum pembuat ragi). Padang rumput dan tanah yang tidak ditanami tidak dipungut pajak. Menurut sumber-sumber sejarah yang dapat dipercaya, pendapatan pajak tahunan di Irak berjumlah 860 juta dirham. Jumlah itu tak pernah terlampaui pada masa setelah wafatnya Umar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia memperkenalkan reform (penataan) yang luas di lapangan pertanian, hal yang bahkan tidak terdapat di negara-negara berkebudayaan tinggi di zaman modern ini. Salah satu dari reform itu ialah penghapusan zamindari (tuan tanah), sehingga pada gilirannya terhapus pula beban buruk yang mencekik petani penggarap. Ketika orang Romawi menaklukkan Syria dan Mesir, mereka menyita tanah petani dan membagi-bagikannya kepada anggota tentara, kaum ningrat, gereja, dan anggota keluarga kerajaan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejarawan Perancis mencatat: “Kebijaksanaan liberal orang Arab dalam menentukan pajak dan mengadakan land reform sangat banyak pengaruhnya terhadap berbagai kemenangan mereka di bidang kemiliteran.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia membentuk departemen kesejahteraan rakyat, yang mengawasi pekerjaan pembangunan dan melanjutkan rencana-rencana. Sejarawan terkenal Allamah Maqrizi mengatakan, di Mesir saja lebih dari 20.000 pekerja terus-menerus dipekerjakan sepanjang tahun. Sejumlah kanal di bangun di Khuzistan dan Ahwaz selama masa itu. Sebuah kanal bernama “Nahr Amiril Mukminin,” yang menghubungkan Sungai Nil dengan Laut Merah, dibangun untuk menjamin pengangkutan padi secara cepat dari Mesir ke Tanah Suci.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Selama masa pemerintahan Umar diadakan pemisahan antara kekuasaan pengadilan dan kekuasaan eksekutif. Von Hamer mengatakan, “Dahulu hakim diangkat dan sekarang pun masih diangkat. Hakim ush-Shara ialah penguasa yang ditetapkan berdasarkan undang-undang, karena undang-undang menguasai seluruh keputusan pengadilan, dan para gubernur dikuasakan menjalankan keputusan itu. Dengan demikian dengan usianya yang masih sangat muda, Islam telah mengumandangkan dalam kata dan perbuatan, pemisahan antara kekuasaan pengadilan dan kekuasaan eksekutif.” Pemisahan seperti itu belum lagi dicapai oleh negara-negara paling maju, sekalipun di zaman modern ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Umar sangat tegas dalam penegakan hukum yang tidak memihak dan tidak pandang bulu. Suatu ketika anaknya sendiri yang bernama Abu Syahma, dilaporkan terbiasa meminum khamar. Khalifah memanggilnya menghadap dan ia sendiri yang mendera anak itu sampai meninggal. Cemeti yang dipakai menghukum Abu Syahma ditancapkan di atas kuburan anak itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Kebesaran Khalifah Umar juga terlihat dalam perlakuannya yang simpatik terhadap warganya yang non Muslim. Ia mengembalikan tanah-tanah yang dirampas oleh pemerintahan jahiliyah kepada yang berhak yang sebagian besar non Muslim. Ia berdamai dengan orang Kristen Elia yang menyerah. Syarat-syarat perdamaiannya ialah: “Inilah perdamaian yang ditawarkan Umar, hamba Allah, kepada penduduk Elia. Orang-orang non Muslim diizinkan tinggal di gereja-gereja dan rumah-rumah ibadah tidak boleh dihancurkan. Mereka bebas sepenuhnya menjalankan ibadahnya dan tidak dianiaya dengan cara apa pun.” Menurut Imam Syafi’i ketika Khalifah mengetahui seorang Muslim membunuh seorang Kristen, ia mengijinkan ahli waris almarhum menuntut balas. Akibatnya, si pembunuh dihukum penggal kepala.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalifah Umar juga mengajak orang non Muslim berkonsultasi tentang sejumlah masalah kenegaraan. Menurut pengarang Kitab al-Kharaj, dalam wasiatnya yang terakhir Umar memerintahkan kaum Muslimin menepati sejumlah jaminan yang pernah diberikan kepada non Muslim, melindungi harta dan jiwanya, dengan taruhan jiwa sekalipun. Umar bahkan memaafkan penghianatan mereka, yang dalam sebuah pemerintahan beradab di zaman sekarang pun tidak akan mentolerirnya. Orang Kristen dan Yahudi di Hems bahkan sampai berdoa agar orang Muslimin kembali ke negeri mereka. Khalifah memang membebankan jizyah, yaitu pajak perlindungan bagi kaum non Muslim, tapi pajak itu tidak dikenakan bagi orang non Muslim, yang bergabung dengan tentara Muslimin.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalifah sangat memperhatikan rakyatnya, sehingga pada suatu ketika secara diam-diam ia turun berkeliling di malam hari untuk menyaksikan langsung keadaan rakyatnya. Pada suatu malam, ketika sedang berkeliling di luar kota Madinah, di sebuah rumah dilihatnya seorang wanita sedang memasak sesuatu, sedang dua anak perempuan duduk di sampingnya berteriak-teriak minta makan. Perempuan itu, ketika menjawab Khalifah, menjelaskan bahwa anak-anaknya lapar, sedangkan di ceret yang ia jerang tidak ada apa-apa selain air dan beberapa buah batu. Itulah caranya ia menenangkan anak-anaknya agar mereka percaya bahwa makanan sedang disiapkan. Tanpa menunjukan identitasnya, Khalifah bergegas kembali ke Madinah yang berjarak tiga mil. Ia kembali dengan memikul sekarung terigu, memasakkannya sendiri, dan baru merasa puas setelah melihat anak-anak yang malang itu sudah merasa kenyang. Keesokan harinya, ia berkunjung kembali, dan sambil meminta maaf kepada wanita itu ia meninggalkan sejumlah uang sebagai sedekah kepadanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalifah yang agung itu hidup dengan cara yang sangat sederhana. Tingkat kehidupannya tidak lebih tinggi dari kehidupan orang biasa. Suatu ketika Gubernur Kufah mengunjunginya sewaktu ia sedang makan. Sang gubernur menyaksikan makanannya terdiri dari roti gersh dan minyak zaitun, dan berkata, “Amirul mukminin, terdapat cukup di kerajaan Anda; mengapa Anda tidak makan roti dari gandum?” Dengan agak tersinggung dan nada murung, Khalifah bertanya, “Apakah Anda pikir setiap orang di kerajaanku yang begitu luas bisa mendapatkan gandum?” “Tidak,” Jawab gubernur. “Lalu, bagaimana aku dapat makan roti dari gandum? Kecuali bila itu bisa dengan mudah didapat oleh seluruh rakyatku.” Tambah Umar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalam kesempatan lain Umar berpidato di hadapan suatu pertemuan. Katanya, “Saudara-saudara, apabila aku menyeleweng, apa yang akan kalian lakukan?” Seorang laki-laki bangkit dan berkata, “Anda akan kami pancung.” Umar berkata lagi untuk mengujinya, “Beranikah anda mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan seperti itu kepadaku?” “Ya, berani!” jawab laki-laki tadi. Umar sangat gembira dengan keberanian orang itu dan berkata, “Alhamdulillah, masih ada orang yang seberani itu di negeri kita ini, sehingga bila aku menyeleweng mereka akan memperbaikiku.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Seorang filosof dan penyair Muslim tenar dari India menulis nukilan seperti berikut untuk dia:Jis se jigar-i-lala me thandak ho who shabnam Daryaan ke dil jis se dabel jaen who toofan&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Seperti embun yang mendinginkan hati bunga lily, dan bagaikan topan yang menggelagakkan dalamnya sungai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejarawan Kristen Mesir, Jurji Zaidan terhadap prestasi Umar berkomentar: “Pada zamannya, berbagai negara ia taklukkan, barang rampasan kian menumpuk, harta kekayaan raja-raja Parsi dan Romawi mengalir dengan derasnya di hadapan tentaranya, namun dia sendiri menunjukkan kemampuan menahan nafsu serakah, sehingga kesederhanaannya tidak pernah ada yang mampu menandingi. Dia berpidato di hadapan rakyatnya dengan pakaian bertambalkan kulit hewan. Dia mempraktekkan satunya kata dengan perbuatan. Dia mengawasi para gubernur dan jenderalnya dengan cermat dan dengan cermat pula menyelidiki perbuatan mereka. Bahkan Khalid bin Walid yang perkasa pun tidak terkecuali. Dia berlaku adil kepada semua orang, dan bahkan juga bagi orang non-Muslim. Selama masa pemerintahannya, disiplin baja diterapkan secara utuh.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;	 									&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-5351768928707994585?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/5351768928707994585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=5351768928707994585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5351768928707994585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/5351768928707994585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/umar-bin-khattab.html' title='UMAR BIN KHATTAB'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-2198617263292353816</id><published>2009-09-03T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T21:05:22.118-07:00</updated><title type='text'>ABU BAKAR ASH SHIDDIQ</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Demokrat Penegak Keadilan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Hanya dalam 2,5 tahun kepemimpinannya, rakyat mencatatnya sebagai khalifah (pemimpin) Islam yang sukses memberantas kemiskinan, menciptakan stabilitas sosial dan politik, serta solidaritas kemanusiaan yang tanpa batas. Sekalipun dia pedagang kaya, tapi kesederhanaan dan kelembutan kepribadiannya selalu mendasari setiap kebijakan dan kepemimpinannya sebagai pengganti Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Padahal, boleh dikata berbagai ancaman, disintegrasi dan cercaan yang dialamatkan kepadanya, tak kalah hebatnya dibanding pada masa Rasulullah. Namun, itu semua dihadapi dengan hati bening, jiwa lapang, dan pikiran jernih. Ia senantiasa mengembalikan semua persoalan yang dihadapinya kepada ajaran yang hanif.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Abu Bakar bernama lengkap Abdullah bin Abi Kuhafah At-Tamimi. Nama kecilnya adalah Abdul Ka’bah. Gelar Abu Bakar diberikan Rasulullah karena cepatnya dia masuk Islam (assaabiquunal awwaluun, yakni golongan pertama yang masuk Islam). Sedang Ash Shiddiq yang berarti ‘amat membenarkan’ adalah gelar yang diberikan kepadanya lantaran ia segera membenarkan Rasulullah SAW dalam berbagai peristiwa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dari garis kedua orang tua, Usman bin Amir bin Amr bin Sa’ad bin Taim bin Murra bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Talib bin Fihr bin Nadr bin Malik (ayah), dan Ummu Khair Salama binti Skhar (suku Quraisy) terlihat, Abu Bakar termasuk dari suku terhormat, yakni suku Taim (ayah) dan Quraisy (ibu). Kedua suku ini banyak melahirkan orang besar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejak kecil, Abu Bakar dikenal sebagai anak yang cerdas, sabar, jujur dan lembut. Ia menjadi sahabat Nabi SAW sejak keduanya masih usia remaja. Karena sifatnya yang mulia itu, ia banyak disenangi dan disegani oleh masyarakat sekitar, juga lawan maupun kawan saat memperjuangkan Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Abu Bakar yang juga mahir dalam ilmu hisab itu, dikenal mempunyai kedudukan istimewa di sisi Nabi SAW. Bahkan salah satu putrinya, yakni ‘Aisyah Ra, kemudian dinikahi Rasulullah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Secara universal, sesungguhnya prototipe Abu Bakar mungkin dapat digolongkan sebagai pejuang Islam yang sejak awal konsisten membela kaum tertindas, tak pandang bulu. Seperti dikutip Jamil Ahmed dalam Seratus Muslim Terkemuka, Abu Bakar tak pernah absen dalam setiap pertempuran menegakkan kebenaran dan menumpas penindasan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Perjuangannya itu semakin berat sejak dirinya dipilih sebagai khalifah, menggantikan Rasulullah yang wafat pada 632 M. Ketika itu, wilayah kekuasaan Islam hampir meliputi seluruh semenanjung Arabia, dan terdiri berbagai suku.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Terpilihnya Abu Bakar yang juga disepakati kalangan sahabat itu dinilai tepat saat negara dalam kondisi tak menentu. Dalam pidato baiat yang dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah, Abu Bakar antara lain menyatakan, “Orang yang lemah di antara kalian akan menjadi kuat dalam pandangan saya hingga saya menjamin hak-haknya seandainya Allah menghendaki, dan orang yang kuat di antara kalian adalah lemah dalam pandangan saya sehingga saya dapat merebut hak daripadanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Taatilah saya selama saya taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bila saya mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, janganlah ikuti saya.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebagai pemimpin, kedermawanan dan solidaritas kemanusiaannya terhadap sesama tak diragukan lagi. Ketika Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, kekayaannya mencapai 40.000 dirham, nilai yang sangat besar saat itu. Kekayaan itu seluruhnya didedikasikan bagi perjuangan Islam. Soal ini, sejarawan Kristen Mesir, Jurji Zeidan, punya komentar menarik. Katanya, “Zaman khalifah-khalifah yang alim adalah merupakan keemasan Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Khalifah-khalifah itu terkenal karena kesederhanaan, kejujuran, kealiman, dan keadilannya. Ketika Abu Bakar masuk Islam, ia memiliki 40.000 dirham, jumlah yang sangat besar waktu itu, akan tetapi ia habiskan semua, termasuk uang yang diperolehnya dari perdagangan demi memajukan agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika wafat, tidaklah ia mempunyai apa-apa kecuali uang satu dinar. Ia biasa jalan kaki ke rumahnya maupun kantornya. Jarang terlihat dia menunggang kuda…”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Keikhlasannya yang luar biasa demi kemakmuran rakyat dan agamanya itu, kata Jurji, sampai-sampai menjelang wafatnya, Abu Bakar memerintahkan keluarganya untuk menjual sebidang tanah miliknya dan hasilnya dikembalikan ke masyarakat sebesar jumlah uang yang telah ia ambil dari rakyatnya itu sebagai honorarium, dan selebihnya agar diberikan kepada Baitulmal wat Tamwil, lembaga keuangan negara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Stabilitas dan keamanan masyarakat, di antaranya yang paling menonjol dalam ‘rapor’ pemerintahan Abu Bakar. Karena dinilai sebagai amanat negara, Abu Bakar mengangkat Umar bin Khaththab sebagai kadi (hakim).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Namun, selama setahun sejak diangkat sebagai kadi tak satupun pengaduan dari masyarakat muncul. Ini karena rakyat terbiasa hidup jujur dan bersih dibanding masa sebelum Islam. Sementara Ali, Usman, dan Zaid bin Tsabit diangkat sebagai khatib.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Di medan pertempuran, sang khalifah juga mengajarkan bagaimana berperang yang baik. Sepuluh pesan yang kerap disampaikan khalifah yang wafat pada 13 H, dalam usia 63 tahun itu, ketika hendak melepas pasukannya ke medan perang adalah: “Jangan berkhianat, jangan berlebih-lebihan, jangan menipu (berbuat makar), jangan membunuh lawan dengan cara-cara sadis, jangan membunuh anak-anak, lelaki lanjut usia, dan wanita.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Juga jangan menebang pohon-pohon kurma yang sedang berbuah, jangan melakukan pembakaran, jangan menyembelih domba, sapi, dan unta kecuali hanya untuk sekadar kebutuhan makan dagingnya. Nanti kalian akan berjumpa dengan orang-orang yang bertapa dalam biara, maka biarkanlah mereka dan jangan mengusiknya.”n hery s/berbagai sumber&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;Dijamin Masuk Surga&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Menjadi Muslim yang baik dan selalu taat pada agamanya tidaklah mudah. Tapi jalan menuju hal itu selalu terbuka. Sejarah mencatat, Abu Bakar satu dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang dengan tegar dan tabah menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam mengamalkan ajaran Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Tapi jangan pula ditanya seberapa besar kesetiaan Abu Bakar kepada Rasulullah, atau sejauh mana kualitas keimanannya kepada Allah.&lt;br /&gt;Soal ini, Nabi sendiri dalam banyak sabdanya secara khusus berujar tentang diri dan kebaikan Abu Bakar. Kata Nabi SAW, seperti diriwayatkan Imam Bukhari, “Sesungguhnya Allah mengutusku kepadamu dan kamu berkata, “Engkau dusta! Sedangkan Abu Bakar berkata, “Dia benar.” Abu Bakar menyantuni aku dengan dirinya dan hartanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Tidakkah kalian berhenti mengganggunya. Sesudah itu, Abu Bakar tak lagi diganggu.” Masuknya Abu Bakar ke dalam Islam pun tak kalah pentingnya sebagai ‘ibrah (hikmah) kita semua. Kisah itu berawal ketika Abu Bakar bertemu Rasulullah. Kepada Rasul terakhir ini, ia bertanya, “Ya Muhammad apakah benar apa yang dituduhkan kaum Quraisy (kaumnya Abu Bakar sendiri, Red) terhadapmu bahwa kamu meninggalkan tuhan-tuhan kita, merendahkan akal pikiran kita dan mengkufuri ajaran-ajaran nenek moyang kita?” “Ya benar! Sesungguhnya aku ini Rasul Allah dan Nabi-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Allah mengutus aku untuk menyampaikan risalah-Nya dan mengajakmu kepada Allah yang benar. Demi Allah, itu adalah hak. Aku mengajakmu, hai Abu Bakar kepada Allah Yang Esa, tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Janganlah kamu menyembah selain Allah dan patuh serta taatlah kepada-Nya,” jawab sang Nabi. Abu Bakar pun masuk Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejak masuknya Ash Shiddiq ke agama terakhir ini, perjungan dakwah Islam yang dilakukan Rasulullah makin kuat. Ia yang termasuk periode awal para pemeluk Islam itu, menjadikan seluruh jiwa, raga dan harta Abu Bakar, hanya untuk perjuangan dakwah Rasulullah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Perlindungan dan pengorbanannya setiap saat terhadap sang Rasul pun dilakukannya sampai-sampai ia tak memedulikan lagi dirinya sendiri. Soal ini, Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah dan Imam Tirmizi, bersabda, “Tiada seorang pun bermanfaat bagiku hartanya sebagaimana bermanfaat bagiku harta Abu Bakar.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Sosok Abu Bakar yang memang memiliki sifat-sifat yang sama seperti Rasulullah, di antaranya amanah, tablig (menyampaikan), fathanah (cerdas), teguh pendirian dan taat beragama, rendah diri dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain, itulah yang membuat Rasulullah dalam banyak hal memberikan kepercayaan pada diri Abu Bakar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan kepemilikan hartanya yang cukup banyak, lantaran ia memang saudagar kaya di masanya, Abu Bakar menjadikan seluruh harta yang dimilikinya hanya untuk mengabdi di jalan-Nya. Sekalipun dalam kondisi sakit misalnya, Abu Bakar senantiasa menyambut ajakan amal baik. Seperti dijelaskan sahabat Umar bin Khaththab, “Aku tidak pernah mendahului Abu Bakar dalam mengamalkan kebajikan. Dia yang selalu mendahuluiku.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;Perjuangan dan pengorbanan Abu Bakar yang penuh keikhlasan itu oleh Allah akan dibalas dengan surga. Sebagaimana diceritakan Abu Dzaar Ra, ketika Rasulullah masuk ke rumah ‘Aisyah Ra, beliau mengatakan Abu Bakar termasuk dalam al ‘asyarah al mubasysyiriina bil jannah (sepuluh orang yang dijamin Rasulullah bakal masuk surga). Dalam kelompok ini juga ada Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair Ibnul Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Said bin Zaid, dan Abu Ubaidah Ibnul Jarrah. [Republika, 27 Desember 2002]&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bagaimana Perjuangan dan Pengorbanan kita sebagai seorang Muslim? Sudahkah Pengorbanan kita mendekati pengorbanan yang dilakukan oleh sahabat nabi ataukah masih juauh sekali?&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mari kita renungkan apa yang telah mereka perjuangkan dan korbankan demi tegaknya Agama Islam, serhingga kita sebagai seorang muslim bisa mengikuti jalan yang ditempuh oleh para pengikut Nabi yang telah berjuang dan berkorban harta benda bahkan dengan nyawanya untuk kemajuan Agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semoga kita selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk selalu menegakkan Agama Islam dengan kemampuan dan keahlian serta ilmu yang kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mari selalu belajar, belajar dan belajar untuk meningkatkan pengetahuan kita.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-2198617263292353816?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/2198617263292353816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=2198617263292353816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2198617263292353816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/2198617263292353816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/abu-bakar-ash-shiddiq.html' title='ABU BAKAR ASH SHIDDIQ'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-1301965272115002066</id><published>2009-09-03T20:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T20:54:33.010-07:00</updated><title type='text'>KISAH ISRA MI'RAJ</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="prevDetail"&gt;Berikut ini adalah kisah-kisah Isra Mi'raj yang sesuai hadist-hadist Shahih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qatadah: Telah mengisahi kami Anas bin Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah ra, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka’bah) antara tidur dan jaga”, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki. “Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq. HR al-Bukhari (3207).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anas bin Malik r.a. berkata, “Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas, penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian dikatupkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ‘Bukalah.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Siapakah ini?’ Ia (jibril) menjawab, ‘Ini Jibril.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah Anda bersama seseorang?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku bersama Muhammad saw.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah dia diutus?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa, dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.’ Aku bertanya kepada Jibril, ‘Siapakah orang ini?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan dari mereka itu adalah penghuni surga dan hitam-hitam yang di sebelah kainya adalah penghuni neraka.’ Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis, sampai Jibril menaikkan aku ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, ‘Bukalah.’ Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga pertama, lalu penjaga itu membukakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas berkata, “Beliau menyebutkan bahwasanya di beberapa langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim shalawatullahi alaihim, namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka, hanya saja beliau tidak menyebutkan bahwasanya beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam.” Anas berkata, “Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.’ Aku (Rasulullah) bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Idris.’ Aku melewati Musa lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Musa.’ Aku lalu melewati Isa dan ia berkata, ‘Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Isa.’ Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan anak yang saleh.’ Aku bertanya,’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Ibrahim as..’” (HR. Bukhari no. 192)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibnu Syihab berkata, “Ibnu Hazm memberitahukan kepadaku bahwa Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Jibril lalu membawaku naik sampai jelas bagiku Mustawa. Di sana, aku mendengar goresan pena-pena.’ Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, ‘Allah Azza wa Jalla lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam sehari semalam). Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Musa, kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, ‘Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’ Aku menjawab, ‘Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’ Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Allah lalu memberi dispensasi (keringanan) kepadaku (dalam satu riwayat: Maka aku kembali dan mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya. ‘Aku lalu kembali kepada Musa dan aku katakan, ‘Tuhan telah membebaskan separonya.’ Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas yang demikian itu. ‘Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan separonya lagi. Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Aku kembali kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman, ‘Shalat itu lima (waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.’ Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku jawab, ‘(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.’ Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke Sidratul Muntaha dan Sidratul Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya? Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.’”(HR. Bukhari no. 193, 194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="http://themuslimcorner.com/images/kompleks-masjid-al-aqsa.jpg" src="http://themuslimcorner.com/images/kompleks-masjid-al-aqsa.jpg" align="center" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Aisyah r.a. berkata, “Allah Ta’ala memfardhukan shalat ketika difardhukan-Nya dua rakaat-dua rakaat, baik di rumah maupun dalam perjalanan. Selanjutnya, dua rakaat itu ditetapkan shalat dalam perjalanan dan shalat di rumah ditambah lagi (rakaatnya).” (Dalam satu riwayat: Kemudian Nabi Muhammad saw. hijrah, lalu difardhukan shalat itu menjadi empat rakaat dan dibiarkan shalat dalam bepergian sebagaimana semula, 4/267).(HR. Bukhari no. 195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Dari Anas bin Malik, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Aku didatangi mereka (malaikat), kemudian mengajakku ke Sumur Zam Zam. Lalu dadaku dibedah, kemudian dibasuh dengan Air Zam Zam. Lalu aku dikembalikan.” HR Muslim (162.2), Kitab Iman, Bab Isra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya. (Shahih Muslim No.234)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Hadis riwayat Malik bin Sha`sha`ah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata: Salah satu dari tiga yang berada di antara dua orang. Lalu aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam. Lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini. Qatadah berkata: Aku bertanya: Apa yang beliau maksud? Anas menjawab: Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah. Lalu aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya. Lalu kami berangkat hingga ke langit dunia. (Sampai di sana) Jibril minta dibukakan. Dia ditanya: Siapa ini? Jibril menjawab Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan kami dan berkata: Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik. Lalu kami datang kepada Nabi Adam as. (selanjutnya seperti kisah pada hadis di atas). Anas menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as. di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di langit keempat dengan Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Kemudian kami berangkat lagi. Hingga tiba di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya. Dia berkata: Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku meninggalkannya, ia menangis. Lalu ada yang berseru: Mengapa engkau menangis? Nabi Musa menjawab: Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku. Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam hadis ini dituturkan, Nabi saw. bercerita bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas dan dua sungai yang samar. Aku (Rasulullah saw.) bertanya: Hai Jibril, sungai apakah ini? Jibril menjawab: Dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah sungai Nil dan Furat. Selanjutnya aku diangkat ke Baitulmakmur. Aku bertanya: Hai Jibril, apa ini? Jibril menjawab: Ini adalah Baitulmakmur. Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya. Apabila mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku ditawarkan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu. Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan: Tepat! Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari. Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadis. (Shahih Muslim No.238)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/03/shalatjamaah.jpg" src="http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/03/shalatjamaah.jpg" align="center" /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah Benarkah Shalat Kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. menuturkan perjalanan Isra’nya. Beliau bersabda: Nabi Musa as. berkulit sawo matang, tingginya seperti lelaki Syanu’ah (nama kabilah). Beliau bersabda pula: Nabi Isa as. itu gempal, tingginya sedang. Beliau juga menuturkan tentang Malik as. penjaga Jahanam dan Dajjal. (Shahih Muslim No.239)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku diisra’kan, aku bertemu dengan Nabi Musa as., ia seorang lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seperti seorang Bani Syanu’ah. Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. ia berperawakan sedang, berkulit merah, seakan-akan baru keluar dari pemandian. Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu aku diberi dua bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku: Ambillah yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya. Kemudian dikatakan: Engkau diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah. Seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesat umatmu. (Shahih Muslim No.245)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Ketika Nabi SAW diisra`kan, beliau melewati seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka ada banyak orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka beberapa orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka tidak ada seorangpun sampai beliau melewati kelompok yang besar. Aku berkata: “Siapa Ini?” Dijawablah (oleh Jibril): “Musa dan kaumnya. Akan tetapi angkatlah kepalamu, kemudian lihatlah!” Kemudian ada kelompok besar yang memenuhi ufuk dari sebelah sana dan dari sebelah sana. Lalu dikatakan (oleh Jibril): “Mereka adalah umatmu dan yang lainnya adalah kelompok dari umatmu yang berjumlah tujuh puluh ribu (70.000) orang yang akan masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal).” Kemudian beliau masuk (ke kamar beliau) dan mereka (para sahabat) tidak menanyai beliau dan beliau tidak merangkan kepada mereka. Maka mereka berkata: “Kami adalah mereka itu tadi”. Dan ada pula yang berkata: “Mereka adalah anak-anak kami yang lahir dalam fitrah dan Islam”. Kemudian Nabi SAW keluar, lalu bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan besi panas, tidak meruqyah, dan tidak pula bertakhayul (tathayyur). Dan mereka bertawakal kepada Tuhan mereka.” Lantas Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata: “Saya termasuk mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya.” Kemudian yang lain lagi berdiri lalu berkata pula: “Saya termasuk mereka?” Beliau menjawab: “Kamu telah didahului oleh Ukasyah (dalam bertanya demikian).” HR at-Tirmidzi (2446). Beliau berkata: “Ini adalah hadits hasan shahih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-1301965272115002066?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/1301965272115002066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=1301965272115002066' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/1301965272115002066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/1301965272115002066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/kisah-isra-miraj.html' title='KISAH ISRA MI&apos;RAJ'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-701389410240167961</id><published>2009-09-03T20:28:00.002-07:00</published><updated>2009-09-03T20:29:24.686-07:00</updated><title type='text'>KISAH SUNAN KALIJAGA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;1. ASAL USUL.&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 160px;" class="img_caption right"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.dongengkakrico.com/images/pictures/wali_songo/SunanKalijaga.jpg" alt="Sunan Kali Jaga" width="160" align="right" border="0" height="332"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;font size="4"&gt;Sudah banyak orang tahu bahwa Sunan Kalijaga itu aslinya bernama Raden Said.   &lt;/font&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Putra Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Tumenggung Wilatikta seringkali disebut Raden Sahur, walau dia termasuk keturunan Ranggalawe yang beragama Hindu tapi Raden Sahur sendiri sudah masuk agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sejak kecil Raden Said sudah diperkenalkan kepada agama Islam oleh guru agama Kadipaten Tuban.Tetapi karena melihat keadaan sekitar atau lingkungan yang kontradiksi dengan kehidupan rakyat jelata maka jiwa Raden Said berontak. Gelora jiwa muda Raden said seakan meledak-ledak manakala melihat praktek oknum pejabat Kadipaten Tuban di saat menarik pajak pada penduduk atau rakyat jelata.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Rakyat yang pada waktu itu sudah sangat menderita dikarenakan adanya musim kemarau panjang, semakin sengsara, mereka harus membayar pajak yang kadangkala tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Bahkan jauh dari kemampuan mereka. Seringkali jatah mereka untuk persediaan menghadapi musim panen berikutnya sudah disita para penarik pajak. Raden Said yang mengetahui hal itu pernah mengajukan pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Suatu hari dia menghadap ayahandanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Rama Adipati, rakyat tahun ini sudah semakin sengsara karena panen banyak yang gagal,” kata Raden Said. “Mengapa pundak mereka masih harus dibebani dengan pajak yang mencekik leher mereka. Apakah hati nurani Rama tidak merasa kasihan atas penderitaan mereka ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Adipati Wilatikta menatap tajam kea rah putranya. Sesaat kemudian dia menghela nafas panjang dan kemudian mengeluarkan suara, “Said anakku ….. saat ini pemerintah pusat Majapahit sedang membutuhkan dana yang sangat besar untuk melangsungkan roda pemerintahan. Aku ini hanyalah seorang bawahan sang Prabu, apa dayaku menolak tugas yang dibebankan kepadaku. Bukan hanya Kadipaten Tuban yang diwajibkan membayar upeti lebih banyak dari tahun-tahun yang lalu. Kadipaten lainnya juga mendapat tugas serupa.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Tapi …… mengapa harus rakyat yang jadi korban.” Sahut Raden Said. Tapi Raden Said tak meneruskan ucapannya. Dilihatnya saat itu wajah ayahnya berubah menjadi merah padam pertanda hatinya sedang tersinggung atau naik pitam. Baru kali ini Raden Said membuat ayahnya marah. Hal yang selama hiduptak pernah dilakukannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said tahu diri. Sambil bersungut-sungut dia merunduk dan mengundurkan diri dari hadapan ayahnya yang sedang marah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ya, Raden Said tak perlu melanjutkan pertanyaan. Sebab dia sudah dapat menjawabnya sendiri. Majapahit sedang membutuhkan dana besar karena negeri itu sering menghadapi kekacauan, baik memadamkan pemberontakan maupun terjadinya perang saudara.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Walau Raden Said putra seorang bangsawan dia lebih menyukai kehidupan yang bebas, yang tidak terikat oleh adapt istiadat kebangsawanan. Dia gemar bergaul dengan rakyat jelata atau dengan segala lapisan masyarakat, dari yang paling bawah hingga yang paling atas. Justru karena pergaulannya yang supel itulah dia banyak mengetahui selukbeluk kehidupan rakyat Tuban. Niat untuk mengurangi penderitaan rakyat sudah disampaikan kepada ayahnya. Tapi agaknya ayahnya tak bisa berbuat banyak. Dia cukup memahaminya pula posisi ayahnya sebagai adipati bawahan Majapahit. Tapi niat itu tak pernah padam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Jika malam-malam sebelumnya dia sering berada di dalam kamarnya sembari mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, maka sekarang dia keluar rumah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Di saat penjaga gudang Kadipaten tertidur lelap, Raden Said mengambil sebagian hasil bumi yang ditarik dari rakyat untuk disetorkan ke Majapahit. Bahan makan itu dibagi-bagikan kepada rakyat yang sangat membutuhkannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tentu saja rakyat yang tak tahu apa-apa itu menjadi kaget bercampur girang menerima rezeki yang tak diduga-duga. Walau mereka tak pernah tahu siapa gerangan yang memberikan rezeki itu, sebabnya Raden Said melakukannya di malam hari secara sembunyi-sembunyi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bukan hanya rakyat yang terkejut atas rezeki yang seakan turun dari langit itu. Penjaga gudang Kadipaten juga merasa kaget, hatinya kebat-kebit, soalnya makin hari barangbarang yang hendak disetorkan ke pusat kerajaan Majapahit itu makin berkurang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ia ingin mengetahui siapakah pencuri barang hasil bumi di dalam gudang itu. Suatu malam ia sengaja sengaja mengintip dari kejauhan, dari balik sebuah rumah, tak jauh dari gudang Kadipaten.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dugaannya benar, ada seseorang membuka pintu gudang, hampir tak berkedip penjaga gudang itu memperhatikan, pencuri itu.Dia hampir tak percaya, pencuri itu adalah Raden Said, putra junjungannya sendiri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Untuk melaporkannya sendiri kepada Adipati Wilatikta ia tak berani. Kuatir dianggap membuat fitnah. Maka penjaga gudang itu hanya minta dua orang saksi dari sang Adipati untuk memergoki pencuri yang mengambil hasil bumi rakyat yang tersimpan di gudang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said tak pernah menyangka bahwa malam itu perbuatannya bakal ketahuan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika ia hendak keluar dari gudang sambil membawa bahan-bahan makanan, tiga orang prajurid Kadipaten menangkapnya beserta barang bukti yang dibawanya. Raden Said dibawa kehadapan ayahnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Sungguh memalukan sekali perbuatanmu itu !” hardik Adipati Wilatikta. “Kurang apakah aku ini, benarkah aku tak menjamin kehidupanmu di istana Kadipaten ini ?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Apakah aku pernah melarangnya untuk makan sekenyang-kenyangnya di Istana ini ?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Atau aku tidak pernah memberimu pakaian ? Mengapa kau lakukan perbuatan tecela itu ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said tidak mengeluarkan suara. Biarlah, bisik hatinya. Biarlah orang tak pernah tahu untuk apa barang-barang yang tersimpan di gudang Kadipaten itu kuambil. Biarlah ayahku tak pernah tahu kepada siapa barang-barang itu kuberikan. Adipati Wilatikta semakin marah melihat sikap anaknya itu. Raden Said tidak menjawabnya untuk apakah dia mencuri barang-barang hasil bumi yang hendak disetorkan ke Majapahit itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tapi untuk itu Raden Said harus mendapat hukuman, karena kejahatan mencuri itu baru pertama kali dilakukannya maka dia hanya mendapat hukuman cambuk dua ratus kali pada tangannya. Kemudian disekap selama beberapa hari, tak boleh keluar rumah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Jerakah Raden Said atas hukuman yang sudah diterimanya ? Sesudah keluar dari hukuman dia benar-benar keluar dari lingkungan istana. Tak pernah pulang sehingga membuat cemas ibu dan adiknya. Apa yang dilakukan Raden Said selanjutnya ?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dia mengenakan topeng khusus, berpakaian serba hitam dan kemudian merampok harta orang-orang kaya di kabupaten Tuban. Terutama orang kaya yang pelit dan para pejabat Kadipaten yang curang. Harta hasil rampokan itupun diberikannya kepada fakir miskin dan orang-orang yang menderita lainnya. Tapi ketika perbuatannya ini mencapai titik jenuh ada saja orang yang bermaksud mencelakakannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ada seorang pemimpin perampok sejati yang mengetahui aksi Raden Said menjarah harta pejabat kaya, kemudian pemimpin rampok itu mengenakan pakaian serupa dengan pakaian Raden Said, bahkan juga mengenakan topeng seperti topeng Raden Said juga.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada suatu malam, Raden Said yang baru saja menyelesaikan shalat Isyá mendengar jerit tangis para penduduk desa yang kampungnya sedang dijarah perampok.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dia segera mendatangi tempat kejadian itu. Begitu mengetahui kedatangan Raden Said, kawanan perampok itu segera berhamburan melarikan diri. Tinggal pemimpin mereka yang sedang asyik memperkosa seorang gadis cantik. Raden Said mendobrak pintu rumah si gadis yang sedang diperkosa. Di dalam sebuah kamar dia melihat seseorang berpakaian seperti dirinya, juga mengenakan topeng serupa sedang berusaha mengenakan pakaiannya kembali. Rupanya dia sudah selesai memperkosa gadis itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said berusaha menangkap perampok itu. Namun pemimpin rampok itu berhasil melarikan diri. Mendadak terdengar suara kentongan di pukul bertalu-talu, penduduk dari kampung lain berdatangan ke tempat itu.Pada saat itulah si gadis yang baru diperkosa perampok tadi menghamburkan diri dan menangkap erat-erat tangan Raden Said. Raden Said pun jadi panik dan kebingungan.Para pemuda dari kampung lain menerobos masuk dengan senjata terhunus. Raden Said ditangkap dan dibawa ke rumah kepala desa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kepala desa yang merasa penasaran mencoba membuka topeng di wajah Raden Said. Begitu mengetahui siapa orang dibalik topeng itu sang kepala desa jadi terbungkam. Sama sekali tak disangkanya bahwa perampok itu adalah putra junjungannya sendiri yaitu Raden Said. Gegerlah masyarakat pada saat itu. Raden Said dianggap perampok dan pemerkosa. Si gadis yang diperkosa adalah bukti kuat dan saksi hidup atas kejadian itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sang kepala desa masih berusaha menutup aib junjungannya. Diam-diam ia membawa Raden Said ke istana Kadipaten Tuban tanpa diketahui orang banyak. Tentu saja sang Adipati menjadi murka. Sang Adipati yang selama ini selalu merasa sayang dan selalu membela anaknya kali ini juga naik pitam. Raden Said diusir dari wilayah Kadipaten Tuban.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Pergi dari Kadipaten Tuban ini !” kau telah mencoreng nama baik keluargamu sendiri ! pergi ! jangan kembali sebelum kau dapat menggetarkan dinding-dinding istana Kadipaten Tuban ini dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang sering kau baca di malam hari !”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sang Adipati Wilatikta juga sangat terpukul atas kejadian itu. Raden Said yang diharapkan dapat menggantikan kedudukannya selaku Adipati Tuban ternyata telah menutup kemungkinan ke arah itu. Sirna sudah segala harapan sang adipati. Hanya ada satu orang yang tak dapat mempercayai perbuatan Raden Said, yaitu Dewi Rasawulan, adik Raden said. Raden Said itu berjiwa bersih luhur dan sangat tidak mungkin melakukan perbuatan keji. Hati siapa yang takkan hancur mengalami peristiwa seperti ini. Raden Said bermaksud menolong fakir miskin dan penduduk yang menderita tapi akibatnya justru dia sendiri yang harus menelan derita. Diusir dari Kadipaten Tuban.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Orang tua mana yang tak terpukul batinnya mengetahui anak dambaan hati tiba-tiba berbuat jahat dan menghancurkan nama dan masa depannya sendiri. Tapi itulah peristiwa yang memang harus dialami oleh Raden Said. Seandainya tidak ada fitnah seperti itu, barangkali Raden Said tidak bakal menjadi seorang ulama besar, seorang Wali yang dikagumi oleh seluruh penduduk Tanah Jawa. Raden Said betul-betul meninggalkan Kadipaten Tuban.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dewi Rasawulan yang sangat menyayangi kakaknya itu merasa kasihan, tanpa sepengetahuan ayah dan ibunya dia meninggalkan istana Kadipaten Tuban untuk mencari Raden Said untuk diajak pulang. Tentu saja sang ayah dan ibu kelabakan mengetahui hal ini. Segera saja diperintahkan puluhan prajurit Tuban untuk mencari Dewi Rasawulan tak pernah ditemukan oleh mereka.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Di dalam Babad Tanah Jawa dikisahkan bahwa Dewi Rasawulan pada akhirnya telah ditemukan oleh Empu Supa, seorang Tumenggung Majapahit yang menjadi murid Sunan Kalijaga. Dewi Rasawulan kemudian dijodohkan dengan Empu Supa. Dan kembali ke Tuban bersama-sama dengan diantar Sunan Kalijaga yang tak lain adalah Raden Said sendiri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;2. MASA PENGGEMBLENGAN DIRI.&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kemanakah Raden Said sesudah diusir dari Kadipaten Tuban ? Ternyata ia mengembara tanpa tujuan pasti. Pada akhirnya dia menetap di hutan Jatiwangi. Selama bertahun-tahun dia menjadi perampok budiman. Mengapa disebut perampok budiman ?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Karena hasil rampokannya itu tak pernah dimakannya. Seperti dulu, selalu diberikan kepada fakir miskin. Yang dirampoknya hanya para hartawan atau orang kaya yang kikir, tidak menyantuni rakyat jelata, dan tidak mau membayar zakat. Di hutan Jatiwangi dia membuang nama aslinya. Orang menyebutnya sebagai Brandal Lokajaya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada suatu hari, ada seorang berjubah putih lewat di hutan Jatiwangi. Dari jauh Brandal Lokajaya sudah mengincarnya. Orang itu membawa sebatang tongkat yang gagangnya berkilauan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Pasti gagang tongkat itu terbuat dari emas,” bisik Brandal Lokajaya dalam hati.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Terus diawasinya orang tua berjubah putih itu. Setelah dekat dia hadang langkahnya sembari berkata, “Orang tua, apa kau pakai tongkat ? Tampaknya kau tidak buta, sepasang matamu masih awas dan kau juga masih kelihatan tegar, kuat berjalan tanpa tongkat !”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Lelaki berjubah putih itu tersenyum, wajahnya ramah, dengan suara lembut dia berkata, “Anak muda ………. Perjalanan hidup manusia itu tidak menentu, kadang berada di tempat terang, kadang berada di tempat gelap, dengan tongkat ini aku tidak akan tersesat bila berjalan dalam kegelapan.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Tapi ………. saat ini hari masih siang, tanpa tongkat saya kira kau tidak akan tersesat berjalan di hutan ini.” Sahut Raden Said. Kembali lelaki berjubah putih itu tersenyum arif, “anak muda ………. Perjalanan hidup manusia itu tidak menentu, kadang berada di tempat terang, kadang berada di tempat gelap, dengan tongkat ini aku tidak akan tersesat bila berjalan dalam kegelapan.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; “Tetapi ………. saat ini hari masih siang, tanpa tongkat saya kira kau tidak akan tersesat berjalan di hutan ini.” Sahut Radeb Said. Kembali lelaki berjubah putih itu tersenyum arif, “Anak muda tongkat adalah pegangan, orang hidup haruslah mempunyai pegangan supaya tidak tersesat dalam menempuh perjalanan hidupnya.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Agaknya jawab-jawab yang mengandung filosofi itu tak menggugah hati Raden Said. Dia mendengar dan mengakui kebenarannya tapi perhatiannya terlanjur tertumpah kepada gagang tongkat lelaki berjubah putih itu. Tanpa banyak bicara lagi direbutnya tongkat itu dari tangan lelaki berjubah putih. Karena tongkat itu dicabut dengan paksa maka orang berjubah putih itu jatuh tersungkur.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dengan susah payah orang itu bangun, sepasang matanya mengeluarkan air walau tak ada suara tangis dari mulutnya. Raden Said pada saat itu sedang mengamat-amati gagang tongkat yang dipegangnya. Ternyata tongkat itu bukan terbuat dari emas, hanya gagangnya saja terbuat dari kuningan sehingga berkilauan tertimpa cahaya matahari, seperti emas. Raden Said heran melihat orang itu menangis. Segera diulurkannya kembali tongkat itu, “Jangan menangis, ini tongkatmu kukembalikan.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Bukan tongkat ini yang kutangisi,” Ujar lelaki itu sembari memperlihatkan beberapa batang rumput di telapak tangannya. “Lihatlah ! Aku telah berbuat dosa, berbuat kesiasiaan. Rumput ini tercabut ketika aku aku jatuh tersungkur tadi.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Hanya beberapa lembar rumput. Kau merasa berdosa ?” Tanya Raden Said heran.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Ya, memang berdosa ! Karena kau mencabutnya tanpa suatu keperluan. Andaikata guna makanan ternak itu tidak mengapa. Tapi untuk suatu kesia-siaan benar-benar suatu dosa !” Jawab lelaki itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hati Raden Said agak tergetar atas jawaban yang mengandung nilai iman itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Anak muda sesungguhnya apa yang kau cari di hutan ini ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Saya mengintai harta ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Untuk apa ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Saya berikan kepada fakir miskin dan penduduk yang menderita.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Hemm, sungguh mulia hatimu, sayang …… caramu mendapatkannya yang keliru.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Orang tua ………. apa maksudmu ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Boleh aku bertanya anak muda ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Silahkan ………. “&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Jika kau mencuci pakaianmu yang kotor dengan air kencing, apakah tindakanmu itu benar ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Sungguh perbuatan bodoh,” sahut Raden Said. “Hanya manambah kotor dan bau pakaian itu saja.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Lelaki itu tersenyum, “Demikian pula amal yang kau lakukan. Kau bersedekah dengan barang yang di dapat secara haram, merampok atau mencuri, itu sama halnya mencuci pakaian dengan air kencing.”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said tercekat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Lelaki itu melanjutkan ucapannya, “Allah itu adalah zat yang baik, hanya menerima amal dari barang yang baik atau halal.”Raden Said makin tercengang mendengar keterangan itu. Rasa malu mulai menghujam tubuh hatinya. Betapa keliru perbuatannya selama ini. Di pandangnya sekali lagi wajah lelaki berjubah putih itu. Agung dan berwibawa namun mencerminkan pribadi yang welas asih. Dia mulai suka dan tertarik pada lelaki berjubah putih itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Banyak hal yang terkait dalam usaha mengentas kemiskinan dan penderitaan rakyat pada saat ini. Kau tidak bisa merubahnya hanya dengan memberi para penduduk miskin bantuan makan dan uang. Kau harus memperingatkan para penguasa yang zalim agar mau merubah caranya memerintah yang sewenang-wenang, kau juga harus dapat membimbing rakyat agar dapat meningkatkan taraf kehidupannya !”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said semakin terpana, ucapan seperti itulah yang didambakannya selama ini.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Kalau kau tak mau kerja keras, dan hanya ingin beramal dengan cara yang mudah maka ambillah itu. Itu barang halal. Ambillah sesukamu !”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Berkata demikian lelaki itu menunjuk pada sebatang pohon aren. Seketika pohon itu berubah menjadi emas seluruhnya. Sepasang mata Raden Said terbelalak. Dia adalah seorang pemuda sakti, banyak ragam pengalaman yang telah dikecapnya. Berbagai ilmu yang aneh-aneh telah dipelajarinya. Dia mengira orang itu mempergunakan ilmu sihir, kalau benar orang itu mengeluarkan ilmu sihir ia pasti dapat mengatasinya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tapi, setelah ia mengerahkan ilmunya, pohon aren itu tetap berubah menjadi emas. Berarti orang itu tidak mempergunakan sihir&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said terpukau di tempatnya berdiri. Dia mencoba memanjat pohon aren itu. Benar-benar berubah menjadi emas seluruhnya.Ia ingin mengambil buah aren yang telah berubah menjadi emas berkilauan itu. Mendadak buah aren itu rontok, berjatuhan mengenai kepala Raden Said. Pemuda itu terjerembab ke tanah. Roboh dan pingsan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ketika ia sadar, buah aren yang rontok itu telah berubah lagi menjadi hijau seperti arenaren lainnya. Raden Said bangkit berdiri, mencari orang berjubah putih tadi. Tapi yang dicarinya sudah tak ada di tempat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Pasti dia seorang sakti yang berilmu tinggi. Menilik caranya berpakaian tentulah dari golongan para ulama atau mungkin salah seorang dari Waliullah, aku harus menyusulnya, aku akan berguru kepadanya,” demikian pikir Raden Said.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said mengejar orang itu. Segenap kemampuan dikerahkannya untuk berlari cepat, akhirnya dia dapat melihat bayangan orang itu dari kejauhan. Seperti santai saja orang itu melangkahkan kakinya, tapi Raden Said tak pernah bisa menyusulnya. Jatuh bangun, terseok-seok dan berlari lagi, demikianlah, setelah tenaganya terkuras habis dia baru sampai di belakang lelaki berjubah putih itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Lelaki berjubah putih itu berhenti, bukan karena kehadiran Raden Said melainkan di depannya terbentang sungai yang cukup lebar.Tak ada jembatan, dan sungai itu tampaknya dalam, dengan apa dia harus menyeberang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Tunggu ………. “ ucap Raden Said ketika melihat orang tua itu hendak melangkahkan kakinya lagi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Sudilah Tuan menerima saya sebagai murid …… “ Pintanya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Menjadi muridku ?” Tanya orang itu sembari menoleh. “Mau belajar apa ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Apa saja, asal Tuan menerima saya sebagai murid ……“&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Berat, berat sekali anak muda, bersediakah kau menerima syarat-syaratnya ?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Saya bersedia …… “&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Lelaki itu kemudian menancapkan tongkatnya di tepi sungai. Raden Said diperintahkan menungguinya. Tak boleh beranjak dari tempat itu sebelum lelaki itu kembali menemuinya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said bersedia menerima syarat ujian itu. Selanjutnya lelaki itu menyeberangi sungai. Sepasang mata Raden Said terbelalak heran, lelaki itu berjalan di atas air bagaikan berjalan didaratan saja. Kakinya tidak basah terkena air.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Setelah lelaki itu hilang dari pandangan Raden Said, pemuda itu duduk bersila, dia berdo’a kepada Tuhan supaya ditidurkan seperti para pemuda di goa Kahfi ratusan tahun silam. Do’anya dikabulkan. Raden Said tertidur dalam samadinya selama tiga tahun. Akar dan rerumputan telah membalut dan hampir menutupi sebagian besar anggota tubuhnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Setelah tiga tahun lelaki berjubah putih itu datang menemui Raden Said. Tapi Raden Said tak bisa dibangunkan. Barulah setelah mengumandangkan adzan, pemuda itu membuka sepasang matanya. Tubuh Raden Said dibersihkan, diberi pakaian baru yang bersih. Kemudian dibawa ke Tuban.Mengapa ke Tuban ? Karena lelaki berjubah putih itu adalah Sunan Bonang. Raden Said kemudian diberi pelajaran agama sesuai dengan tingkatnya, yaitu tingkat para Waliullah. Di kemudian hari Raden Said terkenal sebagai Sunan Kalijaga. Kalijaga artinya orang yang menjaga sungai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ada yang mengartikan Sunan Kalijaga adalah penjaga aliran kepercayaan yang hidup pada masa itu. Dijaga maksudnya supaya tidak membahayakan ummat, melainkan diarahkan kepada ajaran Islam yang benar. Ada juga yang mengartikan legenda pertemuan Raden Said dengan Sunan Bonang hanya sekedar simbol saja. Kemanapun Sunan Bonang pergi selalu membawa tongkat atau pegangan hidup, itu artinya Sunan Bonang selalu membawa agama, membawa iman sebagai penunjuk jalan kehidupan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said kemudian disuruh menunggui tongkat atau agama di tepi sungai. Itu artinya Raden Said diperintah untuk terjun ke dalam kancah masyarakat Jawa yang banyak mempunyai aliran kepercayaan dan masih berpegang pada agama lama yaitu Hindu dan Budha.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sunan Bonang mampu berjalan di atas air sungai tanpa ambles ke dalam sungai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bahkan sedikitpun ia tidak terkena percikan air sungai. Itu artinya Sunan Bonang dapat bergaul dengan dengan masyarakat yang berbeda agama tanpa kehilangan identitas agama yang dianut oleh Sunan Bonang sendiri yaitu Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said sewaktu bertapa ditepi tubuhnya tidak sampai hanyut ke aliran sungai, hanya daun, akar dan rerumputan yang menutupi sebagian besar anggota tubuhnya. Itu artinya Raden Said bergaul dengan masyarakat Jawa, adat istiadat masyarakat di pakai sebagai alat dakwah, dan diarahkan kepada ajaran Islam yang bersih, namun usaha itu tampaknya sedikit mengotori tubuh Raden Said dan setelah tiga tahun Sunan Bonang membersihkannya dengan ajaran-ajaran Islam tingkat tinggi sehingga Raden Said masuk kegolongan para Wali. Dan pengetahuan agamanya benar-benar telah cukup untuk dipergunakan menyebarkan agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Demikian sehingga tafsiran dari kisah legenda pertemuan Raden Said dengan Sunan  Bonang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;3. KERINDUAN SEORANG IBU.&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Setelah bertahun-tahun ditinggalkan kedua anaknya, permaisuri Adipati Wilatikta seperti kehilangan gairah hidup. Terlebih setelah usaha Adipati Tuban menangkap para perampok yang mengacau Kadipaten Tuban membuahkan hasil. Hati ibu Raden Said seketika berguncang. Kebetulan saat ditangkap oleh para prajurit Tuban, perampok itu mengenakan pakaian dan topeng yang dikenakan Raden Said. Rahasia yang selama ini tertutup rapat terbongkarlah sudah. Dari pengakuan perampok itu tahulah Adipati Tuban bahwa Raden Said tidak bersalah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ibu Raden Said menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar telah menyesal mengusir anak yang sangat disayanginya itu. Sang ibu tak pernah tahu bahwa anak yang didambakannya itu bertahun-tahun kemudian sudah kembali ke Tuban. Hanya saja tidak langsung ke Istana Kadipaten Tuban, melainkan ketempat tinggal Sunan Bonang. Untuk mengobati kerinduan sang ibu. Tidak jarang Raden Said mengerahkan ilmunya yang tinggi. Yaitu membaca Qur’an dari jarak jauh lalu suaranya dikirim ke istana Tuban.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Suara Raden Said yang merdu itu benar-benar menggetarkan dinding-dinding istana Kadipaten. Bahkan mengguncangkan isi hati Adipati Tuban dan istrinya. Tapi Raden Said, masih belum menampakkan diri. Banyak tugas yang masih dikerjakannya. Di antaranya menemukan adiknya kembali. Pada akhirnya, dia kembali bersama adiknya yaitu Dewi Rasawulan. Tak terkirakan betapa bahagianya Adipati Tuban dan istrinya menerima kedatangan putra-putri yang sangat dicintainya itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said tidak bersedia menggantikan kedudukan Adipati Tuban. Dia lebih suka menjalani kehidupan yang dipilihnya sendiri. Walau sedikit kecewa Adipati Tuban agak terhibur, sebab suami Dewi Rasawulan juga bukan orang sembarangan. Empu Supa adalah seorang Tumenggung Majapahit yang terkenal. Cucu yang lahir dari keturunan Empu. Akhirnya kedudukan Adipati Tuban diberikan kepada cucunya sendiri yaitu putra Dewi Rasawulan dan Empu Supa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Raden Said meneruskan pengembaraannya. Berdakwah atau menyebarkan agama Islam di Jawa tengah hingga ke Jawa Barat. Dalam usia lanjut beliau memilih Kadilangu sebagai tempat tinggal nya yang terakhir. Hingga sekarang beliau dimakamkan di Kadilangu, Demak.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;4. JASA SUNAN KALIJAGA.&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Jasa Sunan Kalijaga sangat sukar dihitung karena banyaknya. Beliau dikenal sebagai Mubaligh, ahli seni, budayawan, ahli filsafat, sebagai Dalang Wayang Kulit dan sebagainya. Untul lebih detailnya para pembaca dipersilahkan membaca literatur berjudul Sunan Kalijaga yang ditulis oleh saudara Umar Hayim, diterbitkan oleh Menara Kudus.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Di dalam buku tersebut diuraikan dengan lengkap jasa dan karya Sunan Kalijaga.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Di dalam buku ini kami nukilkan sebagian kecil dari karya dan jasa Sunan Kalijaga.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;A. SEBAGAI MUBALIGH.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Beliau dikenal sebagai ulama besar, seorang Wali yang memiliki karisma tersendiri diantara Wali-Wali lainnya. Dan paling terkenal di kalangan atas maupun dari kalangan bawah. Hal itu disebabkan Sunan Kalijaga suka berkeliling dalam berdakwah, sehingga beliau juga dikenal sebagai Syekh Malaya yaitu mubaligh yang menyiarkan agama Islam sambil mengembara. Sementara Wali lainnya mendirikan pesantren atau pedepokan untuk mengajar murid-muridnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Caranya berdakwah sangat luwes, rakyat Jawa yang pada waktu itu masih banyak menganut kepercayaan lama tidak ditentang adat istiadatnya. Beliau dekati rakyat yang masih awam itu dengan cara halus, bahkan dalam berpakaian beliau tidak memakai jubah sehingga rakyat tidak merasa angker dan mau menerima kedatangannya dengan senang hati. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pakaian yang dikenakan sehari-hari adalah pakaian adat Jawa yang di disain dan disempurnakan sendiri secara Islami. Adat istiadat rakyat, yang dalam pandangan Kaum Putihan dianggap bid’ah tidal langsung ditentang olehnya selaku Pemimpin Kaum Abangan. Pendiriannya adalah rakyat dibuat senang dulu, direbut simpatinya sehingga mau menerima agama Islam, mau mendekat pada para Wali. Sesudah itu barulah mereka diberi pengertian Islam yang sesungguhnya dan dianjurkan membuang adat yang bertentangan dengan agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kesenian rakyat baik yang berupa gamelan, gencing dan tembang-tembang dan wayang dimanfaatkan sebesar-besarnya sebagai alat dakwah. Dan ini ternyata membawa keberhasilan yang gemilang, hampir seluruh rakyat Jawa pada waktu itu dapat menerima ajakan Sunan Kalijaga untuk mengenal agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;B. SUNAN KALIJAGA SEBAGAI AHLI BUDAYA.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Gelar tersebut tidak berlebihan karena beliaulah yang pertama kali menciptakan seni pakaian, seni suara, seni ukir, seni gamelan, wayang kulit, bedug di mesjid, Gerebeg Maulud, seni Tata Kota dan lain-lain.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; a. Seni Pakaian :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Beliau yang pertama kali menciptakan baju taqwa. Baju taqwa ini pada akhirnya disempurnaka oleh Sultan Agung dengan dester nyamping dan keris serta rangkaian lainnya. Baju ini masih banyak di pakai oleh masyarakat Jawa, setidaknya pada upacara pengantin.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; b. Seni Suara :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sunan Kalijagalah yang pertama kali menciptakan tembang Dandang Gula dan Dandang Gula Semarangan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; c. Seni Ukir :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Beliau pencipta seni ukir bermotif dedaunan, bentuk gayor atau alat menggantungkan gamelan dan bentuk ornamentik lainnya yang sekarang dianggap seni ukir Nasional.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebelum era Sunan Kalijaga kebanyakan seni ukir bermotifkan manusia dan binatang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; d. Bedug atau Jidor di Mesjid :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Beliaulah yang pertama kali mempunyai ide menciptakan Bedug di masjid, yaitu memerintahkan muridnya yang bernama Sunan Bajat untuk membuat Bedug di masjid Semarang guna memanggil orang untuk pergi mengerjakan shalat jama’ah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; e. Gerebeg Maulud :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ini adalah acara ritual yang diprakarsai Sunan Kalijaga, asalnya adalah tabliqh atau mengajian akbar yang diselenggarakan para wali di Masjid Demak untuk memperingati Maulud Nabi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; f. Gong Sekaten :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Adalah gong ciptaan Sunan Kalijaga yang nama aslinya adalah Gong Syahadatain yaitu dua kalimah Syahadat. Bila gong itu dipukul akan berbunyi bermakna :di sana di situ, mumpung masih hidup, berkumpullah untuk masuk agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; g. Pencipta Wayang Kulit :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada jaman sebelum Sunan Kalijaga, wayang bentuknya adalah sebagai berikut;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Adegan demi adegan wayang tersebut digambar pada sebuah kertas dengan gambar ujud manusia.Dan ini diharamkan oleh Sunan Giri. Karena diharamkan oleh Sunan Giri, Suna Kalijaga membuat kreasi baru, bentuk wayang dirubah sedemikian rupa, dan digambar atau di ukir pada sebuah kulit kambing, satu lukisan adalah satu wayang, sedang di jaman sebelumnya satu lukisan adalah satu adegan. Gambar yang ditampilkan oleh Sunan Kalijaga tidak bisa disebut gambar manusia, mirip karikatur bercita rasa tinggi. Diseluruh dunia hanya di Jawa inilah ada bentuk wayang seperti yang kita lihat sekarang.Itulah ciptaan Sunan Kalijaga.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; h. Sebagai Dalang :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bukan hanya pencipta wayang saja, Sunan Kalijaga juga pandai mendalang. Sesudah peresmian Masjid Demak dengan shalat Jum’ah, beliaulah yang mendalang bagi pagelaran wayang kulit yang diperuntukkan menghibur dan berdakwah kepada rakyat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Lakon yang dibawakan seringkali ciptaannya sendiri, seperti ; Jimat Kalimasada, Dewi Ruci, Petruk Jadi Raja, Wahyu Widayat dan lain-lain.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dalang dari kata “dalla” artinya menunjukkan jalan yang benar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; i. Ahli Tata Kota :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Baik di Jawa maupun Madura seni bangunan Tata Kota yang dimiliki biasanya selalu sama.Sebab Jawa dan Madura mayoritas penduduknya adalah Islam. Para penguasanya kebanyakan meniru cara Sunan Kalijaga dalam membangun Tata Kota.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tehnik bangunan Kabupaten atau Kota Praja biasanya terdiridari :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; 1. Istana atau Kabupaten&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; 2. Alun-alun&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; 3. Satu atau dua pohon beringin&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; 4. Masjid&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;&lt;br /&gt;Letaknya juga sangat teratur, bukan sembarangan.Alun-alun ;berasal dari kata “Allaun” artinya banyak macam atau warna. Diucapkan dua kali “Allaun-allaun” yang maksudnya menunjukkan tempat bersama ratanya segenap rakyat dan penguasa di pusatkota.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Waringin : dari kata “Waraa’in artinya orang yang sangat berhati-hati. Orang-orang yang berkumpul di alun-alun itu sangat hati-hati memelihara dirinya dan menjaga segala hukum atau undang-undang, baik undang-undang negara atau undang-undang agama yang dilambangkan dengan dua pohon beringin yaitu Al-Qur’an dan hadits Nabi. Alun-alun biasanya berbentuk segi empat hal ini dimaksudkan agar dalam menjalankan ibadah seseorang itu harus berpedoman lengkap yaitu syariat, hadiqat dan tariqat dan ma’rifat. Jadi tidak dibenarkan hanya mempercayai yang hakikat saja tanpa mengamalkan syariat agama Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Untuk itu disediakan Masjid sebagai pusat kegiatan ibadah.  &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;" class="MsoNoSpacing" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Letak istana atau kantor kabupaten : letak istana atau pendapat kabupaten biasanya berhadapan dengan alun-alun dan pohon beringin. Letak istana atau kabupaten itu biasanya menghadap ke laut dan membelakangi gunung. Ini artinya para penguasa harus menjauhi kesombongan, sedang menghadap ke laut artinya penguasa itu hendaknya berhati pemurah dan pemaaf seperti luasnya laut. Sedang alun-alun dan pohon beringin yang berhadapan dengan istana atau kabupaten artinya penguasa harus selalu mengawasi jalannya undang-undang dan rakyatnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8988378763427168842-701389410240167961?l=rhomadonaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/feeds/701389410240167961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8988378763427168842&amp;postID=701389410240167961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/701389410240167961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8988378763427168842/posts/default/701389410240167961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhomadonaislam.blogspot.com/2009/09/kisah-sunan-kalijaga.html' title='KISAH SUNAN KALIJAGA'/><author><name>rodon_sembik.blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12284960517574108150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_8jUn5bJhjn0/SqDOK6AOC2I/AAAAAAAAAGw/QtDhukyLO9I/S220/sembik2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8988378763427168842.post-2289621779638904197</id><published>2009-09-03T20:28:00.001-07:00</published><updated>2009-09-03T20:29:24.697-07:00</updated><title type='text'>KISAH SUNAN MURIA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;1. ASAL USUL.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="float: right; width: 170px;" class="img_caption right"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.dongengkakrico.com/images/pictures/wali_songo/SunanMuria.jpg" alt="Sunan Muria" width="170" align="right" border="0" height="207"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;font size="4"&gt;Beliau adalah putra Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said. Seperti ayahnya, dalam berdakwah beliau menggunakan cara halus, ibarat mengambil ikan tidak sampai mengeruhkan airnya. Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria. Tempat tinggal beliau di gunung Muria yang salah satu puncaknya bernama Colo. Letaknya di sebelah utara kota Kudus. Menurut Solichim Salam, sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliaulah satu-satunya wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk menyampaikan Islam. Dan beliau pula yang menciptakan tembang Sinom dan Kinanti.&lt;/font&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;2. SAKTI MANDRAGUNA.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bahwa Sunan Muria itu adalah Wali yang sakti, kuatfisiknya dapat dibuktikan dengan letak padepokannya yang terletak diatas gunung . Menurut pengalaman penulis jarak antara kaki undag-undagan atau tangga dari bawah bukit sampai kemakam Sunan Muria (tidak kurang dari750 M).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bayangkanlah, jika Sunan Muria dan istrinya atau dengan muridnya setiap hari harus naik-turun, turun-naik guna menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat ,atau berdakwah kepada para nelayan dan pelaut serta para pedagang. Hal itu tidak dapat dilakukannya tanpa adanya fisik yang kuat. Soalnya menunggang kuda tidak mungkin dapat dilakukan untuk mencapai tempat tinggal Sunan Muria.Harus jalan kaki. Itu berarti Sunan Muria memiliki kesaktian tinggi, demikian pula murid-muridnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bukti bahwa Sunan Muria adalah guru yang sakti mandraguna dapat ditemukan dalam kisah Perkawinan Sunan Muria dengan Dewi Roroyono. Dewi Roroyono adalah putri Sunan Ngerang, yaitu seorang ulama yang disegani masyarakat karena ketinggian ilmunya, tempat tinggalnya di Juana. Demikian saktinya Sunan Ngerang ini sehingga Sunan Muria dan Sunan Kudus sampai-sampai berguru kepada beliau.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada suatu hari Sunan Ngerang mengadakan syukuran atas usia Dewi Roroyono yang genap dua puluh tahun. Murid-murid diundang semua.Seperti : Sunan Muria, Sunan Kudus ,Adipati Pathak Warak, Kapa dan adiknya Gentiri .Tetangga dekat juga diundang, demikian pula sanak kadang yang dari jauh.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Setelah tamu berkumpul DewiRoroyono dan adiknya yaitu Dewi Roro Pujiwati keluar menghidangkan makanan dan minuman. Keduanya adalah dara-dara yang cantik rupawan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Terutama Dewi Roroyono yang berusia dua puluh tahun, bagaikan bunga yang sedang mekar mekarnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bagi Sunan Kudus dan Sunan Muria yang sudah berbekal ilmu agama dapat menahan pandangan matanya sehingga tidak terseret oleh godaan setan. Tapi seorang murid Sunan Ngerang yang lain yaitu Adipati Pathak Warak memandang Dewi Roroyono dengan mata tidak berkedip melihat kecantikan gadis itu. Sewaktu menjadi cantrik atau murid Sunan Ngerang, yaitu ketika Pathak Warak belum menjadi Adipati, Roroyono masih kecil, belum nampak benar kecantikannya yang mempersona, sekarang, gadis itu benar-benar membuat Adipati Pathak Warak tergila-gila. Sepasang matanya hampir melotot memandangi gadis itu terus menerus.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Karena dibakar api asmara yang menggelora, Pathak Warak tidak tahan lagi. Dia menggoda Roroyono dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Lebih-lebih setelah lelaki itu bertindak kurang ajar. Tentu saja Roroyono merasa malu sekali, lebih-lebih ketika lelaki itu berlaku kurang ajar dengan memegangi bagian-bagian tubuhnya yang tak pantas disentuh. Si gadis naik pitam, nampan berisi minuman yang dibawanya sengaja ditumpahkan ke pakaian sang Adipati.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pathak Warak menyumpah-nyumpah, hatinya marah sekali diperlakukan seperti itu. Apalagi dilihatnya para tamu menertawakan kekonyolannya itu, diapun semakin malu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hampir saja Roroyono ditamparnya kalau tidak ingat bahwa gadis itu adalah putri gurunya. Roroyono masuk ke dalam kamarnya, gadis itu menangis sejadi-jadinya karena dipermalukan oleh Pathak Warak. Malam hari tamu-tamu dari dekat sudah pulang ke tempatnya masingmasing.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tamu dari jauh terpaksa menginap dirumah Sunan Ngerang, termasuk Pathak Warak dan Sunan Muria. Namun hingga lewat tengah malam Pathak Warak belum dapat memejamkan matanya. Pathak Warak kemudian bangkit dari tidurnya mengendap-endap ke kamar Roroyono. Gadis itu disiramnya sehingga tak sadarkan diri, kemudian melalui genteng Pathak Warak melorot turun dan membawa lari gadis itu melalui jendela. Dewi Roroyono dibawa lari ke Mandalika, wilayah Keling atau Kediri. Setelah Sunan Ngerang mengetahui bahwa putrinya di culik oleh Pathak Warak, maka beliau berikrar siapa saja yang berhasil membawa putrinya itu bila perempuan akan dijadikan saudara Dewi Roroyono. Tak ada yang menyatakan kesanggupannya. Karena semua orang telah maklum akan kehebatan dan kekejaman Pathak Warak. Hanya Sunan Muria yang bersedia memenuhi harapan Sunan Ngerang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Saya akan berusaha mengambil Diajeng Roroyono dari tangan Pathak Warak,” Kata Sunan Muria.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tetapi, ditengah perjalanan Sunan Muria bertemu dengan Kapa dan Gentiri, adik seperguruan yang lebih dahulu pulang sebelum acara syukuran berakhir. Kedua orang itu merasa heran melihat Sunan Muria berlari cepat menuju arah daerah Keling.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Mengapa Kakang tampak tergesa-gesa ?” tanya Kapa. Sunan Muria lalu menceritakan penculikan Dewi Roroyono yang dilakukan oleh Pathak Warak. Kapa dan Gentiri sangat menghormati Sunan Muria sebagai saudara seperguruan yang lebih tua.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Keduanya lantas menyatakan diri untuk membantu Sunan Muria merebut kembali Dewi Roroyono.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; “Kakang sebaiknya pulang ke Padepokan Gunung Muria. Murid-murid Kakang sangat membutuhkan bimbingan. Biarlah kami yang berusaha merebut di Ajeng Roroyono kembali. Kalau berhasil Kakang tetap berhak mengawininya, kami hanya sekedar membantu.” Demikian kata Kapa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Aku masih sanggup merebutnya sendiri,” Ujar Sunan Muria.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Itu benar, tapi membimbing orang memperdalam agama Islam juga lebih penting, percayalah pada kami. Kami pasti sanggup merebutnya kembali.” kata Kapa ngotot.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sunan Muria akhirnya meluluskan permintaan adik seperguruannya itu. Rasanya tidak enak menolak seseorang yang hendak berbuat baik. Lagi pula ia harus menengok para santrinya di Padepokan Gunung Muria. Untuk merebut Dewi Roroyono dari tangan Pathak Warak, Kapa dan Gentiri ternyata meminta bantuan seorang Wiku Lodhang di pulau Sprapat yang dikenal sebagai tokoh sakti yang jarang tandingannya. Usaha mereka berhasil. Dewi Roroyono dikembalikan ke Ngerang. Hari berikutnya Sunan Muria hendak ke Ngerang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ingin mengetahui perkembangan usaha Kapa dan Gentiri. Ditengah jalan beliau bertemu dengan Adipati Pathak Warak.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Hai Pathak Warak berhenti kau !”Bentak Sunan Muria.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pathak Warak yang sedang naik kuda terpaksa berhenti karena Sunan Muria menghadang di depannya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Minggir ! Jangan menghalangi jalanku !” Hardik Pathak Warak.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Boleh, asal kau kembalikan Dewi Roroyono !”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Goblok! Roroyono sudah dibawa Kapa dan Gentiri !Kini aku hendak mengejar mereka!” Umpat Pathak Warak.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Untuk apa kau mengejar mereka?” &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Merebutnya kembali!” jawab Pathak Warak dengan sengit .&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Kalau begitu langkahi dulu mayatku, Roroyono telah dijodohkan denganku !”Ujar Sunan Muria sambil pasang kuda -kuda.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tampabasa-basi Pathak Warak melompat dari punggung kuda .Dia merangsak ke Arah Sunan Muria dengan jurus –jurus cakar harimau. Tapi dia bukan tandingan putra Sunan Kalijaga yang memiliki segudang kesaktian. Hanya dalam beberapa kali gebrakan ,Pathak Warak telah jatuh atau roboh ditanah dalam keadaan fatal. Seluruh kesaktiannya lenyap dan ia menjadi lumpuh tak mampu untuk bangkit berdiri apalagi berjalan. Sunan Muria kemudian meneruskan perjalanan ke Juana, kedatangannya disambut gembira oleh Sunan Ngerang. Karena Kapa dan Gentiri telah bercerita secara jujur bahwa mereka sendirilah yang memaksa mengambil alih tugas Sunan Muria mencari Roroyono, maka Sunan Ngerang pada akhirnya menjodohkan Dewi Roroyono dengan Sunan Muria.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Upacara pernikahanpun segera dilaksanakan. Kapa dan Gentiri yang berjasa besar itu diberi hadiah Tanah di desa Buntar. Dengan hadiah itu keduanya sudah menjadi orang kaya yang kehidupannya serba berkecukupan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sedang Sunan Muria segera memboyong istrinya ke Pedepokan Gunung Muria. Mereka hidup bahagia, karena merupakan pasangan yang ideal.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tidak demikian halnya dengan Kapa dan Gentiri. Sewaktu membawa Dewi Roroyono dari Keling ke Ngerang agaknya mereka terlanjur terpesona oleh kecantikan wanita jelita itu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Siang malam mereka tak dapat tidur.Wajah wanita itu senantiasa terbayang.Namun karena wanita itu sudah diperistri kakak seperguruannya mereka tak dapat berbuat apa-apalagi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Hanya penyesalan yang menghujam didada. Mengapa dulu mereka buru –buru menawarkan jasa baiknya. Betapa enaknya Sunan Muria, tanpa bersusah payah sekarang nenikmati kebahagiaan bersama gadis yang mereka dambakan. Inilah hikmah ajaran agama agar lelaki diharuskan menahan pandangan matanya dan menjaga kehormatan mereka. (kemaluan).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Andaikata Kapa dan Gentiri tidak menatap terus kearah wajah dan tubuh Dewi Roroyono yang indah itu pasti mereka tidak akan terpesona, dan tidak terjerat oleh Iblis yang memasang perangkap pada pandangan mata.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kini Kapa dan Gentiiri benar-benar telah dirasuki Iblis. Mereka bertekad hendak merebut Dewi Roroyono dari tangan Sunan Muria. Mereka telah sepakat untuk menjadikan wanita itu sebagai istri bersama secara bergiliran. Sungguh keji rencana mereka. Gentiri berangkat lebih dulu ke Gunung Muria. Namun ketika ia hendak melaksanakan niatnya dipergoki oleh murid-murid Sunan Muria, terjadilah pertempuran dasyart .Apalagi ketika Sunan Muria keluar menghadapi Gentiri, suasana menjadi semakin panas, akhirnya Gentiri tewas menemui ajalnya dipuncak Gunung Muria.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Kematian Gentiri cepat tersebar ke berbagai daerah. Tapi tidak membuat surut niat Kapa. Kapa cukup cerdik. Dia datang ke Gunung Muria secara diam-diam di malam hari.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tak seorangpun yang mengetahuinya. Kebetulan pada saat itu Sunan Muria dan beberapa murid pilihannya sedang bepergian ke Demak Bintoro. Kapa menyirap murid-murid Sunan Muria yang berilmu rendah ………. yang ditugaskan menjaga Dewi Roroyono. Kemudian dengan mudahnya Kapa menculik dan membawa wanita impiannya itu ke Pulau Seprapat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pada saat yang sama, sepulangnya dari Demak Bintoro, Sunan Muria bermaksud mengadakan kunjungan kepada Wiku Lodhang. Datuk diPulau Seprapat .Ini biasa dilakukannya bersahabat dengan pemeluk agama lain bukanlah suatu dosa. Terlebih sang Wiku itu pernah menolongnya merebut Dewi Roroyono dari Pathak Warak.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Seperti ajaran Sunan Kalijaga yang mampu hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain dalam suatu negeri. Lalu ditunjukkan akhlak Islam yang mulia dan agung.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Bukannya berdebat tentang perbedaan agama itu sendiri. Dengan menerapkan ajaran-ajaran akhlak yang mulia itu nyatanya banyak pemeluk agama lain yang pada akirnya tertarik dan masuk Islam secara suka rela.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Ternyata, kedatangan Kapa ke pulau Seprapat itu tidak di sambut baik oleh Wiku Lodhang Datuk.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Memalukan ! benar-benar nista perbuatanmu itu ! Cepat kembalikan istri kakanda seperguruanmu sendiri itu !” hardik Wiku Lodhang Datuk dengan marah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Bapa guru ini bagaimana, bukankah aku ini muridmu ? Mengapa tidak kau bela ?” protes Kapa.&lt;br /&gt;“Apa ? Membela perbuatan durjana ?” Bentak Wiku Lodhang Datuk.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;“Sampai matipun aku takkan sudi membela kebejatan budi perkerti walau pelakunya Itu murid kusendiri!”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: normal; text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&
